
Jesicca meninggalkan apartemen Adrian, air mata wanita itu jatuh saat berada di lift, dia menyesal, harusnya Jesicca mengungkapkan cintanya pada Adrian sejak dulu, lalu sekarang dia harus melihat Adrian bersama wanita lain yang di cintainya, bahkan mereka berdua sudah berhubungan sangat dekat, apalagi Gabriella sangat menyukai wanita itu.
Lain sisi, sebuah perkumpulan bertemu, dalam gedung dengan interior mewah berlapiskan emas yang ada disalah satu hotel di kota Paris, ruangan yang hanya bisa diakses oleh anggota organisasi tersebut, mereka menyebutnya white organization dengan ketua yang tak pernah menampakkan wajahnya karna selalu dibalik layar dan hanya ada
suara samaran saat diadakan pertemuan.
“tuan George sudah mati saat membawa chip itu pada kita, chipnya sudah berada di black organization”. Ucap
salah satu anggota yang bertanggung jawab menerima chip dari George
“ulah black organization? Kematiannya?”.
Mereka mengangguk
“pembunuh menggunakan pistol milik tuan George sendiri”.
“harusnya black organization mau bergabung dengan kita sejak sepuluh tahun yang lalu, tapi
mereka malah memilih mengibarkan bendera perang dengan kita”.
“bagaimana dengan blue organization?”.
“kami sudah mengirimkan beberapa orang melakukan penawaran”.
“bagus”.
►
Suara gemericik air di kamar mandi membuat Juliet semakin jenuh hanya duduk di depan televisi tidak
melakukan apapun dan ponselnya ditinggalkan dikamar hotelnya, dia tidak membawa pistolnya juga.
“Juli!!”. Teriak Gabriella dari dapur sambil membawa sebuah camilan dan juga wine yang dikeluarkan dari
lemari pendingin milik Adrian. “jadi kita pernah bertemu saat kecil, tapi sepertinya kau tidak mengingatku”. Ucap Gabriella sambil cemberut
“maaf kalau waktu kecil aku jahat padamu”. Ucap Juliet pada Gabriella
“dulu aku sangat mengagumimu bahkan hingga saat ini, kau tau aku selalu iri dengan gaun yang kau
pakai”.
“hahahaha daddy selalu memilihkan gaun yang indah untukku”.
“lalu sekarang?”.
“aku tidak tau, aku berpisah dengannya sejak lima belas tahun yang lalu, Daddy sudah meninggal saat
pemberontakan diacara ulang tahunku”.
“kalian sedang membicarakan apa?”, ucapan Juliet terhenti saat Adrian datang dan memotongnya. “kau ingin
mandi dulu sayang?”.
“hahaha tidak seperti yang kau bayangkan gab”.
“aku senang akhirnya Adrian memilihmu, aku benci dengan Jesicca sejak lama”.
“doakan kau segera memiliki keponakan gab”. Ucap Adrian yang kemudian mendapatkan pukulan dari Juliet
dilengannya. Lalu Juliet masuk ke kamar Adrian menuju kamar mandi hanya untuk mencuci wajahnya saja dan mengganti pakaiannya dengan kemeja milik Adrian, dia tidak mungkin memakai pakaiannya sendiri yang kotor terkena tumpahan minuman.
Selesai membersihkan diri dikamar mandi, Juliet keluar, diruang keluarga hanya ada Adrian, tanpa
Gabriella, bahkan di meja tidak ada tas milik Gaabriella “dimana Gabriella?”. Tanya Juliet
“pulang, kemarilah”. Panggil Adrian
Juliet duduk di sofa samping Adrian, pria itu mendekat kearah Juliet dan menghembuskan nafasnya di
leher Juliet, bau yang sama dengan bau Adrian.
“maaf aku memakai parfume mu”.
“tidak masalah, aku menyukainya, seakan semua yang ada di dirimu adalah milikku”. Adrian memeluk
Juliet erat sambil melihat taayangan televisi yang bahkan sebenarnya sama sekali bukan menjadi perhatian mereka berdua, mereka terlalu sibuk dengan pelukan masing-masing.
Jam menunjukkan sebelas malam, Adrian mulai memejamkan matanya, perlahan Juliet melepaskan pelukan pria
itu saat suara bel berbunyi, Adrian bahkan tidak membuka matanya sama sekali saat Juliet berjalan kearah pintu untuk membukanya.
Seorang yang belum pernah di jumpai Juliet berdiri disana, seorang pria yang sepertinya seumuran dengan
Adrian.
