
“kode X masuk”.
Juliet berdiam diri di depan meja riasnya sambil terus memainkan kukunya, sedangkan Adrian sibuk dengan laptop yang dibawanya dan juga ponsel yang selalu berdering. Mereka bukan lagi honeymoon melainkan bekerja di
tempat lain yang jauh bersama-sama. Sesekali Juliet melihat Adrian, begitupula Adrian yang juga memastikan Juliet tetap tenang.
“kode Y lantai dua masuk”.
“kode X, saya akan menyalurkan 777 pada tab anda sekarang”.
“baik”. Juliet mengambil tab nya yang ditaruh ditas, disana terlihat jelas gambar dan posisi dengan tanda masing-masing. Jadi kalau mereka sedang ada misi pasti ada yang mengintai secara digital dan beberapa kamera dari berbagai sudut, termasuk yang dibawa oleh setiap orang yang masuk akan terlihat jelas disana, jadi jika ada musuh yang tiba-tiba datang 777 akan mengabarkan langsung untuk mundur atau bersembunyi atau melawannya.
“William?”. Ucap Adrian keras hingga bisa didengar Juliet.
“ada apa?”.
“Klaosan adalah William, Jeff mundur begitu pula blue organization”.
“apa? kau serius?”.
“ya aku serius”.
“kode X masuk, pemimpin Klaosan adalah William, sahabat Jeff blue organization”.
“kami juga baru mengetahuinya”.
“kejahatan tetaplah di hancurkan”. Suara Hardin terdengar
“kode Z, mereka tau kedatangan kita”.
Juliet melihat kearah layar saat semua orang berlarian menuju kearah kode Y
”kode Y, disebelahmu ada jendela, kau bisa turun melalui sana dan kearah barat. Mereka membawa senjata mati”. ucap Juliet sambil melihat tab nya
Kode Y mengikuti arahan dari Juliet hingga pria itu turun dan berlari memasuki hutan yang ada di barat.
“kode Y bisa mendengarku? Katakan kau baik-baik saja”.
“ya kode X saya baik-baik saja”.
“plan B”.
“kode O dua langkah lagi kau maju, dalam belokan itu kau akan bertemu dengan dua orang penjaga bersenjata, ruangan disebelahmu tidak terkunci, kau bisa masuk sana dan bunuh saja isinya”.
“baik kode X”.
“kode Y bisa mendengarku?”.
“aku di posisi lantai bawah, beberapa orang berjaga”.
“William ada di mobil luar”.
“bagus”.
“sekarang itu pilihanmu untuk tetap membunuhnya atau menyadarkannya”.
“kau tau aku tidak suka berbasa-basi”.
“ya aku tau kau bisa memilih yang terbaik”.
►
Juliet terus mondar-mandir didepan jendela besar di kamarnya, bahkan mereka mengurungkan diri untuk keluar. Beberapa kali Juliet melihat ponsel taka da pesan maupun panggilan. Beberapa menit yang lalu 777 dan
alatnya kehilangan koneksi dan mati.
Adrian menyentuh lembut pundak Juliet “mereka akan baik-baik saja”.
“bagaimana sahabatmu? Apa kau merelakannya?”.
“dia salah, dia harus mendapatkan apa yang harus dia dapatkan”.
“Jeff?”.
“aku telah berbicara dengannya, aku tidak tau apa yang diputuskannya”.
Seharian Juliet dan Adrian berada di kamar hotelnya, bahkan beberapa kali nyonya Nicoline menghubungi keduanya tapi tidak menjawabnya sama sekali.
“mommy menghubungimu?”. Tanya Adrian dari kamar mandi
“iya”.
“biarkan saja dulu”.
Kemudian nama Hardin terpampang dilayar, Juliet langsung membawa ponselnya menjauh untuk menjawab panggilan dari Hardin.
“ya bagaimana keadaanmu?”.
“semua baik-biak saja, wanita-wanita itu telah dibebaskan”.
“syukurlah”.
“kau tidak menanyakan soal William?”.
“itu keputusanmu”.
“William menyetujui bekerjasama dengan organisasi gelap, toh mereka sudah tidak dibawah white
organization lagi, kami berencana membuka markas di Amerika dan Klaosan di tutup, berganti dengan bisnis organisasi gelap”.
“bagus, aku senang mendengarnya. Bagaimana kode Y?”.
“dia sedikit luka karena terkena pecahan kaca, tapi dia biak-baik saja dan sudah ditangani dokter”.
“aku tutup teleponnya, have fun”.
“thank you Hardin”.
Hardin menutup panggilannya, Juliet berbalik badan dan melihat Adrian yang juga baru saja menerima telepon dari orang lain.
