Without Time Until Last

Without Time Until Last
Episode 27



Adrian berjalan bersama Juliet dibandara, dengan Kevin


yang mengikuti dibelakangnya. Mata wanita itu membelalak tatkala melihat


pesawat bertuliskan Romero. Mereka berdua masuk kedalam pesawat tersebut,


Juliet tersenyum melihat perlakuan Adrian padanya. Mereka duduk berdampingan


dikursi yang sebelahan


Perjalanannya hanya membutuhkan beberapa jam hingga


sampai di Paris,


_Paris_


Suasana sepi dengan keindahan bangunan yang terhampar


dari ujung ke ujung, bangunan mewah berlantai dua memanjang membuat Juliet


terkagum, apalagi saat mobil yang membawanya dan Adrian memasuki gerbang


bangunan tersebut yang dijaga beberapa penjaga. Mobil berhenti didepan mansion


itu, Adrian keluar terlebih dahulu disusul Juliet, beberapa pelayan


menyambutnya dengan baik.


Pintu terbuka lebar, desain modern terpampang didepan


mata termasuk barang dan juga isi dari mansion tersebut. “ini area privat ku,


jadi hanya aku yang masuk ke sini”.


Juliet melihat kebelakang saat pintu tertutup sendiri.


“istrihatlah terlebih dahulu”. Ucap Adrian sambil


melepaskan jas yang dipakainya. Adrian mengambil kunci mobil diaci


“mau kemana?”. Tanya Juliet


“ada urusan”.


“aku ikut”.


“kau disini saja, jam 2 kita jalan”.


“baiklah”.


Adrian mendekat kearah Juliet mengecup bibir Juliet


sekilas lalu meninggalkan mansion.


Juliet duduk di ranjangnya, memainkan ponsel miliknya


untuk mengirim pesan pada kode Y. dan tugas kode D akan di gantikan oleh kode M


di Paris. Matanya membelalak saat mendengar Xander ditemukan meninggal di


apartemennya karena gas beracun yang berasal dari perapian. Juliet ingat saat


Adrian mengatakan bahwa dia akan mendengar Xander mati besok dan benar.


“kau sudah lihat CCTV?”. Tanya Juliet pada kode D dalam panggilan telepon


“hari itu CCTV rusak”.


“jejaknya?”.


“tidak ada sama sekali”.


“ketua tau masalah ini?”.


“iya”.


“lalu bagaimana?”.


“organisasi gelap tidak mengurusi urusan pribadi maupun dendam orang lain terhadap


anggotanya, Xander dianggap mati karena banyak yang mengincarnya”.


“baiklah, terima kasih”.


“sama-sama kode X”.


Juliet mematikan ponselnya dan menaruhnya kembali di


nakas, wanita itu pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai


dan hanya memakai jubah mandinya, Juliet melihat lemari pakaian milik Adrian,


isinya hanya pakaian milik Adrian, dalam bayangannya sama seperti mansion milik


Adrian yang ada di California. Juliet duduk di depan meja rias, kosong tidak


ada apapun disana, bahkan dia tidak bisa merawat wajahnya disini. Juliet pun


mengambil kemeja milik Adrian dan dipakainya begitu saja, rambut yang masih


basah pula.


Juliet duduk memeluk lututnya disofa sambil memakan apel


yang dia dapatkan di meja dapur, bahkan Adrian tidak menyimpan apapun di lemari


es nya.


Wanita itu menengok tatkala pintu terbuka, beberapa


pelayan membawa paper bag dan juga makanan.


“tuan Adrian menyuruh kami untuk membawakan makanan dan


juga kebutuhan nona Juliet”. Ucap salah satu pelayan wanita


“taruh saja dimeja, aku bisa menyiapkan sendiri, terima


kasih”.


“baik nona”.


Setelah menaruh beberapa kebutuhan Juliet dimeja, mereka


semua keluar. Juliet melihat paper bag yang lumayan banyak berisi pakaia milik


Juliet, sisanya makanan jadi. Juliet mengambil makanan tersebut dan memakannya,


ya untuknya karena itu makanan seporsinya saja.


Juliet mamakannya lahap, dia akan benar-benar mengutuk


Adrian karna membuatnya kelaparan. Setelah menghabiskan makanannya, Juliet


mengganti kemeja Adrian dengan dres yang sudah dibelikan oleh Adrian, dress


yang indah berwarna hitam sesuai dengan keinginannya.


Jam menunjukkan pukul 2, Adrian masuk kedalam mansionnya,


melihat Juliet yang tengah melihat pemandangan lewat jendela yang mengarah


langsung kearea kolam renang dan jug ataman bunga.


“kau menyukainya”. Bisik Adrian sembari memeluk tubuh


Juliet dari belakang, menciumi leher Juliet seduktif.


