Without Time Until Last

Without Time Until Last
Episode 19



Cahaya matahari menerobos masuk melalui celah tirai dikamar Adrian yang terbuka, Adrian membuka matanya,


pelukannya masih tidak lepas dari Juliet yang tengah tertidur didekatnya. Pria itu tersenyum, perlahan menyentuh wajah Juliet, menyingkirkan anak rambut Juliet yang menutupi sebagain wajah cantik Juliet.


Mata Juliet terbuka, dia tersenyum manis pada Adrian, memeluk pria itu erat.


“kau tidak ingin bangun hm?”. Tanya Adrian


“please lima belas menit lagi”.


“seharianpun aku siap sayang”.


“kalau begitu seharian”.


“okay, kau tidak lapar?”.


“pesan makanan saja”.


“baiklah”.


Adrian mengambil ponsel dinakas dengan tangan kirinya, memesan makan pagi untuk mereka berdua, dan


kembali menaruhnya dinakas saat sudah selesai. Pria itu mengeratkan pelukannya pada Juliet, menciumi wajah Juliet gemas.


Suara dering ponsel Juliet membuat wanita itu membangunkan tubuhanya, mengambil ponsel miliknya yang


ditaruh di atas nakas, tak pula menutup tubuhnya yang tidak berbalut apapun menggunakan selimut.


“halo”.


“didepan apartemen mu ada bunga, kau bulan pulang?”.


“aku ada urusan”.


“apa aku boleh masuk apartemenmu?”.


“jangan, didalam ada Yasmine, dia akan takut kalau kau tiba-tiba datang”.


“baiklah”.


Juliet menutup ponselnya dan menaruhnya kembali di atas nakas.


“siapa?”.


“bawahanku”.


“kau tidak tinggal sendiri?”.


“aku bersama gadis berumur 16 tahun, ceritanya panjang dan itu berkaitan dengan pria yang kemarin”.


“memangnya kau tidak bisa digantikan dengan wanita lain”.


“tidak, karena itu bukan perintah ketua”.


Adrian terdiam, dia bahkan tidak bisa ikut campur dengan urusan Juliet.



Paris


Bau asap rokok dan alcohol memenuhi ruangan dengan pencahayaan lumayan minum, beberapa orang memakai jas mahal berdatangannya dan duduk di kursinya masing-masing dengan satu pemimpin didepan yang tidak terlihat jelas wajahnya. Di sebelah kanan ruangan tersebut tertulis White Organization yang berlapiskan emas dan perak.


Batang rokok yang semula di pegangnya, diletakkan di wadah yang sudah disediakan.


“apa yang kalian laporkan?”. Tanya pemimpin White Organization


“tuan Robert terbunuh, semua asset miliknya menjadi hak organisasi gelap atau black organization, sesuai perjanjian mereka sebelumnya saat tuan Robert gabung bersama mereka, apabila berkhianat maka 100% asset miliknya adalah milik organisasi gelap”.


“siapa pembunuhnya?”.


“kami belum tau tapi pelurunya adalah milik organisasi gelap”.


“bagaimana blue Organization?”.


“mereka masih tetap pada tujuan mereka berdiri, yaitu netral”.


“siapkan semuanya, saya ingin bertemu dengannya”. Ucap pimpinan pada pria yang berdiri disebelahnya.


Pria itu mengangguk dan lekas meninggalkan ruangan tersebut.


Hanya butuh beberapa menit ruangan tersebut sepi, hanya tinggal pimpinan white organization sendiri,


hingga pintu terbuka. Seseorang masuk dan duduk tidak jauh dari pimpinan bersama pria yang disuruh untuk memanggilnya datang.


“kau bisa pergi”. Ucap pimpinan pada bawahannya


Setelah pria itu pergi, mereka mulai berbicara penting.


“apa yang tuan inginkan?”. Tanyanya


“putri Aero”.


“dia sudah menghilang sejak malam itu”.


“temukan dia”.


“bagaimana kalu sudah meninggal?”.


“hahahah mereka tidak sebodoh itu membunuh putrinya sendiri, pewaris tunggal perusahaan Aero dan juga


organisasi gelapnya”.


“apa yang aku dapatkan?”.


“baiklah aku akan menemukannya”.


“harusnya dia memiliki tanda lahir dan wajahnya mirip dengan istri Aero”.


“ya aku tau”.


“jangan mengecewakanku”.


“baik tuan”.



Juliet membersihkan dirinya dikamar mandi, memakai kemeja oversize di tubuh Juliet milik Adrian yang ada di


lemari pakaian, wanita itu manyukai bau Adrian, sangat menyukainya. Setelah selesai dengan kegiatannya, Julliet keluar menemui Adrian yang sudah menyiapkan makanan yang dipesannya di meja makan. Pria itu hanya mengenakan celana, tanpa baju, memperlihatkan tubuh indahnya didepan Juliet.


