Without Time Until Last

Without Time Until Last
Episode 14



Juliet menyiapkan makanan untuk anjingnya, selagi dia akan pergi lagi karena beberapa tugasnya belum


terselesaikan. Wanita itu mengganti pakaiannya dengan dress selutut berwarna hitam tanpa lengan. Tak lupa dia membawa pistolnya dan menyelipkan di balik mantel yang ia pakai beserta pelurunya. Juliet juga memakai anting yang kegunaannya sama seperti yang ia pakai sebelumya, hanya saja menyesuaikan dengan pakaian yang dia pakai saat ini.


Setelah selesai semua, Juliet keluar dari apartemen, bersamaan dengan Adrian yang juga keluar dari aparteman


dan masuk ke dalam lift. Mereka sama-sama akan turun, tetapi Juliet lebih memilih menunggu lift tertutup.


“kenapa masih disana?”. Tanya Adrian


“kau duluan saja”.


Adrian kembali keluar dari lift, “kita sama-sama mau turun, jadi apa salah nya kalau masuk lift


sama-sama”. Adrian langsung menarik tangan Juliet untuk masuk di lift bersamaan. “kenapa kau menghindariku?”.


“tidak apa-apa”.


Adrian melihat penampilan Juliet dari atas hingga bawah. Pria itu sangat risih melihat nya berpakaian


lumayan seksi saat diluar.


“memangnya pakaianmu tidak ada yang lain?”. Tanya Adrian


Juliet melihat kearah pria itu tajam lalu menyibakkan roknya sedikit, disana ada pistol milik Juliet dan


juga membuka mantelnya, dibalik mantel tersebut ada beberapa peluru. Pandangan Adrian bukan kearah apa yang dibawah Juliet melainkan kekulitnya yang terekspos. Perlahan Adrian mendekat kearah Juliet, sedangkan wanita itu hanya diam, hingga wajah mereka hanya berjarak sepuluh centi meter yang kemudian bibir mereka bertemu, saling ******* dan terlarut dalam ciuman hingga lift terbuka di loby ciuman tersebut terlepas.


“aku duluan”. Juliet langsung keluar dari lift menuju basement, disana jantungnya benar-benar kembali


bergetar.


Dalam mobil, Juliet masih diam menunggu intruksi dari kode D yang akan mengambil alih mobilnya, kali ini


dia akan bekerja bersama kode Y yang dinginnya tidak ada tandingan, dia sangat di takuti setelah kode Z yang sedang fokus perusahaan Aero.


“kode X masuk”.


“ya”.


"gedung titik 1".


“baik”.


Mobil Juliet meninggalkan gedung apartemennya ke gedung yang akan dia tuju dengan kecepatan penuh, hari


mulai gelap saat gemerlap lampu mulai menyala satu persatu.


“6.05”.


“baik kode X”.


Di jam yang sama mobil Juliet berhenti didepan Kode D yang sudah menunggunya, Juliet langsung keluar


menuju gedung yang menjadi tujuan mereka kali ini. Dengan langkah anggunnya Juliet masuk tanpa ada yang curiga bahwa Juliet bukanlah tamu undangan dalam ballroom hotel itu.


“kode X sudah masuk”.


Setelah memberikan notice kepada kode Y yang tengah menunggunya di tempat lain, Juliet terus melangkahkan


kakinya menuju lift untuk naik kelantai 10 dimana pesta digelar, target mereka adalah pemilik pesta tersebut yang beberapa hari yang lalu Juliet mengetahui wajahnya sekilas saat tengah dijalan dan Kode Y memberitahunya.


Juliet dengan senyumannya memberikan undangan kepada penjaga di depan hingga wanita itu dapat masuk ke


acara pesta. Robert Johnson, pemilik sebuah club malam terkenal di Amerika yang tinggal menetap beberapa minggu yang lalu di Califoria, sekaligus memperdagangkan perempuan dan anak-anak yang kemudian melakukan perjanjian dengan organisasi gelap tapi mengingkarinya, Robert harus menyerahkan 50% apa yang dia hasilkan ke organisasi gelap, tapi pria itu memilik untuk berlindung di White Organization dan memutuskan sepihak dengan Organisasi gelap. Sedangkan perdagangannya masih dibawah perlindungan organisasi gelap, Robert harus menyerahkan 100% apa yang dia miliki atas perbuatannya, berkhianat pada Organisasi gelap.


