Without Time Until Last

Without Time Until Last
Episode 25



Selama dalam perjalanan, Juliet hanya diam. Beberapa kali Adrian mengajaknya berbicara tapi wanita itu


seakan tidak mendengarkan ucapan Adrian, hingga Adrian menghentikan mobilnya di


pinggir jalan.


“ada apa?”. tanya Adrian


“ha apa?”.


“apa yang kau fikirkan?”.


“siapa kau sebenarnya?”.


Adrian terdiam, dia tidak bisa mengatakan pada Juliiet siapa dia sebenarnya, atau Juliet akan membencinya


atau bahkan mengibarkan bendera perang terhadapnya.


“aku? Seperti yang kau tau”.


“kau bagian dari Blue Organization?”.


Adrian menggeleng, dia menatap Juliet hangat “temanku, namanya Jeff dia bagian dari Blue oragbization,


aku sama sekali tidak tertarik terhadap hal itu”.


“kau sungguhan?”.


“ya aku benar-benar mengatakan yang sebenarnya”.


“masalah tuan Nicoline?”.


Adrian menyenderkan tubuhnya, “aku berfikir kembali untuk tidak ikut campur atau memaksanya keluar


dari organisasi gelap”.


“aku minta maaf kalau organisasi gelap menyakiti daddy mu”.


“karena kesalahan daddy juga yang lalai”.


“kau sudah mengerti? Lalu kenapa kau tidak kembali ke Paris? Kau CEO N Corporation”.


“tidak lagi sekarang, aku mengembalikan jabatanku pada daddy, Gabriella akan belajar untuk itu”.


Juliet memeluk Adrian erat.


Mobil membawa mereka kembali keapartemen masing-masing, Yasmine sangat bahagia melihat Juliet datang


kembali dengan Adrian.


“maaf karna tidak mengabarimu”. Ucap Juliet, namun wanita itu terkejut tatkala melihat kode D


keluar dari kamar Yasmine “kode D”.


“kode X, aku bisa menjelaskannya”. Ucap kode D yang membuat Adrian hanya terkekeh dibelakang


Juliet


Yasmine menggandeng tangan kode D “maaf Juliet, tapi-“.


“jangan bilang kalian berhubungan?”.


Satu pukulan mengenai wajah kode D yang membuat pria itu terkapar dilantai.


“wow”. Adrian seakan di suguhi pertunjukan menarik.


“maafkan aku kode X, aku mencintainya”.


“Juliet, kami saling mencintainya”. Sela Yasmine


“astaga Yas, umurmu masih akan jalan 17 tahun, kau tidak mengerti apa itu cinta, kau harusnya belajar”.


Juliet menarik kerah baju kode D “apa yang sudah kau lakukan padanya!”.


Adrian menyentuh pundak Juliet lembut, “biarkan mereka menjelaskan, semua tidak berakhir dengan


kekerasan”. Ucap Adrian yang membuat Juliet melepaskan kode D


“duduk kalian!”. Perintah Juliet yang diikuti oleh kode D dan Yasmine


Adrian menuju dapur, pria itu mengambil sebotol wine dan juga gelas lalu menaruhnya dimeja. Juliet yang


melihat itu langsung menuangkan di gelas dan meminumnya sekali teguk.


“sejak kapan?”. Tanya Juliet


“sejak kami bertemu”. Ucap Kode D dan Yasmine bersamaan.


“apa kau tau siapa Yasmine?”. Tany Juliet pada kode D


“Yasmine sudah menceritakan masa lalunya termasuk Xander”.


“lalu kau akan membunuh Xander? Bawahanmu sendiri?”.


Kode D terdiam “kau tidak bisa melakukannya kode D, aku akan kena hukuman ketua”.


“ya aku tau”.


“kau dibutakan oleh cinta jika kau melakukannya”.


“tapi kau akan melakukannya”. Ucap kode D


“tentu karena aku sudah berjanji dengan Yasmine”.


Yasmine terduduk di bawah Juliet “tolong biarkan aku dengan Jimmy”.


Juliet melihat kearah kode D “kau bisa menjaganya?”. Kode D mengangguk “baiklah aku akan merestui kalian


berdua, ingat kode D, Yasmine adalah asset kita, kau sudah tau apa yang kau


lakukan”.


“aku mengerti”.


“ajari dia dengan baik”.


“iya aku tau”.


Juliet membawa Yasmine berdiri “sekarang terserah padamu, kau ingin ikut dengan kode D atau ingin


tetap tinggal disini”.


“kalau aku ikut dengannya, apa kau akan baik-baik saja?”.


“aku selalu baik-baik saja, kode D bisa menjagamu, tapi kau akan tterus dalam bahaya jika berada di


sampingku”.


“aku akan ikut dengannya jika kau mengijinkan”.