“duduklah”. Adrian menepuk pahanya


Juliet sebelumnya menggeleng karna wanita itu sangat lapar dan tidak ingin main-main dengan Adrian terlebih dahulu. Tapi pada akhirnya duduk di pangkuan Adrian, sambil makan, Adrian menghembuskan nafasnya di belakang telinga Juliet, mengusap leher belakangnya lembut.


“ahh kau tidak makan?”. Tanya Juliet menahan geli


“menunggumu makan sayang”.


Juliet tersenyum jahat, wanta iitu sedikit penggoyangkan pantatnya dipangkuan Adrian, yang membuat pria


itu mengernyit. “ouh kau membangunkannya”. Ucap Adrian


“hahahaha”. Juliet bangun dari duduknya meninggalkan Adrian yang masih menahan agar tidak menerkam Juliet


saat ini. Wanita itu menuju lemari pendingin mengambil minuman kaleng yang tersedia disana dan meminumnya hingga menetes dikemeja yang dipakai Juliet.


Adrian hanya melongo, pria itu tidak bisa menahannya lagi, Adrian lekas berdiri menghampiri Juliet membawa


Juliet kedalam pelukannya, mengambil minuman kaleng yang dibawa Juliet dan menaruhnya di meja.


“mau permainan menarik sayang?”.


“tentu saja”.


Adrian membopong wanitanya menuju ranjang, meletakkan diatas ranjang dengan pelan, melepas satu persatu


kancing kemeja milik Juliet, bahkan wanita itu tidak memakai celana dalam dan bra. “sangat indah”.


Adrian keluar dari kamarnya, mengambil es batu dari dalam lemari pendinginnya dan meletakkan


didalam wadah kecil lalau dibawa masuk kekamar miliknya. Juliet masih sama, tidur diatas ranjang tanpa sehelai benang pun.


“kau mau apa?”. tanya Juliet melihat Adrian yang membawa wadah yang dia tidak tau berisi apa


“bermain denganmu”.


Skip (wkwkwkwk mana bisa aing membuat seperti ini, kalo ada yang mau bantuin buat part dewasa yang lebih hot, bisa add id line ku @wahyuelasafitri)


Begitu membuka mata, tubuh Juliet terasa sakit dan juga lengket, lengan Adrian berada di atasnya, bahkan


tangan pria itu terus menggenggam payudara Juliet, sesekali meremasnya pelan yang membuat Juliet menahan desahan.


Juliet melepaskan tangan Adrian dari tubuhnya, wanita itu mengmabil kemeja milik Adrian yang berada di


lantai dan memakainya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai membersihkan tubuhnya. Juliet memilih salah satu pakaian santai milik Adrian, matanya jatuh pada hoddie hitam milik Adrian yang lumayann besar.


Juliet membangunkan Adrian yang masih tertidur diranjangnya. “bangun Adrian!!”. Teriak Juliet yang membuat


Adrian langsung terbangun.


“hm apa?”.  Adrian menarik Juliet kedalam pelukannya dan memeluk tubuh wanita itu erat. “kau sudah mandi?”. Tanya Adrian yang hanya di jawab anggukan Juliet.


“ayo bangun, sudah jam 6, sebentar lagi gelap”.


Adrian melepaskan pelukannya, mengecup bibir Juliet singkat lalu pergi kekamar mandi. Sedangkan


Juliet masih berada di kamar pria itu dipakainya kembali helang miliknya tapi sebelum itu dia memastikan kalau memori yang diambil masih ada di dalam gelang tersebut. Juliet meninggalkan secarik kertas diatas meja, bahwa Juliet harus pulang karna tidak memeberi kabar pada orang yang tinggal bersamanya.


Juliet membuka apartemennya, setelah menemukan sebuah bunga didepan pintu yang mulai layu,


bunga yang berasal dari Xander. Wanita itu mengambilnya dan membawa masuk lalu dibuang ke tempat sampah.


“Yasmine!”. Panggil Juliet


Yasmine keluar dari kamarnya bersama Flody.


“kau dari mana?”. Tanya Yasmine dengan wajah pucatnya


“aku ada urusan di luar, apa terjadi sesuatu?”.


“dia datang tadi malam”.


Juliet mengingat bunga yang ia buang di tempat sampah “maaf aku tidak ada disampingmu, jangan buka pintunya


selain aku”.


Yasmine mengangguk.


“kau sudah makan?”. Tanya Juliet


“sudah, aku memasak untukmu juga, tapi kau tidak datang jadi terpaksa makanannya aku buang karna basi”.


____________________________________________________________________________________