“apa Adrian ada didalam?”. Tanya pria itu yang hanya di jawab anggukan oleh Juliet “bisa bertemu
dengannya?”.
“Adrian sedang tidur, tunggulah sebentar, aku akan membangunkannya”. Ucap Juliet lalu masuk ke dalam
untuk membangunkan Adrian, namun sebelum membangunkan pria itu, Adrian sudah mulai membuka matanya.
“siapa?”. Tanya Adrian
“aku tidak tau, tapi dia mencarimu”.
luar.
Diambil ponsel miliknya berada di dalam tas, dia mengirimkan pesan pada kode M.
Aku sedang di Apartemen temanku, sudah kku kirimkan lokasinya, berikan aku pistol milikku di laci, disana juga ada ponsel, bawa sekaligus kesini.
Ketik Juliet diponselnya lalu di kirimkan pada kode M, tidak menunggu lama kode M membalasnya untuk
menggunakan antingnya. Juliet langsung mengambil antingnya dari daalam tas dan memakainya di kamar mandi sambil menyakan kran air agar tidak ada suara yang terdengar dari luar.
“kode X, bisa mendengar saya”.
“ya aku mendengarmu”.
“saya sedang perjalanan ke lokasi yang kau kirimkan, diluar ada mobil White Organization”.
“bagaimana mungkin”.
“saya tidak tau, tetaplah disana, saya akan naik”.
“baik, berhati-hatilah”.
Suara panggilan Adrian membuat Juliet sedikit terkejut, dia menata rambutnya yang semula di ikat menjadi dibiarkan tergerai untuk menutupi anting yang dipakainya. Lalu keluar dari kamar mandi berjalan kearah Adrian yang sudah duduk kembali disofa, pandangan Adrian tertuju pada telinga Juliet yang tertutupi oleh rambutnya.
Juliet yang merasa Adrian curiga padanya, wanita itu langsung menghampiri Adrian dan duduk di pangkuannya, mengalungkan tangannya di leher Adrian, dan tersenyum.
“siapa yang menemuimu?”. Tanya Juliet
“temanku”.
“iya siapa?”.
“temanku waktu sekolah dulu, sekaligus rekan kerjaku”.
Juliet hanya mengangguk.
“kenapa kau biarkan rambutmu tergerai?”.
“aku merasa jelek”.
“apapun itu kau tetap cantik dimataku”.
“berhenti berbohong”.
“aku tidak berbohong, apalagi kau sedang berada di atasku tanpa busana”.
“dasar mesum”. Juliet kembali memukul lengan Adrian dan terun dari pangkuannya, wanita itu menuju
dapur untuk mengambil air minum.
“kode X saya sudah dibalkon”.
“tetaplah bersembunyi sampai aku menyuruhmu”.
“baik kode X”.
Juliet kembali berjalan kearah Adrian sambil membawa air minum yang sudah di campur obat tidur. Wanita itu memberikannya pada Adrian dan duduk di samping pria itu. Perlahan Adrian meminum air putih yang diberikan oleh Juliet, hanya selang beberapa menit saat Adrian mulai menguap.
“kau mengantuk, bagaimana kalau kita tidur saja”.
“baiklah”.
Mereka berdua berjalan kearah kamar, Adrian langsung masuk kedalam selimut dan tertidur, sedangkan Juliet masih berdiri di depan kaca, Juliet tersenyum saat Adrian sudah berada didalam mimpi, wanita itu keluar dari kamar Adrian menuju balkon sambil membawa tasnya.
“mana ponsel dan pistolku?”. Ucap Juliet begitu bertemu dengan kode M
“ini”. Kode M memberikan ponsel dan pistol pada Juliet.
“kau tidak membawa mobil kemari?”.
Kode M menggeleng
“baguslah”.
“anda akan keluar dari sini?”.
“ya”.
“tapi pakaian yang anda pakai akan membuat anda kedinginan”.
“tidak masalah”. Ucap Juliet sambil memasukkan ponselnya kedalam tas dan pistolnya dibelakang hotpans
yang dipakai, tak lupa peluru yang dia masukkan kedalam saku.
Juliet memakai kembali sepatu converse yang bawa nya, mmenutup pintu balkon, dan keluar dari apartemen
Adrian. Juliet juga mengirimkan pesan pada Adrian kalau dia harus segera pulang, tapi karna Adrian tertidur, dia tidak ingin membangunkan Adrian.
Juliet dan kode M bersembunyi dibalik semak-semak saat mobil white organization keluar dari
basement, pria yang ada didalam mobil tersebut pria yang sama dengan yang datang keapartemen Adrian.
_______________________________________________________________________________