
Adrian berjalan bersama Juliet dibandara, dengan Kevin
yang mengikuti dibelakangnya. Mata wanita itu membelalak tatkala melihat
pesawat bertuliskan Romero. Mereka berdua masuk kedalam pesawat tersebut,
Juliet tersenyum melihat perlakuan Adrian padanya. Mereka duduk berdampingan
dikursi yang sebelahan
Perjalanannya hanya membutuhkan beberapa jam hingga
sampai di Paris,
_Paris_
Suasana sepi dengan keindahan bangunan yang terhampar
dari ujung ke ujung, bangunan mewah berlantai dua memanjang membuat Juliet
terkagum, apalagi saat mobil yang membawanya dan Adrian memasuki gerbang
bangunan tersebut yang dijaga beberapa penjaga. Mobil berhenti didepan mansion
itu, Adrian keluar terlebih dahulu disusul Juliet, beberapa pelayan
menyambutnya dengan baik.
Pintu terbuka lebar, desain modern terpampang didepan
mata termasuk barang dan juga isi dari mansion tersebut. “ini area privat ku,
jadi hanya aku yang masuk ke sini”.
Juliet melihat kebelakang saat pintu tertutup sendiri.
“istrihatlah terlebih dahulu”. Ucap Adrian sambil
melepaskan jas yang dipakainya. Adrian mengambil kunci mobil diaci
“mau kemana?”. Tanya Juliet
“ada urusan”.
“aku ikut”.
“kau disini saja, jam 2 kita jalan”.
“baiklah”.
Adrian mendekat kearah Juliet mengecup bibir Juliet
sekilas lalu meninggalkan mansion.
Juliet duduk di ranjangnya, memainkan ponsel miliknya
untuk mengirim pesan pada kode Y. dan tugas kode D akan di gantikan oleh kode M
di Paris. Matanya membelalak saat mendengar Xander ditemukan meninggal di
apartemennya karena gas beracun yang berasal dari perapian. Juliet ingat saat
Adrian mengatakan bahwa dia akan mendengar Xander mati besok dan benar.
“kau sudah lihat CCTV?”. Tanya Juliet pada kode D dalam panggilan telepon
“hari itu CCTV rusak”.
“jejaknya?”.
“tidak ada sama sekali”.
“ketua tau masalah ini?”.
“iya”.
“lalu bagaimana?”.
“organisasi gelap tidak mengurusi urusan pribadi maupun dendam orang lain terhadap
anggotanya, Xander dianggap mati karena banyak yang mengincarnya”.
“baiklah, terima kasih”.
“sama-sama kode X”.
Juliet mematikan ponselnya dan menaruhnya kembali di
nakas, wanita itu pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai
dan hanya memakai jubah mandinya, Juliet melihat lemari pakaian milik Adrian,
isinya hanya pakaian milik Adrian, dalam bayangannya sama seperti mansion milik
Adrian yang ada di California. Juliet duduk di depan meja rias, kosong tidak
ada apapun disana, bahkan dia tidak bisa merawat wajahnya disini. Juliet pun
mengambil kemeja milik Adrian dan dipakainya begitu saja, rambut yang masih
basah pula.
Juliet duduk memeluk lututnya disofa sambil memakan apel
yang dia dapatkan di meja dapur, bahkan Adrian tidak menyimpan apapun di lemari
es nya.
Wanita itu menengok tatkala pintu terbuka, beberapa
pelayan membawa paper bag dan juga makanan.
“tuan Adrian menyuruh kami untuk membawakan makanan dan
juga kebutuhan nona Juliet”. Ucap salah satu pelayan wanita
“taruh saja dimeja, aku bisa menyiapkan sendiri, terima
kasih”.
“baik nona”.
Setelah menaruh beberapa kebutuhan Juliet dimeja, mereka
semua keluar. Juliet melihat paper bag yang lumayan banyak berisi pakaia milik
Juliet, sisanya makanan jadi. Juliet mengambil makanan tersebut dan memakannya,
ya untuknya karena itu makanan seporsinya saja.
Juliet mamakannya lahap, dia akan benar-benar mengutuk
Adrian karna membuatnya kelaparan. Setelah menghabiskan makanannya, Juliet
mengganti kemeja Adrian dengan dres yang sudah dibelikan oleh Adrian, dress
yang indah berwarna hitam sesuai dengan keinginannya.
Jam menunjukkan pukul 2, Adrian masuk kedalam mansionnya,
melihat Juliet yang tengah melihat pemandangan lewat jendela yang mengarah
langsung kearea kolam renang dan jug ataman bunga.
“kau menyukainya”. Bisik Adrian sembari memeluk tubuh
Juliet dari belakang, menciumi leher Juliet seduktif.