“Blue Organization bergabung dengan organisasi gelap, begitupula William”.
Juliet mengangguk.
“aku tidak menyangka kalau akhirnya tidak ada nyawa yang berjatuhan”.
Adrian melihat jam yang ada dinakas, menunjukkan pukul 5 sore. “keluar hm?”. Tanya Adrian
“boleh, aku akan mengganti bajuku”.
Juliet mengambil baju santai yang di belikan oleh pengawal Adrian, setidkanya pengawalnya tau ukuran bajunya dan juga jangan lupakan ukuran sepatunya pula. Juliet berdiri didepan kaca sambil melihat penampilannya
“pengawalmu sangat tau ukuranku”.
“dia melihat identitasmu di web, lagipula kenapa kau ssaat wawancara harus menjawab semuanya termasuk ukuran bra”.
“aku hanya menjawab pertanyaan, apa salahnya”.
“aku menghapus artikel tentang itu”.
“hahahaha”.
Adrian dan Juliet berjalan-jalan di sekitaran kota, memakan streetfood yang disediakan sepanjang jalan, dari es krim, makanan berminyak, kue ringan, dan banyak hal lainnya. Mereka juga masuk kesalah satu toko
souvenir yang ada didekat sana, Juliet snagat antusias melihat beberapa barang pajangan, termasuk sebuah patung miniature cuppid berwarna emas putih tulang.
“kau mau?”. Tanya Adrian
“iya, lucu”.
Adrian mengambil patung tersebut dan dimasukkan kedalam keranjang belanjaannya. Tak hanya itu, Juliet juga membelikan untuk Joy dan juga Gabriella.
“apa Gaby datang ke California?”.
“dia sibuk di perusahaan daddy, mungkin tidak”.
“bagaimana kalau kita ke Paris setelah honeymoon”.
“tentu saja, tapi kau harus kembali bekerja sayang, jangan sampai daddy marah karena kau mengulur waktumu untuk jalan-jalan”.
“ya aku tau”.
►
Luna keluar dari kamarnya, gadis itu membawa setumpuk buku yang akan di jualnya karena sudah tidak terpakai kembali. dia melihat Kyle yang duduk di depan televisi sambil mengusap perut.
“apa kau butuh ke dokter?”. Tanya Luna
“tidak, aku baik-baik saja”.
“tapi bayimu butuh, nanti aku akan mengantarmu ke dokter untuk memeriksakannya”.
“terima kasih”.
“aku senang kau ada disini, rumahku kosong sejak aku kuliah ke kota, jadi kau bisa tinggal disini kalau kau butuh tempat berteduh”.
Luna duduk di samping Kyle setelah menaruh bukunya di luar rumah untuk diambil pengepul barang bekas. Tayangan tentang Aero Corp terpampang dilayar.
“kau tau, aku selalu bermimpi bisa seperti nona Niana, dia wanita yang sukses dan juga menikah dengan pria yang sangat tampan. Ku fikir semua keluarga kaya akan menikahkan anaknya dengan yang setara”. Ucap Luna antusias
“tapi jahat”.
“apa maksudmu?”. Luna melihat kearah Kyle
“tidak, kadang seseorang memiliki sisi buruk”.
“ya kau benar, dilayar mereka harus tersenyum. Aku berharap bisa bekerja di perusahaan itu”.
“kau bisa”.
“hahahaha mimpi saja, aku tidak akan sanggup berdiri diantara orang-orang yang ada disana”.
“jika aku katakan aku mengenal mereka semua, apa kau percaya?”.
Luna melihat kearah Kyle kembali
“maybe”. Jawab Luna
“yang kau tau Niana itu bernama Juliet sewaktu sekolah menengah atas”.
“jadi kau satu sekolah dengannya?”.
“ya aku satu sekolah dengannya dulu, tidak ada yang tau kalau dia putri tunggal keluarga Aero”.
◄Flashback
“Kyle! Aku melihat Juliet bersama Lucas”. Ucap salah satu teman satu geng Kyle
Lucas adalah kekasih Kyle sejak dulu, dan akhir-akhir ini memang sering berubah sikapnya. Mendengar hal tersebut, Kyle langsung berjalan kearah taman menuju tempat dimana Juliet ddan Lucas berada.
Kyle mengghampiri Juliet dan menamparnya keras-keras hingga sudut bibir Juliet sedikit mengeluarkan darah. “tidak tau malu, berani-berani nya kau mendekati kekasihku”.
Lucas menahan tangan Kyle “aku bisa jelaskan, aku tidak ada hubungan apa-apa”.