ZaLea

ZaLea
Mencuri perhatian



Author prov


Zayn masih berkutat dengan pikirannya. Siapa sebenarnya gadis ini, tidak biasanya dia seperti ini. Baru bertemu beberapa kali sudah bisa membuatnya merasa gundah.


Orang yang tidak dia kenal, tapi bisa begitu saja mencuri perhatiannya.


"Hmm... gue harus cari tahu juga siapa dia. Dua gadis ini benar-benar buat gue penasaran." gumamnya.


"Tambah lagikan pekerjaan sahabat gue. haha." ucapnya tanpa dosa. Segera dia mengambil smartphone untuk mengabari teman-temannya.


*@Zayn_GA


Ke rumah gue sekarang. Penting


*@AnthonyGinGin


What wrong bos???


*@Ridho_Ubed


Sepenting apa sih?


*@AlvinPutraTama


Zayn, lo baik-baik aja kan?


*@Zayn_GA


All, gak usah banyak tanya. 30 menit dari sekarang harus sudah sampai sini.


*@AnthonyGinGin


🏍🏍🏍🏍


*@Ridho_Ubed


✈️✈️✈️✈️✈️


*@AlvinPutraTama


🛵🛵🛵🛵🛵🛵


Benar saja, belum ada 30 menit mereka sudah sampai didepan rumah Zayn tanpa ada yang berani masuk lebih dulu.


"Nungguin apa sih? Kenapa masih pada disini?" tanya Alvin yang baru datang.


"Nungguin lo. Buruan lo panggil yang punya rumah." pinta Ridho.


"Lah, kenapa mesti gue? Kalian ngapain dari tadi?" tanyanya lagi.


"Sudah buru. Malah pada debat disini." ucap Anthony.


Disini sekarang mereka berada. Di dalam kamar si pemilik rumah. Dua orang terduduk santai dengan stik playstation di tangannya. seorang lagi sedang mendudukkan dirinya di sofa dalam kamar itu. Sedangkan pemiliknya? Dia masih setia terbaring di kasurnya setelah beberapa saat lalu membukakan pintu.


Suasana seketika hening. Mereka larut pada pikiran masing-masing. Satu kata yang terlintas di benak mereka. "Ada yang tidak beres disini." Dan itu benar adanya.


"Zayn, lo ngapain nyuruh kita kemari? Mau minta temenin tidur?" tanya Anthony memecah keheningan.


"Sembarang lo kalau ngomong. Gue bukan maho kali." sahut Zayn cepat dan dibalas senyuman dari ketiga kawannya.


"Makanya, lo mau kita ngapain?" Ridho ikut bertanya.


Zayn langsung bangkit dari tidurnya, berjalan menghampiri Anthony dan Ridho yang tengah duduk di karpet bawah. Dia ikut duduk disana.


Sedetik suasana hening.


"Kalian kenal sama Zara anak XI MIPA2?" tanya Zayn tiba-tiba. Detik berikutnya keheningan kembali muncul. Ketiganya saling pandang kemudian kembali menatap Zayn dalam diam.


"Cuma lo yang nggak kenal sama si Zara, Zayn. hahaha" ucap Ridho di sambut tawa lainnya.


"Maksudnya?" tanyanya lagi.


"Gini, biar gue yang jelasin." ucap Alvin yang disambut antusias oleh semuanya. Alvin menarik nafas kemudian menceritakan semua yang dia tahu soal Zara.


"Seorang gadis tercantik diangkatan kita. Masuk di kelas XI MIPA 2. Bernama Zara, tepatnya Zara Leona Arthur. Anak bungsu dan gadis satu-satunya di keluarga Arthur. Mempunyai empat sahabat cowok dan satu sahabat cewek yang kemana-mana selalu bersama. Mereka itu Dirga, Arga, Ando, Zaidar dan Nena." jelas Alvin lalu menjedanya untuk mengambil nafas lagi.


"Sudah, segitu saja yang lo tahu?" tanya Zayn tambah penasaran.


"Bentar dulu kenapa. gue juga butuh nafas kali Zayn. Gue juga harus mengingat-ingat apa lagi yang belum gue kasih tahu." jawab Alvin.


