Without Time Until Last

Without Time Until Last
Episode 9



WARNING Lagi


Mereka berdua memesan makan malam romantis di dalam kamar hotel, beberapa kali ponsel Juliet berdering,


tapi wanita itu membiarkannya karena tidak ingin Adrian curiga. Adrian sendiri sudah mulai curiga sejak awal dengan dua ponsel milik Juliet, tapi pria itu tidak ingin Juliet marah karena menanyakan soal ponsel miliknya yang ada dua.


Suara ketukan pintu membuat Juliet dan Adrian menengok bersamaan, Juliet yang mulai was-was langsung beranjak dari sofa dan menuju pintu. Benar saat wanita itu membukanya, diluar ada Kode M, Julietpun keluar dan menutup pintunya dari luar.


“apa yang kau lakukan disini?”.


“memastikan kode X baik-baik saja”.


“aku baik-baik saja”.


“ketua menghubungi anda tapi tidak ada jawaban, apa karena pria itu”.


“aku tidak ingin dia mencurigai, setelah dia pulang aku akan menghubungi ketua”.


“baik kalau begitu, kode X harus tetap berhati-hati”.


Juliet hanya mengangguk, kemudian masuk kembali kekamarnya, namun Adrian sudah berdiri dibalik pintu.


“siapa?”.


“pelayan”.


“sepertinya membicarakan hal serius”.


“ya soal biasa kamar hotel, aku meminta diskon”.


“ha? Memangnya kenapa?”.


“uangku lumayan menipis, ya itu”.


“bagaimana kalau tinggal bersama ku?”.


“tidak perlu”.


Adrian menyentuh rambut Juliet lembut, turun kebawah hingga telinga dan mengusapnya pelan yang membuat bulu kuduk Juliet naik. Wanita itu tidak tinggal diam, dia mengecup bibir Adrian beberapa kali sembari tersenyum, lalu menurunkan tangan Adrian. “aku lapar, jadi jangan mesum sekarang”. Ucap Juliet yang membuat Adrian terkekeh.


Mereka memakan makan malamnya dengan lahap, Juliet yang berbalutkan sweater yang dipadaku hotpants sedangkan Adrian hanya mengenakan celana jeans nya tanpa baju.


Beberapa kali Jesicca memencet bel apartemen Adrian, tapi tidak ada jawaban bahkan seakan tidak ada


kehidupan didalamnya. Sudah dua kali pula Jesicca datang tapi tidak ada tanda bahwa Adrian sedang diapartemennya. Dia sudah menghubungi Kevin, asisten pribadi Adrian, tapi tidak mengetahui keberadaan Adrian, Adrian hanya mengatakan ada acara di luar jadi tidak boleh diganggu, hanya itu. Dan Jesicca berharap Adrian segera datang.


Lift terbuka, Gabriella dengan style seksinya keluar dari lift dan menatap Jesicca tidak suka, sejak


awal Gabriella tidak menyukai Jesicca, entah Karena apa.


“ngapain kau disini?”. Tanya Gabriella ketus


“ada urusan dengan tuan Adrian”.


“pulanglah, karena kakak ku tidak bisa ditemui kan”.


“tapi-“.


“terserah kalau kau mau berdiri disini terus”. Gabriella mengeluarkan kartu dari dalam tasnya untuk


membuka apartemen Adrian. Dan masuk kedalam meninggalkan Jesicca di luar, apartemen Adrian gelap, bahkan lampu tidak ada yang menyala. Dapurnya lumayan berantakan, Adrian meninggalkan apartemen setelah menghabiskan sarapan lalu belum kembali sampai sekarang.


Sebelum membersihkan dapur, Gabriella memutuskan masuk ke kamar milik kakaknya untuk pertama kali Gabriella melihat sebuah foto dinakas yang dipajang. Foto kakaknya yang tengah berada di museum dengan wanita yang menolongnya, Juliet.


‘bagaimana Adrian bisa mengenalnya, pantas saja aku merasa tidak asing dengan Juliet’


Gabriella mengeluarkan ponsel dari dalam tas nya dan mengirimkan pesan pada Juliet yang bahkan wanita


itu belum membalas pesannya ssampai sekarang.


Juliet, apa kau bersama dengan Adrian?


Hanya singkat, namun membuat Juliet yang tengah bermain ponsel sembari menonton tayangan film


bersama Adrian yang memeluknya, langsung terkejut.


“ada apa?”.


“kau mengenal Gabriella?”.


“dia adikku, apa kau sudah mengingatnya?”.


“jadi Gabriella adikmu?”.


Adrian mengangguk


“aku bertemu dengannya beberapa hari yang lalu, dia terus memintaku menjadi temannya”.


“tidak berubah sampai sekarang”.


“maksudmu?”.


