Without Time Until Last

Without Time Until Last
Episode 29



Dengan setelan baju tidurnya, Juliet naik ke ranjang dan tidur disamping Adrian yang sudah mulai terlelap. Perlahan Juliet menyentuh wajah Adrian hingga membuat pria itu membuka matanya.


“mandilah terlebih dahulu”. Ucap Juliet


“aku malas”.


“ayo”. Juliet menarik Adrian untuk bangun, pria itu pada akhirnya terduduk dan memutuskan untuk pergi ke kamar mandi, setelah dari kamar mandi dilihatnya Juliet yang sudah terlelap dalam mimpinya tanpa selimut yang menutupi tubuhnya. Adrian menaikkan selimut hingga tertutup sampai leher Juliet, mengusap rambut Juliet dan mengecup kening wanita itu.


Pria itu pergi keluar kamarnya menuju dapur, meminum wine yang ada dimeja sembari melihat lampu yang menyala diseluruh kota melalui balkon apartemennya.


Jam menunjukkan pukul 3 pagi dan Adrian masih berdiri disana enggan untuk beranjak sedikitpun, suara langkah kaki dari belakangnya membuat pria itu menengok.


“kenapa kau ada disini?”. Tanya Juliet sambil memeluk Adrian erat


“kau bangun?”.


“aku mencarimu karna kau tidak ada disamping”.


“aku tidak bisa tidur”.


“apa ada masalah?”.


“entahlah, aku hanya takut jika kau pergi”.


Juliet menyentuh wajah Adrian lembut. “aku tidak akan kemana-mana, jadi jangan takut apapun”. Ucap Juliet



Juliet meninggalkan apartemen Adrian, wanita itu pergi setelah mendapatkan telepon dari kode Y untuk bertemu dengannya di markas, dan juga Juliet harus mengganti pakaiannya. Tanpa mengatakan apapun pada Adrian,


karena pria itu masih tertidur sangat lelap, Juliet hanya meninggalkan pesan bahwa dia akan segera kembali.


Mobil yang membawa Juliet dan kode M sampai di markas, mereka berdua langsung turun, didalam sebuah ruangan dengan minim pencahayaan. Mereka kode Y dan juga Hardin ada disana


“saya menunggu di luar kode X”.


Juliet mengangguk dan langsung masuk keruangan tersebut. duduk di antara kode Y dank ode Z atau Hardin.


“ketua sudah menghubungimu?”. Tanya Hardin pada Juliet yang dijawab anggukan oleh Juliet


“baiklah apa rencana selanjutnya?”.


“blue organization menghubungi ku semalam, mereka akan bergabung dengan organisasi gelap”. Ucap kode Y


“apa kau yakin?”. Tanya kode Z


“sangat yakin”.


“diatas blue organization ada orang yang berpengaruh penting”. Ucap Juliet yang membuat kode Y dan kode Z memandang kearah Juliet. “aku melihat dari berkas yang diberikan ketua padaku, dia adalah Adrian dari Big


Mafia”.


“lalu menurutmu? Sudah jelas kalau blue organization tidak bisa diandalkan, atau bisa saja akan berbalik menusuk organisasi gelap”.


“apa kau akan benar-benar membunuh nyonya Nicoline?”. Tany kode Y


“dia adalah pengkhianat yang sebenarnya”. Ucap kode Z yang membuat Juliet terdiam


Kode Y melihat kearah Juliet yang membuat Juliet bingung menjawab apa “apapun itu demi daddy”.


“bagus”.


Kode Z memberikan sebuah koper kecil untuk Juliet, “disana ada pakaian yang harus kau pakai dan juga perlengkapannya, pistolnya sudah diberikan kode M padamu kan”.


“sudah”.


Juliet mengambil koper tersebut dan membawanya kesebuah ruangan untuk berganti. Sebuah kaos berwarna hijau tua dipadukan dengan celana jeans hitam dan juga jaket kulit hitam, Juliet juga memakai sebuah anting


berwarna hitam untuk suara, untuk kali ini dia memasang sebuah alat penunjuk lokasi di sepatunya. Juliet memasukkan pistolnya di belakang celana yang dia pakai.


Setelah selesai bersiap, Juliet keluar dari ruang ganti didepan sudah ditunggu oleh kode Y.


“dimana kode Z?”. tanya Juliet


“dia sudah bergerak, aku akan menunggumu diarea 1”.


“baik”.


Juliet masuk ke dalam mobil yang di bawa kode M. “ponselmu beberapa kali berdering”. Ucap kode M, Juliet melihat kearah ponselnya, banyak sekali panggilan dari Adrian. Juliet membuka kaca mobilnya dan melempar ponselnya kejalanan.


“kode X bisa mendengarku?”.


“ya aku dengar”.


“petang kita masuk”.


“baik”.


“perjalanan akan sangat lama karena markas white organization lumayan jauh dari pusat kota”. ucap kode M


“kau sudah tau?”.


