Without Time Until Last

Without Time Until Last
Episode 20



“sudah, aku memasak untukmu juga, tapi kau tidak datang jadi terpaksa makanannya aku buang karna basi”.


“maafkan aku, bagaimana kalau malam ini aku mengajakmu pergi jalan-jalan?”. Tawar Juliet


“kemana?”.


“mall, kau bisa membeli make up, kau juga bisa belajar make up, bagaimana?”.


Yasmine mengangguk senang, Juliet tau kalau Yasmine sangat menyukai tayangan yang menayangkan tutorial


make up.


“sekarang kau bisa bersiap”.


“ya”. Yasmine meletakkan Flody disofa dan pergi kekamarnya.


Sedangkan Juliet berdiri di dapur sembari meminum segelas wine, setidaknya tidak membuatnya mabuk jika


sedikit saja. Tubuh Juliet rasanya seperti tertimpa beban berat, sangat sakit semua bahkan melebihi rasa sakit dia sehabis berkelahi dengan sepuluh penjahat.


Juliet pergi kekamarnya, mengganti hoddie yang dipakai dengan pakaian casual seperti biasanya. Membiarkan


rambutnya tergerai panjang. Sembari menunggu Yasmine selesai dandan, Juliet menghubungi kode D menanyakan tugas berikutnya, jika tidak ada dia akan mencari tau siapa pembunuh daddy nya dengan cepat.


“ya kode X”.


“apa tugas untukku”.


“kosong”.


“baguslah”.


Juliet menutup ponselnya bersamaan dengan Yasmine yang baru saja keluar dari kamar, gadis enambelas


tahun itu terlihat sangat cantik dengan dress warna pink yang dipilihkannya kemarin, rambut pirangnya di biarkan tergerai menambah kesan dewasa.


Mereka berdua keluar dari apartemen Juliet, saat di luar, tanpa sengaja mereka bertemu dengan Adrian yang


juga ingin masuk lift. Di lift ada Juliet, Yasmine ditambah dengan Adrian. Beberapa kali Adrian mencari celah untuk menyentuh tangan Juliet tanpa dikatahui Yasmine.


Adrian tersenyum sendiri dibelakang Juliet, begitu pula Juliet.


Lift terbuka, Juliet melepaskan tangan Adrian dan keluar bersama Yasmine, saat berada di mobil.


Yasmine yang hanya diam memulai pembicaraan. “apa pria yang tadi tinggal di apartemen sebelah?”. Tanya Yasmine yang hanya di jawab anggukan Juliet


“dia baik?”. Tanya Yasmine kembali


“ya lumayan”.


“kau mengenalnya?”.


“hanya menyapa”.


Yasmine mengangguk-anggukkan kepalanya.


Mobil Juliet berhenti didepan pintu masuk mall, setelah keluar Juliet memberikan kunci mobilnya pada


penjaga untuk parkir. Kemudian mereka berjalan masuk kedalam mall, bagkan Yasmine hanya melongo melihat keramaian dan juga lampu yang saling beradu.


“jadi benar mall sebagus ini?”. Ucap Yasmine


“kau baru pertama kali?”.


Yasmine mengangguk


“kalau kau mau kau bisa kesini tanpa aku, tapi kau harus bisa jaga diri”.


Dari jauh Adrian terus mengamati Juliet, pria itu berdiri tak jauh dari Juliet bersama Kevin yang ada


di sampingnya. Beberapa orang yang melihat Adrian terpukau akan ketampanan pria itu, apalagi saat dia tersenyum. Yasmine yang terus mengamati sekitarnya menangkap sosok Adrian berdiri tidak jauh darinya dan Juliet, Yasmine terdiam sebentar saat Adrian tersenyum melihat Juiet yang tengah memilih beberapa make


up yang cocok untuknya.


“yas, kau ingin yang seperti apa?”. tanya Juliet, namun Yasmine tidak menjawabnya, hingga Juliet melihat


arah pandang Yasmine. Mata mereka bertemu, Adrian langsung memalingkan wajahnya dan meninggalkan tempat tersebut. “yas”.


“ah iya?”.


“kau melihat sesuatu?”. Tanya Juliet yang sebenarnya dia sendiri tau kalau Yasmine sedang mengamati


Adrian


“tidak ada”.


“kau memilih yang seperti apa?”.


“ini”. Yasmine menunjuk beberapa make up yang di inginkannya, tak lupa asesoris dan juga ponsel, gadis


itu membutuhkan ponsel untuk menghubungi Juliet.


di bantu kode D Yasmine membawa belanjaannya ke apartemen Juliet, sedangkan Juliet harus pergi kealamat yang ingin dia kunjungi segera mungkin.


