
”namanya Xander Mikaylo, dia tinggal di salah satu apartemen ternama di California, seorang pengusaha muda, pemilik hotel 345. Salah satu pemegang sahamnya adalah tuan Dexon yang bahkan memiliki 80% saham di hotel tersebut. dalam akhir pekan lalu hotel tersebut mendapatkan kasus atau lebih tepatnya berita kalau mereka
mengadakan pesta sex, hanya desus nya”.
“dimana aku bisa bertemu dengannya?”.
“apa yang akan kau lakukan kode X?”.
“mendekatinya”.
“kau belum mendapatkan perintah dari ketua”.
“hanya mendekatinya, apa aku salah?”.
“tidak, tapi Xander bagian dari organisasi gelap”.
“apa kau bilang?”.
“iya, dia bergabung bersamaan denganmu, tapi dia ada dikelas 2”.
“kode B”.
“kode B10”.
“katakan padanya aku ingin menemuinya”.
“baik kode X”.
Juliet mematikan ponselnya, wanita itu menuju kamarnya, mengganti pakaiannya dengan kaos dengan rok jeans dan juga jaket yang senada di padukan dengan sepatu sneakers warna putih, rambutnya dibiarkan tergerai. Wanita itu bukan seperti pembunuh, lebih tepatnya gadis manis yang akan menikmati weekend nya. Juliet keluar dari kamar, menemui Yasmine yang sedang bermain dengan Flody.
“yas, aku pergi dahulu”.
“kau akan kemana?”.
“aku ada urusan, dirumah dan jangan keluar kemana-mana, jangan buka kan pintu jika ada tamu”.
Yasmine mengangguk, lekas Juliet meninggalkan apartemennya. Saat berada di lift, Juliet bersamaan dengan
Kevin yang juga di lift, Kevin menunduk hormat pada Juliet.
“bagaimana keadaannya?”. Tanya Juliet tanpa melihat kearah Kevin
“tuan Adrian baik-baik saja, hanya dia mabuk berat tadi malam”.
“kau membiarkannya mabuk lagi?”.
“tapi tuan Adrian terus memaksakan ke club”.
Juliet hanya mengangguk, sampai di loby. Juliet langsung keluar menuju mobilnya yang diparkirkan di
basement. Pesan masuk ke ponsel Juliet.
Xander menunggumu di coffee shop dekat hotel 345
Mobil Juliet membawanya ke tempat yang di berikan oleh kode D.
Seorang pria berpakaian rapi duduk di sudut café, tidak buruk, dia memiliki tubuh yang tinggi dan juga
tampan. Juliet keluar dari mobilnya menghampiri pria itu.
“Xander”. Sapa Juliet sembari tersenyum manis pada Xander, Xander pun yang memakai kacamata hitam
melepas kacamatanya dan melihat Juliet dari bawah hingga atas.
“ah siapa?”. Tanya Xander
Juliet mengulurkan tangannya menjabat tangan Xander “Juliet”.
“nama yang indah”.
“thanks”.
Juliet duduk di depan Xander memesan minuman dan makanan ringan, Xander terus memandangi wajah
Juliet, untuk pertama kalinya Xander melihat wanita seperti Juliet. Prai itu mendapatkan pesan dari kode D ada yang akan bertemu dengannya, tapi tidak menyangka kalau yang bertemu adalah wanita semanis Juliet.
“ada apa?”. tanya Juliet yang merasa Xander terus memperhatikannya
“tidak, jadi kenapa kau mengajakku bertemu”.
Juliet tersenyum pada Xander “aku kagum denganmu”.
“masalah yang memberitahuku”.
“ah itu sepupuku, aku tidak menyangka kalau dia mengenalmu, jadi aku menyuruhnya untuk mempertemukanku
denganmu”. Juliet mengeluarkan sebuah buku note kecil dari dalam tas selempangnya “apa aku boleh meminta tanda tanganmu”.
“tentu saja nona”.
Juliet kembali tersenyum, sedangkan Xander memberikan tanda tangan sekaligus nomor teleponnya “kau juga
bisa menghubungiku kalau kau mau”.
“apakah boleh?”.
“tentu saja, khusus untukmu”.
Juliet tersenyum bahagia, rencana nya berhasil. Bukan dia yang akan membunuh pria itu, tapi orang lain yang
memiliki dendam dengannya. Juliet melirik jam dipergelangan tangannya.
duduknya
“tunggu, bagaimana kalau aku mengantarkanmu?”.
“kau tidak sibuk?”.
Xander menggeleng “baiklah”.
Sembari menunggu Xander membayar minumannya, Juliet menghubungi kode D untuk membawa mobilnya pulang
keapartemennya. Xander keluar dari café dan tersenyum pada Juliet.