Juliet mengangguk, wanita itu membalikkan tubuhnya


menghadap Adrian “tapi kau membuatku kelaparan”.


“hahaha aku meminta maaf soal itu, aku melupakan kalau


kau belum makan dan juga pakaiannya, tapi sepertinya ini sangat bagus untukmu”.


sayang, sesaui janjiku”.


Adrian membawa Juliet menaiki mobil mewahnya, mobil yang


membawa mereka keliling kota Paris.


“kita akan kemana?”. Tanya Juliet


“kerumah orang tuaku”.


Juliet langsung melihat kearah Adrian, melepas kacamata


hitamnya “kenapa kau tidak bilang dari awal”.


“sudahlah orang tuaku tidak pernah mempermasalahkan


apapun, Gabriella sudah menunggumu disana”.


Mobil yang membawa Juliet dan Adrian memasuki perumahan


mewah di kota Paris, salah satu rumah disana adalah milik keluarga Nicoline.


Didepan pintu rumah sudah ada Gabriella yang tengah menunggu kedatangan mereka.


Gabriella langsung memeluk Juliet begitu wanita itu keluar dari mobil.


Adrian menarik Juliet hingga pelukan Gabriella terlepas.


“please Adrian, kau sering bersama Juliet, jangan egois”.


“diamlah”. Adrian menarik Juliet masuk kedalam rumah


diikuti Gabriella dibelakangnya.


Nyonya Nicoline tengah menyiapkan makan malam untuk


mereka, sedangkan tuan Nicoline tengah membaca tab nyak diruang keluarga.


“mom dad”. Panggil Adrian yang membuat mereka melihat


kearah Adrian.


Tuan Nicoline melepaskan kacamatanya dan menghampiri


Adrian “akhirnya kau pulang nak”. Begitu pula nyonya Nicoline yang langsung memeluk


Adrian juga Juliet.


“mommy Adrian”. Ucap nyonya Adrian memperkenalkan dirinya


“Juliet nyonya”.


“panggil saja mommy, ah dan ini daddy Adrian”.


Juliet memperkenalkan dirinya dengan menjabat tangan


kedua orang tua Adrian. Lalu mereka duduk di meja makan untuk menikmati makan


malam.


“oh ya Juliet, kau asli mana? Bagaimana dengan orang


tuamu?”. Tanya nyonya Nicoline


“orang tua Juliet sudah tiada mom, Juliet tinggal sendiri


di California, sebelumnya dia tinggal bersama bibi nya”. Jelas Adrian yang


hanya di imbuhi anggukan oleh Juliet.


“maafkan aku Juliet”.


“tidak apa-apa nyonya”.


“panggil saja mommy”.


“ah iya mom”.


Selesai menghabiskan makan malam, Adrian dan Juliet


langsung pulang ke apartemen Adrian, karena apartemen itu lebih dekat ketimbang


ke mansionnya.


Dalam perjalanan menuju apartemen, Juliet membuka mulut.


“Xander di temukan tak bernyawa, apa itu ulahmu?”. Tanya


Juliet tanpa melihat kearah Adrian


“ya, kau sudah tau sendiri”.


“kenapa kau melakukannya, harusnya aku yang membunuhnya”.


Adrian menghentikan mobilnya dipinggir jalan, menatap


tajam Juliet “sudah cukup kau membunuh orang Juliet”.


“tapi itu memang pekerjaanku”.


“siapapun yang berani mendekatimu maka dia akan mati


ditanganku”.


Juliet memeluk Adrian erat “terima kasih telah


melindungiku”.


Suara dering ponsel membuat Adrian menghentikan


pendangannya kearah Juliet, dan memilih mengambil ponselnya. Nama Kevin


terpampang disana


“halo”.


“tuan, ada masalah di Locus Group”.


“dimana Jeff?”.


“tuan Jeff ada disini, Locus mengadakan meeting dadakan malam ini”.


“aku akan segera kesana setelah mengantar Juliet”.


“baik tuan”.


Adrian mematikan ponselnya dan menyimpannya kembali di


saku nya.


”ada apa?”.


“sedikit masalah”.


“aku akan mengantarmu pulang keapartemenku”.


“baik”.


Mobil Adrian sampai di basement apartemen miliknya,


Juliet meminta pria itu untuk segera pergi saja, dia bisa naik sini keapartemen


milik Adrian. Namun kesempatan itu ia gunakan untuk bertemu kode M.


“kode X”. panggil kode M dari belakang Juliet


“kau membawa barang yang kuminta?”.


“iya”. Kode M memberikan sebuah pistol beserta pelurunya


pada Juliet “oh ya kode X, tuan Dexon ada di markas saat ini”.


________________________________________________________________________