Without Time Until Last

Without Time Until Last
Episode 6



“ah biar ku ingat siapa namamu tuan Kheil”. Ucap Juliet semakin mendekat sambil mengeluarkan pistolnya


“hahahaha bagaimana kau bisa mengenalku nona”.


“itu tidak penting tuan”. Juliet duduk di salah satu kursi dan menatap tajam Kheil yang sedikit ketakutan jika Juliet menarik pelatuk pistolnya. “bagaimana kalau ku beri penawaran menarik?”.


“kau tidak bisa menyuruhku, wanita itu sudah menandatangani kontrak sejak awal”.


“tanpa kau memaksakan?”.


“tentu saja, aku bisa melaporkanmu-“. Ucapan Kheil terhenti


“apa? kau sendiri yang akan kau laporkan?”.


“sudahlah, apa penawaranmu?”.


“bagus, aku tidak akan membunuhmu asalkan kau serahkan semua file film mu termasuk chip dalam komputermu dan juga jangan lupakan uang yang kau hasilkan”.


“dasar perampok kecil!”.


Juliet beeranjak dari duduknya menodongkan pistol tepat dikepala Kheil “katakana lagi dan pelurunya akan mengenai kepalamu”.


“baik akan kuserahkan”.


Kheil sekilas melihat tattoo kecil ditangan Juliet, tattoo khas milik organisasi gelap. Juliet menerima tas berisi uang dan file film dari Kheil, setelah mengecek semua nya ada, wanita itu dengan santai meninggalkan Kheil disana. Sampai di mobil, Juliet memasukkan tas kedalam bagasi, diliatnya Gabriella yang masih ketakutan di dalam mobilnya.


Juliet duduk di depan kemudi, dan melihat Gabriella sekilas lalu memulai pembicaraan. “sejak kapan kau bergabung dengan nya?”. Tanya Juliet yang membuat Gabriella menengok


“kau tau?”.


“tempat produksi film pornografi”.


“1 tahun yang lalu, aku tidak pernah berniat untuk bergabung”.


“lalu? Model dewasa?”.


Gabriella mengangguk.


“orang tua mu mengetahui ini semua?”.


Gabriella kembali menggeleng


“dimana alamat rumahmu? Kau mungkin tidak akan bisa tinggal di apartemenmu lagi”.


“tapi bagaimana kalau orang tuaku tau?”.


Juliet mengambil kantong belanjaan yang berisi sepasang pakaian yang baru dibelinya “pakailah ini, mereka tidak akan tau apa yang terjadi denganmu dan kuharap ini terakhir kalinya kau bergabung dengan mereka”.


Gabriella menerima pakaian dari Juliet, mobil berhenti ditempat pengisian bahan bakar, sembari menunggu Gabriella mengganti pakaian, Juliet mengisi bahan bakar mobilnya secara gratis, mobil yang dipakai Juliet adalah mobil khusus, yang hanya bisa digunakan oleh orang tertentu dengan pengenal yang tersembunyi.


Hanya beberapa menit hingga Gabriella keluar dari toilet dengan pakaian yang dibeli Juliet. “thanks Juli”. Ucap Gabriella yang hanya di jawab anggukan oleh Juliet.


Mobil membawa mereka di sebuah salah satu rumah mewah diperumahan yang memang berisi rumah-rumah kalangan atas, Gabriella menunjukaan satu rumah dengan interior modern berwarna identic emas, rumah yang lumayan banyak penjagaan.


Juliet menghentikan mobilnya di depan gerbang, “kau tidak masuk terlebih dahulu?”. Tanya Gabriella


“aku harus segera pergi, aku ada urusan mendadak”.


Gabriella mengangguk, tangannya yang akan membuka pintu mobil terhenti dan kembali melihat kearah Juliet “ah kalau boleh tau apa yang kau bawa dari sana?”.


“hanya penawaran”.


“apakah video ku akan tersebar?”.


Juliet menggeleng “jangan lakukan lagi”.


“kau janji tidak akan mengatakan pada siapapun?”.


“ya aku janji”.


“thanks Juliet”.


“sama-sama”.


Gabriella keluar dari mobil Juliet dan masuk kerumahnya, sedangkan Juliet langsung pergi ke hotelnya yang baru, lumayan jauh dari sana tapi setidaknya aman dari pria yang membawa nya semalam saat dia mabuk. Juliet


sangat mengingat pria yang menghampirinya saat hari ulang tahunnya, pria jelek menurutnya, tapi kata itu sekarang tak cocok di tujukan pada pria itu lagi.