“kau bawa mobil?”. Tanya Xander
“tidak, aku menaiki taksi tadi”.
“baiklah kebetulan kalau begitu”.
Mereka berdua masuk kedalam mobil Xander, tanpa mereka sadari di dalam mobil lain Adrian tengah mengamati
mereka berdua, tangannya mengepal, pria itu benci tatapan Xander pada wanitanya.
Sampai di mall perbelanjaan, Juliet dan Xander pergi kesalah satu toko pakaian, Juliet memilih
beberapa pakaian yang hampir seukuran tubuhnya dan cocok dipakai oleh Yasmine, tidak mungkin Yasmine memakai pakaiannya terus menerus, toh pakaian Juliet tak sebanyak itu jika dipakai berdua.
“itu ukuranmu?”. Tanya Xander
“bukan, aku membelikannya untuk adikku, dia berulang tahun, jadi aku membelikan banyak pakaian untuknya”.
“umur berapa adikmu?”.
“16 tahun”.
“pasti cantik sepertimu”.
“ya dia sangat cantik”.
“kau tinggal dimana?”.
“apartemen xxxx”.
“sendiri?”.
“dengan adikku, kalau kau berkunjung kesana, pintu akan selalu terbuka untukmu”.
“ya aku akan kesana jika tidak sibuk”.
Juliet kembali tersenyum, beberapa pakaian sudah dipilihnya. Juliet membayar di kasir dengan black card
miliknya, Xander semakin senang bisa mengenal Juliet, dia wanita yang kaya dari kartu yang dimiliki, saudara seperti kode D yang ada diatasnya dan mungkin Juliet juga memiliki harta yang melimpah.
Tiba-tiba Adrian datang menghampiri Juliet saat wanita itu keluar dari toko bersama Xander, Adrian
merangkul pinggang Juliet posesif bahkan mengecup pipinya singkat yang membuat Juliet sedikit terkejut. “sayang, kenapa kau tidak bilang kalau mau belanja disini?”. Ucap Adrian yang membuat Juliet sedikit kesal dalam hatinya. “waw siapa pria ini? Kau berjalan dengan pria lain”.
Juliet melepaskan pelukan Adrian dan menampar pipinya “maaf tuan siapa anda, jangan berperilaku kurang
ajar”. Juliet memegang lengan Xander erat.
Adrian sedikit terkejut, Juliet berdiri dibelakang Xander. “ini kekasihku”. Ucap Xander, sedangkan Juliet yang dibelakang Xander mengisyaratkan pada Adrian untuk pergi. Adrian pun pergi begitu saja dengan wajah kesal.
“siapa dia?”. Tanya Xander
“aku tidak tau, tapi dia selalu mengangguku, bahkan aku tidak tau namanya siapa, terima kasih sudah
menolongku”.
“apapun itu, yang pasti kau akan aman bersamaku”.
Xander mengantarkan Juliet sampai di depan gedung apartemennya, pria itu langsung pergi karena ada urusan
mendadak di hotel. Saat Juliet berjalan ke lift, tepat di dalam lift sudah ada Adrian dengan wajah dinginnya menatap Juliet, Juliet masuk kedalam lift dan berdiri di samping Adrian.
Tiba-tiba Adrian mendorong Juliet, mencium bibir wanita itu kasar. “ah”. Juliet dengan sekuat tenaga
mendorong Adrian hingga melepaskan ciumannya, bibir Juliet sedikit bengkak karna ciuman Adrian.
“siapa dia?”. Tanya Adrian
“jangan ikut campur urusanku, kau hampir saja menggagalkan rencanaku”.
“tidakkah orang lain saja yang melakukannya”.
“tidak, karena ini inisiatifku, bukan perintah organisasi”.
Adrian melihat Juliet teduh, disentuhnya lembut bibir Juliet yang sedikit bengkak karena ulahnya
“maafkan aku”. Juliet hanya mengangguk, perlahan Adrian mengusap bibir Juliet, turun kebawah hingga lehernya, mereka kembali berciuman, berebeda dengan sebelumnya, Adrian lebih lembut. Bahkan pria itu berusaha membuka jaket jeans yang dipakai Juliet, namun Juliet menghentikannya bertepatan dengan lift terbuka.
“aku akan ke apartemenmu nanti malam”. Ucap Juliet lalu keluar dari lift dan berjalan menuju
apartemennya sendiri. Menghilang dibalik pintu.
Adrian tersenyum bahagia, dia harus menyiapkan segalanya untuk kedatangan Juliet, termasuk wine dan juga
ranjang yang nyaman untuk aktifitas mereka berdua nanti. Adrian menuju apartemennya sendiri dan masuk kedalam.
____________________________________________________________________
ganteng banget Tuhan, pengen di peluk doi :(