“terima kasih”. Juliet menerima tawaran minuman dari seorang pelayan yang membawa nampan berisi banyak


gelas minuman.


Juliet berdiri di sudut ballroom tersebut, menatap Robert dengan tatapan menggoda. Hingga pria berdarah


Italia itu meliriknya dan menghampirinya. Juliet tersenyum, dia bangga memiliki wajah nya saat ini, yang bahkan dengan gampang menarik orang masuk kedalam perangkapnya.


“hi nona, kau dari salah satu undanganku?”. Tanya Robert


“ya, aku menggantikan boss ku untuk datang keacaramu, selamat atas kesuksesanmu tuan Robert”. Ucap Juliet


“thanks, mau minum denganku?”.


“tentu saja”.


Perlahan obrolan mereka menjadi panjang, Juliet yang sebenarnya tidak mabuk, berpura-pura sudah mabuk


berat dan mau tidak mau Robert membawanya ke salah satu kamar hotel yang sudah disediakan VIP untuknya. Robert meletakkan Juliet di ranjang, meninggalkan wanita itu untuk pergi kekamar mandi.


“masuk”.


“baik”.


Dari balkon Kode Y masuk dan berdiri dibalik gorden yang berwarna silver, apalagi penerangan yang minim.


Robert keluar dari kamar mandi menghampiri Juliet yang tengah terkapar di ranjang, menyetuh kaki Juliet perlahan naik ke atas, sampai di ujung dress yang dipakai Juliet, tangan Juliet menghentikannya.


Wanita itu bangun dari ranjang, suara pintu terkunci dari luar membuat Robert sedikit terkejut,


“siapa kau!?”. Tanya Robert yang berusaha mundur mencari jas yang dipakainya, karna disana dia menyimpan


pistol miliknya, namun saat hampir menyentuh jasnya, Juliet menendang pria itu hingga jatuh dua meter jauh dari jas nya sekarang.


Juliet pun mengambil pistol yang ada di saku jas milik Robert.


“ini milikmu tuan?”. Juliet melemparkan pistol tersebut kearah gorden dan diterima oleh kode Y


Kode Y keluar dari gorden dan melihat Robert tajam, mereka pernah bertemu sebelumnya saat ada di markas,


dan dari awal kode Y sadar kalau Robert bukanlah orang yang bisa menepati janjinya.


“kau”. Ucap Robert


Mereka berdua hanya diam melihat kearah Robert, Kode Y mengeluarkan sebuah kertas kontrak peralihan hak


milik. Dengan di todong pistolnya Robert duduk di sofa dengan kertas didepannya dan juga kode Y. Juliet masih stay di belakang Robert dengan pistolnya yang diarahkan kekepala pria itu.


“tanda tangani ini”. Ucap kode Y


“hahahaha tidak akan”.


Juliet semakin menguatkan pistolnya, seakan mengerti apa yang akan terjadi, Robert mengambil pulpen yang


tersedia dimeja.


“apa kalian akan melepaskan ku?”. Tanya Robert


Namun keduanya hanya diam dan terus fokus agar Robert menggoreskan pena itu ke kertas. Akhirnya Robert


menandatangani kertas tersebut dengan sangat terpaksa. Kertas kembali diambil oleh kode Y, kode Y beranjak dari sofa bersamaan dengan peluru milik Juliet yang melesat masuk ke kepala Robert.


Duarr!!


Suara ketukan pintu membuat Juliet dan kode Y sedikit terperangah.


“sepertinya mereka akan mendobrak pintu”.


Ucap kode C melalui alat pendengar mereka masing-masing. Kode Y dan Kode X keluar dari balkon lantai 10


gedung tersebut, masuk disalah satu kamar hotel yang saat itu kosong dengan sedikit memecahkan jendela.


“bagaimana selanjutnya?”. Tanya Juliet


Kode Y melepaskan topi yang dipakainya, memakai Jas yang ada di kamar hotel tersebut, seakan mereka berdua


adalah tamu yang menginap di hotel. Pintu kamar hotel Robert terbuka, bersamaan dengan Juliet dan Kode Y yang membuka pintu kamar hotel sebelahnya dan keluar dengan mesra seakan mereka adalah pasangan.


Beberapa orang sempat melihat mereka berdua, namun memilih fokus pada Robert yang ditemukan terbunuh


dikamar hotel.


Juliet memasuki mobil menggantikan Kode D, mereka berpisah tidak jauh dari gedung tersebut.


__________________________________________________________________________