
“kode X bisa dengar”.
Juliet mengabaikan panggilan kode Y, wanita itu masih sibuk mengamati pria berpakaian rapi di
depannya.
“kotor!”. Ucap Juliet yang hanya di amati oleh pria itu. Sedangkan kode Y yang mendengar suara Juliet
bernafas lega saat sampai di ruangan dimana kode C berada.
“apa yang kau mau? Kita tidak mengusik kalian sama sekali”.
“ya benar kalian tidak mengusik kami sama sekali, tapi kalian bermain kotor dengan menculik wanita
Asia untuk bekerja sex”.
“hahahaha lalu?”.
“kau bertanya lalu?”. Juliet mengarahkan ekor matanya pada wanita yang duduk ketakutan di ranjang
dengan tubuh yang hanya tertutupi selimut “penawaran nyawa atau gabung”.
“kami tidak akan gabung dengan kalian”.
“baguslah, 810 masuk, bebaskan semua!”.
“baik”.
“kode Y masuk”.
”20 detik”.
Juliet beranjak dari duduknya, saat Juliet berjalan kearah wanita yang terduduk diranjang. Pria itu
mengeluarkan pisau dari balik bajunya, hanya berjarak 30 centi pisau tersebut menembus tubuh Juliet. Duarr!! Peluru mengenai tepat di jantung pria itu dari arah balkon, kode Y ada disana dengan mambawa pistolnya. Juliet hanya tersenyum, dia sudah tau jika pria itu pasti akan mengeluarkan pisau yang disimpannya dibalik pakaian yang dipakainya.
“kau membahayakan dirimu sendiri! Bagaimana kalau ketua tau”. Ucap Kode Y kesal yang hanya di jawab
ketawa kecil Juliet, Juliet menghampiri wanita yang masih ketakutan diranjang.
“are you okey?”. Ucap lembut Juliet
Wanita itu membuka mata dan telinganya melihat Juliet yang tersenyum padanya. “tolong”. Ucap wanita itu,
Juliet mengulurkan tangannya, sembari menyuruh kode Y pergi.
Setelah kode Y pergi, Juliet membantu wanita itu. “kau punya pakaian?”. Tanya Juliet, wanita itu
hanya menggeleng.
Juliet merobek selimut dan tirai putih yang ada di kamar itu, membantu melilitkan di tubuh wanita itu hingga
menjadi pakaian yang pantas. Lalu Juliet membawanya keluar bersama yang lain, mengembalikannya ke keluarganya masing-masing termasuk memulangkannya ke Negara asalnya.
Selesai dengan tugasnya, Juliet tidak kembali keapartemen, wanita itu memilih diam di pinggiran jembatan
sembari melihat hari yang mulai gelap. Yasmine sedari tadi hanya duduk di depan televisi dengan Flody beberapa kali melihat kearah pintu berharap Juliet segera datang.
Yasmine memutuskan keluar apartemennya dan pergi keapartemen Adrian.
Tok tok tok
Adrian membukakan pintunya, dia sedikit bingung saat Yasmine datang.
“ada apa?”. tanya Adrian
“apa Juliet ada disini?”.
Adrian menggeleng karena memang Juliet tidak berada di apartemennya.
“dia tidak pulang sejak pagi”.
Adrian membalikkan badan, menyambar jaketnya yang ada disofa. “tetaplah diapartemenmu dan tunggu dia
kembali, hubungi aku kalau dia sudah kembali keapartemen, aku akan mencarinya”.
“terima kasih”.
Adrian langsung pergi menggunakan mobilnya, tujuannya saat ini adalah beberappa tempat yang Juliet
suka datangi. Sudah tiga tempat dan hari mulai gelap tetapi Juliet tidak ada di sana. Hingga pada akhirnya Adrian melihat mobil Juliet yang terparkir dipinggir jembatan, Juliet tengah duduk di pinggiran danau sambil melemparkan batu yang ada disekitarnya.
Adrian menghampiri Juliet, duduk di samping wanita itu, membawa kepala Juliet ke pundaknya. “are you
okay?”.
Juliet hanya mengangguk.
“penawaranku tetap akan berlaku sampai kapanpun”. Ucap Adrian
“aku tidak bisa”.
“ya aku mengerti, aku akan membantumu mencari pelakunya”.
“terima kasih, tapi aku bisa melakukannya sendiri, kau tidak bisa ikut campur dengan urusan
keluargaku”.
Adrian membawa Juliet kedalam pelukannya, mengusap lembut punggung Juliet.