Mobil Juliet meninggalkan apartemen dengan kecepatan tinggi menuju sebuah gedung lama yang bahkan tak


berpenghuni, namun beberapa lampu masih nyala secara redup. Juliet menghentikan mobilnya di sebuah kedai makanan yang buka 24 jam di depan gedung tersebut.


Pemilik kedai yang sudah lumayan sepi pungunjung di jam tengah malam itu keluar untuk menemui Juliet


yang masih stay di dalam mobilnya, dia mengetok kaca mobil Juliet pelan.


Tok tok


Juliet dengan sedikit terkejut menurunkan kacanya.


“apa nona mencari sesuatu?”. Tanya pemilik kedai


“iya, gedung itu apa masih dipakai?”.


“setau saya sudah tidak dipakai, tapi hanya beberapa kali ada orang datang kesana”.


“kau bisa ceritakan padaku?”.


“tentu saja, nona lebih baik mampir ke kedai milik saya, tidak enak kalau berbicara di pinggir jalan”.


“baiklah”.


Juliet turun dari mobil dan masuk kekedai makanan dengan pemiliknya yang seorang wanita paruh baya. Pemilik


kedai tersebut membuatkan sebuah minuman hangat untuk Juliet.


“terima kasih”. Ucap Juliet


“gedung itu dulunya sebuah apartemen yang lumayan mahal disini, berjalanannya waktu semua meninggalkan


apartemen tersebut dan akhirnya tidak ada penyewa lagi, lalu satu tahun kemudian sebuah perkumpulan menyewa gedung tersebut, entahlah aku tidak tau untuk apa, tapi hari-hari tertentu akan banyak sekali mobil mewah yang


terparkir disana dan orang masuk kegedung tersebut. kufikir mereka melakukan ritual sesat”.


“tapi sepertinya ada lampu yang menyala”.


“itu satu-satunya lampu yang masih menyala, bahkan siang pun tidak mati”.


“lalu listriknya?”.


“entahlah aku tidak tau jelas masalah itu”.


“terima kasih atas penjelasannya”. Juliet beranjak dari duduknya, mengeluarkan beberapa lembar uang dari dalam tas dan memberikan pada pemilik kedai, “kau bisa memberitahuku mengenai gedung itu? Aku akan membayarmu, ini kontakku”. Ucap Juliet yang hanya dijawab anggukan pemilik kedai.


Juliet keluar dari kedai, membawa mobilnya menuju gedung, tepat didepan gedung tersebut. wanita itu


memberanikan diri untuk masuk kedalam gedung itu, berbekal pistol yang selalu dibawanya dan pertolongan dari kode D jikalau ada masalah.


Gedung yang sudah lumayan tua tetapi tangganya masiih kokoh, bahkan atapnya masih bagus, hanya saja


penerangan yang minim membuat gedung itu nampak jelek dan juga menakutkan.


Klatakk


Suara barang jatuh dilantai atas membuat Juliet menghentikan langkahnya dan berdiri dibalik tangga, suara


langkah kaki menuruni tangga semakin mendekat kearah Juliet berdiri. Sangat jelas seorang berpakaian rapi turun dari tangga, hanya sendiri.


“bagaimana perkembangannya?”. Ucap pria itu sambil membawa telepon genggamnya. “bagus


awasi terus”. Juliet sangat mendengar jelas suara pria itu, tapi tidak dengan wajahnya karena minim cahaya disana. Setelah melihat pria itu menuruni tangga, Juliet keluar dari persembunyian dan langsung naik ke lantai atasnya secara pelan.


Lorong yang panjang dengan hanya lampu berwarna merah, lorong itu sangat bersih berbeda dari pintu masuk


yang kumuh dan banyak debu.


Juliet terus berjalan melewani pintu-pintu. Brakk suara benturan dari dalam satu ruangan karena ada benturan di pintu itu membuatnya bersuara sangat keras. Juliet menghentikan langkahnya dan mendengarkan apa yang ada dibalik pintu itu, suara rintihan dan juga bentakan seorang pria.


“kode X kau ada dimana”.


Suara dari anting Juliet membuat wanita itu menuju salah satu ruangan yang bertuliskan toilet dengan


gambar wanita didepan pintunya.


“dalam sebuah misi sendiri”.


“jejakmu tidak terlacak”.


Juliet meninggalkan tasnya di mobil sekaligus ponselnya, dia tidak akan bisa mengirim alamat pada kode D.


”aku akan segera kembali”.


____________________________________________________________________________________