Hotel selayaknya hotel biasa, Mobil yang di bawa Juliet memasuki basemen, disana sudah ada Kode M dengan kantong yang berisi ponsel baru Juliet.


“ini ponselnya”. Ucap Kode M sembari memberikan ponsel itu pada Juliet


“thanks”.


Kode M Mengngguk


“oh ya, di bagasi ada barang dari salah satu produksi film porno, serahkan ke markas”.


“baik kode X”.


Juliet membawa belanjaannya dan pergi menuju kamarnya yang ada di lantai dua hotel tersebut, kopernya sudah ada disana dengan beberapa barang yang dibawanya. Juliet meletakkan belanjaannya di sofa, melepas sepatu yang dipakainya dan berjalan kearah ranjang, di nakas ada sebotol wine yang dipesankan oleh kode M sebelum dia kembali ke hotel, Juliet meneguk sedikit dan pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri.


Hi, ini Gabriella. Apa kau sibuk besok?


Juliet hanya membukanya, dia tak berniat berteman lebih lama dengan Gabriella. Dari dulu dia tidak ingin ada orang yang dekat dengannya, akan sangat bahaya jika dia memiliki teman dekat.


Sembari meminum wine, Juliet memainkan ponselnya, termasuk setting dan lain-lain untuk pekerjaannya. Sebuh telepon masuk dari ketua.


“halo”.


“apa kau baik-baik saja?”.


“ya saya baik”.


“jangan berurusan dengan siapapun”.


“baik”.


Juliet menutup ponselnya dan meletakkan di nakas, menjumpai mimpi dan melalui tidur nyenyak hingga pagi.


Adrian terus membaca berkas yang dia dapatkan dari asistennya, berkas mengenai Juliet yang bahkan kehidupannya berhenti sampai dia lulus kuliah, tak ada berita lagi termasuk dimana Juliet tinggal saat berada di California.


“bagaimana mungkin dia menghilangkan jejak seperti ini”.


Kevin datang dengan membawa kopi yang dipesan Adrian.


“ini tuan pesanan anda”.


“thanks, oh ya apa kau mengetahui dimana Juliet menginap?”.


“belum tuan”.


“lama sekali”.


“tapi saya mendapatkan catatan nona Juliet kemana dia saja dia akan menghabiskan liburan selama satu minggu”.


“mana?”.


Kevin memberikan sebuah buku kecil yang ditinggalkan Juliet di bawah kolong ranjang hotel sebelumnya.


“thanks”.


“iya tuan”.


“kau bisa keluar”.


“baik”.


Kevin meninggalkan ruang kerja Adrian.


Perlahan Adrian membuka lembar demi lembar buku catatan milik Juliet, wanita itu sangat misterius, bahkan dia hanya mencatat letak yang akan di kunjunginya saja, bukan alamat dia tinggal apalagi kontaknya. Louvre Museum


adalah tempat yang akan dikunjungi Juliet didalam buku catatannya besok setelah pergi ke Menara Eiffel. Andrian membuka ponselnya dan mencari kontaknya Jesicca, dia akan menanyakan perihal jadwalnya satu minggu kedepan.


“halo”.


“ya tuan Adrian, ada yang bisa bantu?”.


“apa saya ada jadwal satu minggu kedepan?”.


“sebentar saya cek dahulu tuan. Tuan Adrian ada dua meeting dengan tuan Nicoline dan juga pertemuan dengan tuan Valor”.


“tolong jadwal ulang, pastikan minggu ini saya kosong”.


“tapi apa alasannya tuan?”.


“saya sedang tidak bisa bekerja”.


“apa tuan Adrian sedang sakit?”.


“begitulah, kau bisa melakukannya kan”.


“bisa tuan”.


“thanks”.


Adrian menutup ponselnya sepihak yang membuat Jesicca semakin khawatir dengan keadaan atasannya itu.


Pagi-pagi sekali, Adrian terbangun dari tidurnya karena alarm ponsel yang dia setting sendiri. Jam menunjukkan pukul 6 pagi, Adrian langsung pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri, mengganti pakaiannya dengan hoddie dan juga celana jeans, bukan seperti Adrian yang seaorang pengusaha sukses atau orang penting, benar-benar seperti orang biasa pada umumnya.


Tak lupa Adrian memakai sepatu biasa dan membawa tas punggung yang berisi buku milik Juliet dan juga ponsel sekaligus dompetnya. Adrian menuju mobilnya dan meninggalkan apartemen.


 


____________________________________________________________________________


ada yang nungguin adegan ngga? sabar ye