Juliet mengangguk, wanita itu membalikkan tubuhnya
menghadap Adrian “tapi kau membuatku kelaparan”.
“hahaha aku meminta maaf soal itu, aku melupakan kalau
kau belum makan dan juga pakaiannya, tapi sepertinya ini sangat bagus untukmu”.
sayang, sesaui janjiku”.
Adrian membawa Juliet menaiki mobil mewahnya, mobil yang
membawa mereka keliling kota Paris.
“kita akan kemana?”. Tanya Juliet
“kerumah orang tuaku”.
Juliet langsung melihat kearah Adrian, melepas kacamata
hitamnya “kenapa kau tidak bilang dari awal”.
“sudahlah orang tuaku tidak pernah mempermasalahkan
apapun, Gabriella sudah menunggumu disana”.
Mobil yang membawa Juliet dan Adrian memasuki perumahan
mewah di kota Paris, salah satu rumah disana adalah milik keluarga Nicoline.
Didepan pintu rumah sudah ada Gabriella yang tengah menunggu kedatangan mereka.
Gabriella langsung memeluk Juliet begitu wanita itu keluar dari mobil.
Adrian menarik Juliet hingga pelukan Gabriella terlepas.
“please Adrian, kau sering bersama Juliet, jangan egois”.
“diamlah”. Adrian menarik Juliet masuk kedalam rumah
diikuti Gabriella dibelakangnya.
Nyonya Nicoline tengah menyiapkan makan malam untuk
mereka, sedangkan tuan Nicoline tengah membaca tab nyak diruang keluarga.
“mom dad”. Panggil Adrian yang membuat mereka melihat
kearah Adrian.
Tuan Nicoline melepaskan kacamatanya dan menghampiri
Adrian “akhirnya kau pulang nak”. Begitu pula nyonya Nicoline yang langsung memeluk
Adrian juga Juliet.
“mommy Adrian”. Ucap nyonya Adrian memperkenalkan dirinya
“Juliet nyonya”.
“panggil saja mommy, ah dan ini daddy Adrian”.
Juliet memperkenalkan dirinya dengan menjabat tangan
kedua orang tua Adrian. Lalu mereka duduk di meja makan untuk menikmati makan
malam.
“oh ya Juliet, kau asli mana? Bagaimana dengan orang
tuamu?”. Tanya nyonya Nicoline
“orang tua Juliet sudah tiada mom, Juliet tinggal sendiri
di California, sebelumnya dia tinggal bersama bibi nya”. Jelas Adrian yang
hanya di imbuhi anggukan oleh Juliet.
“maafkan aku Juliet”.
“tidak apa-apa nyonya”.
“panggil saja mommy”.
“ah iya mom”.
Selesai menghabiskan makan malam, Adrian dan Juliet
langsung pulang ke apartemen Adrian, karena apartemen itu lebih dekat ketimbang
ke mansionnya.
Dalam perjalanan menuju apartemen, Juliet membuka mulut.
“Xander di temukan tak bernyawa, apa itu ulahmu?”. Tanya
Juliet tanpa melihat kearah Adrian
“ya, kau sudah tau sendiri”.
“kenapa kau melakukannya, harusnya aku yang membunuhnya”.
Adrian menghentikan mobilnya dipinggir jalan, menatap
tajam Juliet “sudah cukup kau membunuh orang Juliet”.
“tapi itu memang pekerjaanku”.
“siapapun yang berani mendekatimu maka dia akan mati
ditanganku”.
Juliet memeluk Adrian erat “terima kasih telah
melindungiku”.
Suara dering ponsel membuat Adrian menghentikan
pendangannya kearah Juliet, dan memilih mengambil ponselnya. Nama Kevin
terpampang disana
“halo”.
“tuan, ada masalah di Locus Group”.
“dimana Jeff?”.
“tuan Jeff ada disini, Locus mengadakan meeting dadakan malam ini”.
“aku akan segera kesana setelah mengantar Juliet”.
“baik tuan”.
Adrian mematikan ponselnya dan menyimpannya kembali di
saku nya.
”ada apa?”.
“sedikit masalah”.
“aku akan mengantarmu pulang keapartemenku”.
“baik”.
Mobil Adrian sampai di basement apartemen miliknya,
Juliet meminta pria itu untuk segera pergi saja, dia bisa naik sini keapartemen
milik Adrian. Namun kesempatan itu ia gunakan untuk bertemu kode M.
“kode X”. panggil kode M dari belakang Juliet
“kau membawa barang yang kuminta?”.
“iya”. Kode M memberikan sebuah pistol beserta pelurunya
pada Juliet “oh ya kode X, tuan Dexon ada di markas saat ini”.
________________________________________________________________________