
“Adrian masuk”.
Juliet menghentikan langkahnya keluar dari toilet, wanita itu mengintip sedikit kearah luar, benar Adrian dan Kevin masuk ke dalam menuju ruang bawah tanah.
“apa yang selanjutnya”.
“pintunya tidak akan dikunci, jadi kau bisa masuk dengan mudah, CCTV akan di nonaktifkan oleh organisasi gelap dalam hitungan ke tiga. 1-2-3”.
Juliet langsung keluar toilet dan pergi menuju ruang bawah tanah. Wanita itu berdiri dalam kegelapan, namun dia bisa melihat jelas melalui cahaya lampu yang tidak terlalu terang di tengah ruangan tersebut. dimana Adrian dan Kevin duduk disana, didepannya ada pria paruh baya yang untuk pertama kalinya Juliet melihat pria itu, pandangannya terarah pada luka bakar yang ada di tangannya.
“tahan kode X”.
Juliet masih diam berdiri disana.
“dimana nyonya Nicoline?”. Tanya Adrian dengan dingin
“hahahaha ibumu sudah menjadi kaki tanganku sejak kau kecil”.
“dimana dia”.
“tenanglah”.
“katakan dimana dia!”.
Seorang wanita yang tak lain dan tak bukan nyonya Nicoline keluar dari sebuah ruangan kecil yang ada disana. “Adrian”. Panggil nyonya Nicoline yang membuat Juliet menahan air matanya yang jatuh,seketika ingatkan mengenai Daddynya terlintas, Juliet mengambil pistol yang disimpannya dibalik baju yang dia pakai.
“tahan dulu Niana”. Suara yang sangat dikenali Juliet membuat wanita itu terdiam.
Adrian beranjak dari duduknya, pria itu memluk ibunya erat. “mommy kenapa melakukan hal ini!”.
“maafkan mommy”.
Juliet melihat jelas saat Kevin dan Adrian lengah, pria itu mengambil pistolnya dan mengarahkan pada Adrian. Duarrr!! Suara tembakan terdengar sangat jelas.
“apa yang terjadi, Niana kau bisa mendengarku?”.
“kode X kau ada disana”.
“ya aku disini”.
Juliet menjatuhkan pistolnya bersamaan dengan Adrian, Kevin dan juga nyonya Nicoline melihat kearahnya. Ketua white organization terkapar di lantai dengan bersimbah darah yang keluar dari tubuhnya karena terkena tembakan dari Juliet.
“masuk sekarang, bunuh semua”. Perintah kode Z yang di ikuti semua anggota organisasi gelap yang tengah terlibat.
“Juliet kau ada disana”. Adrian yang mendekat kearah Juliet, namun Juliet kembali mengambil pistolnya
“jangan mendekat atau aku juga akan membunuhmu”. Ucap Juliet dengan air matanya yang terus menetes
“tembaklah kalau itu membuatmu bahagia, ayo lakukan”.
Nyonya Nicoline menghadang tepat didepan Adrian “bukan salahnya, kau bisa membunuhku nak, aku yang salah”.
“sejak kapan kau tau aku Niana?”. Tanya Juliet
“kemarin”.
“benar kau mengikutiku?”.
Nyonya Nicoline mengangguk.
“itu pilihanmu Niana, kuharap kau bisa memilih yang terbaik dari keputusanmu”.
“daddy”. Pistol yang dibawa Juliet jatuh bersamaan dengan wanita itu yang terduduk dilantai “hiks hiks hiks kenapa
kalian semua jahat!”.
Adrian menghampiri Juliet, memeluk tubuh wanita yang saat ini terlihat sangat rapuh.
Disisi lain, Hardin tengah berdiri disalah satu gedung bersama seorang pria paruh baya dengan wajah yang dulunya sangat tampan namun sekarang sudah semakin menua.
“Niana sudah siap menggantikan Alexander”.
“benar tuan, dia sangat cerdas dan juga memiliki mimpi yang tinggi”.
“kau juga Hardin”.
Adrian terus memeluk Juliet erat, menenangkan wanita itu. “Juliet, maafkan mommy”. Ucap Nyonya Nicoline.
“aku tidak bisa meneruskannya, mommy tidak salah apa-apa”.
◄flashback
Suara tembakan menembus perut tuan Aero, pria itu terkapar dilantai. Bersamaan dengan itu semua berhamburan keluar, tapi tidak dengan Alexander yang langsung mmembawa Aero kedalam mobilnya menuju rumah sakit pribadi milik keluarga Aero. Beberapa minggu Aero tidak sadarkan diri, bahkan Alexander mulai menyerah terhadap Aero, namun sepertinya pria itu kuat hingga membuka matanya di hari yang ke-13.