“ya aku tau sejak lama”.


Disisi lain, Adrian mondar mandi diapartemennya, dia sudah menyuruh beberapa bawahannya untuk melihat CCTV setiap jalanan dan juga apartemen disana, tapi tidak menemukan sosok Juliet sama sekali, hanya berhenti


sampai jalanan depan apartemen saat ada mobil organisasi gelap menjemputnya.


Jeff masuk ke apartemen Adrian.


“sepertinya hari ini”.


“kenapa organisasi gelap hanya diam dan tidak mengatakan apapun pada blue organization”.


“karna mereka sudah tau”.


“maksudmu?”.


“nyonya Nicoline terlibat dan kau adalah ketua Big Mafia”.


“maksudmu mommy? Ada apa dengannya?”.


“nyonya Nicoline yang ada di balik ini semua, dia menjadi kaki tangan ketua white organization”.


Adrian menarik kerah Jeff “kenapa kau baru mengatakan sekarang?”.


“aku baru mengetahuinya dari William, dan juga kau harus memilih mommy mu atau Juliet”.


Adrian melepaskan kerah Jeff dan meninggalkan pria itu. Adrian berjalan di ikuti Kevin “dimana mommy?”. Tanya Adrian


“nyonya Nicoline sedang shopping tuan”.


“apa kau yakin?”.


“saya akan menanyakan kembali”.


Kevin menghubungi penjaga nyonya Nicoline.


Nyonya menghilang sejak sore, dia menghilang setelah berada di mall


“nyonya Nicoline tidak ada tuan”.


“sial”.


Adrian mengambil ponselnya, pria itu membanting ponselnya saat melihat foto Juliet terpampang disana. “markas white organization sekarang”.


“baik tuan”.


Mobil yang membawa Juliet sampai di sekitaran gedung menjulang tinggi milik white organization, Juliet bersembunyi di balik gedung melihat nyonya Nicoline yang keluar dari mobil white organization, bahkan


Juliet juga melihat mobil berwarna navy yang sempat mengikutinya dengan kode M kemarin.


“kode Y posisi jam 12”. Suara kode Z terdengar “kode X posisi jam 8”.


“baik”.


Kode X sedikit berlari kearah yang ditunjukkan oleh kodeZ, pria itu berada di salah satu gedung yang setara dengan gedung white organization.


“jika kau ragu, maka kau tidak perlu ikut Juliet”. Ucap kode Y


“apa maksudmu kode Y”.


“aku bertanya pada kode X”.


“aku yakin untuk membunuhnya demi daddy”.


Langkah Juliet terhenti saat melihat mobil milik Adrian berhenti tak jauh dari gedung white organization.


“cek mobil Adrian ada disekitaran gedung”.


“berhenti, lihat keadaan”. Ucap kode Y


“kode X kau bisa masuk ke gedung sekarang”.


“baik”. Juliet masuk gedung melalui jendela yang ada di sisi kiri gedung tersebut, jendela yang mengarahkan ketoilet lantai dasar.


“ketua white organization ada di ruang bawah tanah”.


“dimana aku bisa menemukan pintu masuknya?”.


“dari sana kau bisa keluar, tepat di tangga depan loby ada gerbang untuk tangga turun yang gelap”.


“berhati-hatilah kode X”.


“baik”.


Sedanngkan Adrian keluar dari mobilnya, dengan di lindungi beberapa pengawal di sisi kanan kiri belakang dan depan, Adrian menuju gedung white organization.


Dalam ruangan pencahayaan minim, seorang pria tersenyum puas melihat CCTV yang terarah kedepan gedung melihat kedatangan nyonya Nicoline yang di susul putranya seorang ketua Big Mafia.


Adrian diperiksa oleh penjagaan di depan pintu masuk. “dimana kami bisa bertemu dengan pemimpinmu?”. Tanya Kevin


Penjaga tersebut membisikkan sesuatu pada Kevin. “baik”.


Adrian dan Kevin masuk meninggalkan beberapa pengawalnya di luar.


_____________________________________________________________________________________


karena keterbatasan waktu dan kesempatan, hari senin sampai rabu saya tidak bisa up episode berikutnya, saya akan ganti 3 episode di up bersamaan hari kamis. mohon pengertiannya, dan terima aksih buat yang udah sempetin baca like sama komen,


oh iya, aku mau tau nih yang baca Billionaire obsession of martine udah 500k views lebih. sesuai janji aku kemarin kalo dah nyampek 500k aku bakal kasih sequelnya, sequel nya tuh ngga nyambung tak ceritanya hampir mirip. saran kalian nih mau dibuat versi FF atau bukan? dan juga kalo mau FF kalian suka cast nya siapa?


aku bakal up setelah Without Time Until Last selesai, jadi sabar ya biar ngga campur juga ceritanya.


sekali lagi aku minta maaf karena nggak bisa up, ada kerjaan di luar kota, doa in yang terbaik yah dan selamat sampai aku pulang lagi. thanks