“aku mengjinkanmu”.


“terima kasih Juliet”.


Hari itu pula, Yasmine berkemas untuk tinggal bersama kode D, meninggalkan Juliet sendirian di


apartemennya. Juliet menghabiskan sebotol wine, sedangkan Adrian hanya


melihatnya bersama Flody.


“lihatlah mommymu Flody, dia benar-benar tidak bisa dihentikan”.


Guk guk guk


“sudah Juliet, kau menghabiskan banyak minuman hari ini”. Ucap Adrian mengambil botol yang masih


Juliet hanya diam, dia menunduk hingga kesadarannya benar-benar hilang, Adrian membopong Juliet ke


kamarnya, dilihatnya memory miliknya berada di atas nakas. ‘kau belum


membukanya baby’ Adrian mengambil memory miliknya kembali. bahkan menghancurkan


memory tersebut, kalau Juliet tau bisa bahaya besar. ‘mungkin aku akan


membantumu Juliet, kau terlalu lelah melakukannya sendiri’


Adrian menyambungkan panggilan kepada Jeff


“ya Adrian”.


“kau bisa menemuiku?”.


“aku sedang ada di Australia, ku fikir kau masih di California”.


“ya aku masih di California”.


“apa yang bisa kubantu”.


“tolak tawaran nya”.


“aku sudah menolaknya sejak dua hari yang lalu, dan mungkin kita akan berperang


dengannya”.


“baguslah”.


“apa ada masalah?”.


“ya kuharap kau bisa mencarinya untukku”.


“siapa?”.


“aku akan mengirimkannya padamu”.


“baik”.


Adrian menutup ponselnya dan kembali melihat Juliet yang terlelap.


Sebuah pesan masuk ke surel milik Jeff, pria itu membuka tab miliknya saat berada dalam perjalanan menuju


hotel. ‘pria yang memiliki luka bakar, William, bagaimana mungkin Adrian


melupakannya’ Jeff kembali mengirimkan pesan pada Adrian


Kau melupakan Willam, dia memiliki luka bakar yang sama


Hanya beberapa detik saat pesannya kembali dibalas.


Itu luka bakar orang yang membunuh tuan Aero, kau yakin Willam membunuhnya? Tidak,


karna dia masih seumuran kita waktu itu.


Jeff kembali terdiam,


Baiklah aku akan mencarinya


“siapkan penerbangan menuju Paris malam ini juga”. Ucap Jeff pada asistennya


“tapi tuan , kita akan bertemu dengan klien besok pagi”.


“batalkan”.


“baik tuan”.



Adrian mengusap rambut Juliet lembut, beberapa kali Adrian membangunkan wanita itu karna hhari mulai


gelap, tapi Juliet enggan untuk bangun.


“bangun sayang”. Panggil Adrian lirih hingga pada akhirnya Juiet bangun “minumlah terlebih dahulu, aku


banyak minum”. Adrian membantu Juliet bangun.


“berapa jam aku tidur?”.


“lama sekali”.


“kau disini sejak tadi?”.


“iya, aku takut kau kenapa-napa”.


“terima kasih”.


Dering ponsel Juliet membuat waniita itu bangun untuk menerima panggilannya.


”dimana kau?”.


“di apartemen ketua”.


“datang kemari”.


“baik saya akan segera kesana”.


Juliet menutup ponselnya.


“kau akan kesana disaat seperti ini?”. Tanya Adrian


“ya, karna ini penting”.


“Juliet, kau masih belum baikan”.


“tidak apa-apa Adrian”.


Juliet beranjak dari ranjang, mengganti pakaiannya dengan pakaian yang biasa dipakai, tak lupa Juliet memakai anting dan juga membawa pistolnya.


“aku akan mengantarmu”. Ucap Adrian yang membuat Juliet menghentikan kegiatannya


“Adrian, tunggu aku diapartemenmu, aku akan kesana setelah selesai”.


“Niana”.


“please”.


“baiklah”.


Juliet meninggalkan apartemennya dan juga Adrian yang masih ada disana. Juliet membawa mobilnya sangat kencang, tidak butuh waktu lama saat dia sampai disebuah bangunan mewah milik organisasi gelap dimana


ketua berada.


“ketua menunggumu diruangannya”. Ucap kode Y yang hanya dijawab anggukan oleh Juliet


Tok tok tok


“masuklah”.


Juliet membuka pintunya setelah mendapatkan persetujuan dari tuan Alexander didalam.


“ada apa ketua memanggil saya?”.


Tuan Alexander melemparkan sebuah berkas dimeja “bacalah, kau harus tau”.


“apa ini?”.


“kau bisa membukanya sendiri”.


“Adrian Romero Nicoline”.


_________________________________________________________________________________