“ayo pulang”. Ajak Adrian
“aku tidak ingin ke apartemenku”.
Juliet kembali menggeleng, “aku bisa ke markas”.
“aku tidak mengijinkanmu malam ini kesana, kau ikut denganku”. Ucap Adrian.
Adrian membawa Juliet masuk ke mobilnya meninggalkan mobil Juliet disana, Juliet sudah mengirimkan pesan
pada kode D untuk mengambil mobilnya dan membawanya kembali keapartemen.
Mobil Adrian memasuki sebuah komplek perumahan mewah, ada satu mansion mewah dengan interior modern,
lampu yang menyala menambah kesan mewah mansion tersebut. beberapa penjaga membuka gerbang, membiarkan mobil Adrian masuk.
“ini tempatmu?”. Tanya Juliet
“ya, aku membelinya sejak kau sekolah menengah atas untuk ku tinggalin, hanya beberapa kali”.
Adrian keluar dari mobil, membukakan pintunya untuk Juliet. “silakan tuan putri”. Juliet hanya tersenyum,
menggandeng tangan Adrian dan masuk kedalam mansion tersebut.
Kevin menunggunya didepan pintu.
“selamat datang nona Juliet”. Ucap Kevin dengan sopan. Adrian memberikan kode pada Kevin untuk
menyembunyikan Kyle dan menutup rapat pintu dimana Kyle berada, jangan sampai Juliet berada di lantai tempat Kyle.
Juliet melihat semua interior mansion milik Adrian, sangat mewah dan juga tidak terlalu berlebihan,
Juliet menyukai warnanya yang identic putih. Adrian membuka sebuah kamar, yang mana didalamnya serba warna biru tua.
“ini kamarmu?”. Tanya Juliet
“ya, lebih tepatnya kamar kita, kau bisa membersihkan diri terlebiih dahulu, aku akan menyiapkan makan
malam untuk kita”.
“thanks”.
Adrian hanya mengangguk. Juliet masuk kedalam kamar mandi untuk memberihkan dirinya. Setelah selesai, dia
membuka salah satu lemari pakaian milik Adrian, wanita ituu sangat terkejut melihat banyak gaun mahal milik wanita ada disana, Juliet menutupnya kembali, mengambil kemeja biru muda milik Adrian yang terlalu besar ditubuhnya dan memakainya.
Juliet keluar dari kamar, menghampiri Adrian yang tengah memasak di dapur, “kau suudah selesai?”. Tanya
Adrian
“hm kau punya banyak baju wanita”.
“milikmu”. Jawab Adrian sambil menengok kearah Juliet, tapi pria itu malah meihat Juliet memakai
kemejanya
“aku meminjam kemejamu”.
“tidak masalah, tapi baju wanita yang ada di lemari itu disiapkan untukmu”.
“kau yakin?”.
“kau kira aku menyiapkan untuk wanita lain, atau milik wanita yang tinggal bersamaku?”.
Juliet hanya mengangguk
“gaun itu masih baru, kau bisa melihatnya sendiri, aku menyiapkan untukmu, tapi sepertinya aku lebih
menyukai kau memakai kemeja itu”.
Juliet melemparkan daun bawang pada Adrian “aku boleh meminjam laptopmu?”. Tanya Juliet
“tentu saja, kau bisa ke ruang kerjaku, pintu itu”. Adrian menunjuk sebuah pintu yang terbuat dari kaca di
samping kamar Adrian.
“thanks”.
Juliet langsung keruangan tersebut, duduk di kursi kerja Adrian dan membuka laptop milik Adrian. Juliet
mengeluarkan memori yang diberikan kode Y, membuka file yang ada di memori
tersebut. sebuah foto-foto pada saat ulang tahun Juliet, foto ayahnya yang mati
tertembak, Juliet memperbesar gambar pria yang menggunakan baju serba hitam,
ditangannya ada sebuah luka bakar. Pria itu yang membunuh ayahnya, dalam file
tersebut juga ada sebuah video.
Hi Niana, putri daddy yang sangat cantik. Daddy harap ketika kamu melihat ini kamu
tidak menetesakan air mata, entahlah daddy rasa daddy akan segera bertemu mommy
mu. Maafkan daddy dan mommy yang meninggalkanmu sendiri, jangan menangis, kalau
kamu menangis mommy dan daddy pasti juga akan sangat sedih. Niana, di dunia ini
tidak ada orang yang benar-benar baik, tapi akan ada orang yang tulus padamu.
Paman Samuel akan menjagamu, dan paman Alexander akan menggantikan sosok daddy
untukmu, I love you baby.