“Gaby waktu kecil juga memintamu menjadi temannya saat ada acara dirumah keluargamu, sebelum kau


bertemu denganku”.


“aku tidak mengingatnya”.


“bagaimana dia bisa bertanya aku bersama mu atau tidak?”.


“kufikir dia tengah berada diapartemen ku dan menggeledah barang-barangku lalu menemukan foto kita


kemarin”.


Adrian mengambil ponsel Juliet dan menghubungki Gabriella, pria itu berdiri berlari membawa ponsel


Juliet, sedangkan Juliet terus mengejarnya dan meminta ponselnya kembali.


Suara Gabriella yang membuat Juliet sedikit terkejut, dia mengisyaratkan untuk Adrian diam, namun


bukan Adrian namanya kalau pria itu tidak menjahili Juliet dan adiknya.


“ahhhh Juliet, terus yahh disebelah sana”. Ucap Adrian seakan-akan dibuat mendesah


“apa yang kalian lakukan”.


Ponselnya langsung dimatikan oleh Adrian, Juliet memukul perut Adrian yang membuat pria itu


mengernyit. “dasar pria sialan!!!”. Umpat Juliet kesal sambil mengambil ponselnya dari tangan Adrian.


Sebuah pesan masuk ke ponsel Juliet.


Kakak ipar, jangan lupa pakai pengaman


Adrian yang mengintip pesan dari Gabriella dari belakang Juliet tertawa sangat keras. “katakan kalau keluar


diluar”. Ucap Adrian yang membuat Juliet memukul kepala Adrian menggunakan bantal yang dibawanya.


Juliet berjalan menjauh dari Adrian untuk membalas pesan Gabriella


Kami tidak ada hubungan apapun, jangan percaya pada Adrian, ya aku bersamanya, aku


akan menyuruhnya pulang


Setelah membalas pesan dari Gabriella, Juliet mengambil mantel miliknya yang ada di lemari dan memakainya.


“mau kemana?”. Tanya Adrian dengan santai


“mangantarmu sampai ke lobi”.


“maksudmu?”.


“pulanglah, Gabriella mencarimu”.


“Anak itu selalu mencariku”.


“kalau begitu datanglah, dia sepertinya menunggumu diapartemenmu”.


“bagimana kalau kau ikut saja denganku?”.


“aku tidak tertarik, aku masih ada urusan”.


“kalau begitu aku akan tetap stay disini”.


“baiklah aku akan ikut, tapi hanya sebentar”.


“mana mungkin, malam ini kau menginap di apartemenku”.


“kau memaksaku”.


“itu perintah”.


Juliet melemparkan hoddie milik Adrian kearah pria itu “cepat pakai, aku akan ikut denganmu”.


“yes”.


Adrian langsung memakai hiddie nya. Merapikan rambut dan mencuci wajahnya dikamar mandi. Saat Adrian


berada di kamar mandi, Juliet mengirimkan pesan diponsel satunya kepada ketua Organisasi gelap, bahkan Juliet belum bisa menghubunginya, tak lupa Juliet juga menyuruh Kode M untuk stay di hotelnya sampai Juliet kembali.


Mereka berdua menuju apartemen Adrian menggunkan mobil milik Adrian, begitu lift terbuka Jesicca


masih menunggu disana.


“Jes, apa ada masalah?”. Tanya Adrian, namun pandangan Jesicca tertuju pada Juliet yang tengah berdiri


dibelakang Adrian, Juliet yang menjadi pusat perhatian hanya berdehem.


“ah tidak ada tuan, saya hanya memastikan kalau anda baik-baik saja”.


“sangat baik”.


“apa dia-“.


“ini kekasihku, dia baru saja datang dari California”. Ucap Adrian sambil merangkul pinggang Juliet


posesif.


Pintu apartemen Adrian terbuka, Gabriella sangat terkejut melihat Adrian yang tengah bermesraan dengan


Juliet didepan Jesicca.


“eh kakak ipar, ayo masuk”. Gabriella menarik Juliet untuk masuk keapartemen Adrian. Meninggalkan Adrian


dengan Jesicca sekretarisnya.


“saya kira tuan tidak memiliki kekasih”. Ucap Jesicca sambil menunduk


“saya hanya tidak ingin public mengetahui, toh kami LDR”.


“lalu apa urusan kekasih tuan Adrian datang?”.


“dia liburan, jadi saya menyuruhmu untuk mengosongkan jadwal minggu ini”.


Pandangan Jesicca tertuju pada leher Adrian yang penuh dengan kissmark, Jesicca sudah mengetahui tentang


Adrian sejak sekolah dulu dan Adrian tipe orang yang tidak berhubungan dengan wanita manapun, bahkan terkenal Gay, tapi pria itu seakan tidak peduli dengan omongan orang yang membicarakannya dengan sebutan gay.


_______________________________________________________________________