"Tahu lo Zayn. Nggak sabaran banget." Ridho yang menyela.


"Okey lanjut." Ucap Alvin. "Kalau sama orang lain atau teman sekelasnya biasanya dia dipanggil Zara. Itu nama yang dia perkenalkan saat pertama masuk dulu. Tetapi, kalau sahabatnya biasanya mereka memanggil dengan panggilan Leona. Mungkin semacam panggilan sayang."


"Pacar?" Satu kata yang keluar dari mulut Zayn sukses membuat ketiganya menautkan kedua alisnya bersamaan.


"Wait, ada apa ini Zayn? Kok gue mencium bau sesuatu ya?" Tanya Anthony.


"Sudah gue bilang, jangan banyak tanya. Tinggal jawab aja yang kalian tahu tentang dia." Tanpa menjawab Zayn malah mengalihkan pertanyaan itu.


"Gue nggak heran kalau kalian pada penasaran siapa pacar Zara. Soalnya gue sendiri juga penasaran. hahaha." jawab Alvin.


"Tidak ada satupun anak sekolah kita yang tahu siapa pacar Zara, Soalnya Zara nggak pernah yang namanya diantar ataupun dijemput sama cowok. Mungkin sahabatnya tahu sih, tapi semua bungkam" Tambahnya.


"Atau mungkin pacarnya salah satu dari mereka?" Ridho ikut bersuara.


"Bisa jadi itu." Kini suara Anthony yang terdengar.


"Gue rasa nggak mungkin. soalnya kalau dilihat, perhatian mereka itu sama ke Zara." Sanggah Alvin.


"Kali aja mereka backstreet!" ucap Ridho semakin tertarik membahas gadis cantik ini.


"Bisa jadi mereka nggak mau mengekspose hubungan mereka karena mereka takut pertemanan mereka hancur gara-gara Zara pacaran sama salah satu dari mereka." Balas Anthony sambil manggut-manggut membenarkan perkataannya sendiri.


"Sudah ah. Malah pada semakin ngelantur lo pada." ucap Zayn yang merasa arah pembicaraan mereka sudah tidak terarah.


"Lo pada mau makan disini apa makan diluar? Kalau mau keluar ayo, keburu kemalaman." tanya Zayn yang sudah beranjak karena dia tahu teman-temannya pasti lebih memilih makan diluar.


"Ini yang gue suka dari seorang Zayn Gibran Alvaro." Jawab Anthony Sumringah.


"Kuy lah." Jawab Alvin dan Ridho bersamaan.


Mereka beranjak keluar dari rumah Zayn menuju cafe langganan Alvin yang kini jadi langganan Zayn juga.


Tidak lama mereka sampai di cafe yang cukup ramai. Bahkan terbilang selalu ramai pelanggan yang datang untuk sekedar nongkrong sambil minum kopi atau untuk makan disana. Selain desaign tempatnya yang terbilang unik, cafe ini juga termasuk instagramable. Jadi jangan heran kalau cafe ini selalu ramai muda-mudi seperti sekarang ini.


Setelah mendudukan diri mereka di suatu sudut cafe, Zayn langsung memanggil pelayan untuk memesan makanan yang mereka inginkan.


Sambil menunggu makanan mereka siap, keempatnya menghabiskan waktu untuk login game on line di handphone masing-masing.


Sedikit bosan, Anthony mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru cafe. Tidak di sangka, matanya tertuju pada satu meja yang tidak jauh dari meja mereka.


"Zayn, entah ini hari keberuntungan atau hari sial buat lo. Lo lihat meja diujung samping kaca." Ucap Anthony tanpa mengalihkan pandangannya.


Ketiganya sontak mengikuti arah pandang Anthony.


Deg deg deg


"Dia?" Mata Zayn membelalak melihat pemandangan di depannya. Entah siapa laki-laki itu. Melihatnya bermesraan dengan wanita lain membuat hati Zayn panas. Apalagi Zayn juga mengenal siapa wanita yang bersama laki-laki itu.


*PLEASE TINGGALKAN JEJAKNYA YA READERS. BUATLAH AUTHOR SEDIKIT LEBIH SENANG. JANGAN LUPA LIKE, VOTE, DAN KOMENTNYA YA... AI NIE..