“syukurlah, aku akan memanggilkan dokter untukmu”. Alexander keluar dari ruangan inap Aero
Kemudian di susul beberapa dokter yang memeriksa keadaan Aero.
“bagaimana keadaannya?”. Tanya Alexander
“tuan Aero mulai membaik”.
“terima kasih”.
Tinggal Alexander dan juga Aero di ruangan tersebut.
“dimana putriku?”. Tanya Aero
“bersama Samuel”.
“apa dia baik-baik saja?”.
“sangat baik”.
“syukurlah, apa aku boleh meminta bantuan padamu?”.
“tentu saja”.
“gantikan aku dan katakana pada public kalau aku sudah mati”.
“tidak mungkin”.
“bagaimana dengan Niana?”.
“dia juga akan menganggapku telah mati”.
“baiklah kalau itu maumu”.
“lalu apa yang akan kau lakukan?”.
“mencari pelaku penambakan hari ini, dan Niana lah yang akan membalaskannya untukku”.
“aku akan mengajarinya setelah dia besar”.
“itu yang ku inginkan”.
▼Flashback off
Suasana cerah menyambut pagi Juliet, wanita itu terbangun dari tidurnya saat para pelayan masuk kedalam kamarnya. “pagi nona Niana, tuan sudh menunggu nona di meja makan”. Ucap pelayan pribadi Juliet
“baik terima kasih”. Juliet kembali tersenyum.
Juliet menuruni tangga menuju meja makan, mengecup pipi seorang pria paruh baya yang menunggunya dimeja makan.
“daddy harus mengangganti ketidak hadiran daddy dikehidupan Niana”.
“kau meminta apa hm? Rumah? Mobil mewah? Pesawat?”.
“Niana mau daddy tetap disisi Niana”.
“hahahaha tentu saja, daddy meminta maaf atas semuanya”.
“aku mengerti dad”.
Juliet memeluk tuan Aero dengan erat.
“sekarang makanlah, kau harus menemui Hardin”.
“dad-“.
“kau pewaris Aero Corp Niana”.
“tapi dad”.
“cukup kau harus bekerja, jangan terus-terusan memikirkan Adrian, itu akan membuatmu gagal melakukan apapun”.
“aku tidak memikirkannya dad”.
"kau masih belum bisa memaafkannya?".
"entahlah".
“cobalah, sekarang kau juga harus mandiri sayang”.
“baiklah”.
Selesai menghabiskan makannya, Julietlangsung pergi ke Aero Corp dimana Hardin sudah menunggunya. Mobil yang membawaJuliet berhenti didepan gedung perusahaan besar itu, Juliet keluar dari mobildisambut banyak sekali karyawan dan juga Hardin yang ada didepan.
“selamat datang nona Aero”. Ucap Hardin yang hanya membuat Niana tersenyum.
“terima kasih”.
Juliet masuk kedalam perusahaan bersama Hardin disampingnya. Didepan para pemegang saham dan juga orang berpengaruh, Juliet berdiri disana.
“perkenalkan nama saya Niana Aero, putri tunggal tuan Aero yang akan menjadi CEO Aero Corp kedepannya, mohon bantuannya semua”.
“bagus Niana”. Bisik Hardin yang dijawab senyuman Juliet.
Selesai mempperkenalkan diri, Juliet dan Hardin menghabiskan waktu makan siangnya di ruang kerja baru milik Juliet.
“jadi akhirnya kau memilih disini juga Niana”.
“kau yang lebih pantas menjadi ketua organisasi gelap”.
“hahaha kau juga pantas”.
“kufikir kau jenus berada di balik meja ini”.
“ya kau benar sekali, bagaimana hubunganmu dengan Adrian?”.
“entahlah”.
“bukankah dia melamarmu?”.
“ya dia sering melakukannya”.
“terima saja lah”.
“tidak semudah itu Hardin”.
Adrian terdiam di ruang kerjanya, dia terus memandangi foto Juliet yang terpampang dimeja kerjanya saat wanita itu tengah asik memotret ssalah satu tempat terbaik saat mereka pertama kali dekat.
“tuan Adrian, hari ini ada meeting dengan Sinc Corp”. ucap sekretaris Adrian
“baik, oh ya carikan aku Coffee late”.
“baik tuan”.
Adrian memakai kembali jasnya dan mengambil berkas-berkas penting untuk bahannya meeting.
_______________________________________________________________________________
gimana perasaan kalian? gimana caranya biar Niana mau memaafkan keluarga Adrian? hmm bentar aing mikir dulu ye.
thanks guys yang udah setia baca.
dan buat Amelisa Cherry Salsabila, thank you banget udah sering komen dan nungguin setiap episode nya. love you so much
dapet salam dari Adrian, kamu teh jangan lupa bahagia yah