
Warning !!
“iya”. Kode M memberikan sebuah pistol beserta pelurunya pada Juliet “oh ya kode X, tuan Dexon ada di markas saat ini”.
“kau membawa mobil?”.
“iya kode X”.
“baiklah kita kesana sekarang”.
“baik”.
Kode M dan Juliet langsung menuju markas menggunakan mobil yang dibawa oleh kode M, tanpa mereka sadari seseorang mengintai mereka berdua dan melaporkannya pada seseorang disebrang sana.
“saya melihat wanita itu dengan seorang pria misterius, mereka menggunakan mobil milik organisasi gelap”.
“ikuti mereka”.
“baik”.
Juliet melihat kearah kaca mobil yang dibawanya.
“kau melihatnya?”. Tanya Juliet pada kode M, kode M hanya mengangguk.
“saya akan membereskannya”.
“tembak saja mobilnya”. Perintah Juliet
“baik kode X. posisi 390 mobil navy yang mengikuti dibelakang, tembak ban nya”.
“baik kode M”.
Jalanan yang sedikit lengah saat peluru menembus ban milik mobil yang mengikuti mobil Juliet dan kode M, Juliet semakin mempercepat laju mobil yang dibawanya hingga sampai di sebuah gedung markas organisasi gelap. Beberaap mobil ada disana termasuk mobil milik tuan Dexon. Juliet langsung keluar dan masuk ke gedung tersebut.
“hai Niana, bagaimana kabarmu?”. Tanya Dexon sambil menghisap rokoknya, untuk pertama kali Juliet melihat tuan Dexon menghisap rokok
Hardin masuk keruangan tersebut dan duduk di meja yang sama dengan mereka.
“kode Z juga ada disini?”. Bisik Juliet pada kode M yag berdiri di belakangnya
“iya kode X”.
“kau belum mengenal Hardin?”. Tanya tuan Dexon yang dijawab gelengan oleh Juliet “Hardin yang mengelola perusahaan milik ayahmu”.
Hardin sedikit terkejut mendengar ucapan Dexon begitu pula Juliet. “jadi kau Niana Aero?”. Tanya Hardin
Juliet hanye bisa mengangguk, sampai kapanpun semua akan tau kalau putri Aero masih hidup.
“Niana, sudah waktunya kau mengelola perusahaan milik ayahmu”. Ucap tuan Dexon yang dijawab anggukan oleh Hardin
“tuan Hardin, aku mohon padamu untuk tetap mengelola dan memimpin perusahaan daddy”. Ucap Juliet
“tapi Niana-“. Hardin sedikit bingung dengan ucapan Niana
“aku mohon, aku tidak ingin melakukannya sebelum pembunuh daddy mati dihadapanku”.
Hardin mengeluarkan sebuab map berwarna coklat.
“pembunuhnya ketua White Organization, bagaimana kau bisa membunuhnya?”.
Juliet terdiam sambil membuka map yang diberikan oleh Hardin “kau harus segera naik dan berada di antara public, agar banyak yang melindungimu, ketua sudah mengatakan padamu dan kau menolaknya juga”. Ucap tuan
Dexon
“ya aku menolaknya”. Jawab Juliet
“kau berhubungan dengan putra tuan Nicoline?”. Tanya Hardin yang dijawab anggukan oleh Juliet “kau tau masalah keluarga Nicoline terhadap organisasi gelap”. Juliet kembali mengangguk
“tapi Adrian berbeda”.
“kau percaya dia akan melindungimu? Bagaimana kalau dia memilih keluarganya dan menyingkirkanmu”.
“maksudmu?”.
“ketua tidak mengatakan padamu secara rinci?”. Tanya Hardin kembali, Hardin melihat tuan Dexon dan kode M, mengisyaratkan mereka berdua untuk keluar terlebih dahulu.
Kemudian tuan Dexon dan kode M keluar dari ruangan tersebut.
“alasan tuan Nicoline menanggung pukulan setiap malam adalah karena istrinya”.
“maksudmu?”.
“nyonya Nicoline yang membawa ketua white organization pada acara uang tahunmu waktu itu”.
“jadi-“.
“ya benar, kau akan berfikir siapa yang dipilih oleh Adrian, ibunya atau wanita yang di cintainya?”.
“ibunya, Adrian akan memilih wanita yang melahirkannya”.
“tentu saja, kau juga akan memilih ayahmu ketimbang Adrian kan”.
“lalu apa yang harus kulakukan sekarang?”.
“kau berharap Adrian akan membantumu? Ikuti ketua, tetaplah disini Adrian, buat dia mencintaimu sampai tidak ingin meninggalkanmu bahkan tidak bisa hidup tanpamu”.
“aku akan melakukannya”.
“kau mencintainya?”.
“aku tidak tau”.
“kuharap kau professional dan tidak jatuh hati padanya”.
“ya aku akan berusaha”.
“kau berjanji untuk professional?”.
“aku berjanji”.
“baguslah”.
Suara dering ponsel Juliet membuat wanita itu mengalihkan panadangannya kearah ponsel, nama Adrian tertera disana.
“Adrian menghubungiku”.
“angkat saja, didekat gedung ini ada sebuah kedai coffee yang lumayan enak, katakana kau ada disana”.
“baik, terima kasih”.
Juliet beranjak dari duduknya keluar dari ruangan tersebut, diluar ada tuan Dexon dan kode M yang tengah berbincang.
“kode X akan kemana?”. Tanya kode M
“aku harus kembali, bawa mobilnya”. Ucap Juliet sambil melemparkan kuncinya pada kode M.
“baik kode X”.
“saya permisi tuan Dexon”.
“hati-hati Niana”.
Juliet berjalan kearah kedai coffee yang ada tak jauh dari gedung tersebut, memesan coffee late yang katanya paling enak disana. Hanya beberapa menit dia meminum coffee nya Adrian membuka pintu kedai dan
menghampiri Juliet. Adrian memluk Juliet, mengecup bibirnya sekilas.
“aku mencarimu kemana-mana, bahkan apartemen sialan itu tidak menangkap keberadaanmu di CCTV”.
“entahlah aku tidak tau, aku hanya ingin pergi ke kedai ini karena melihat postingan di instagram”.
“baiklah, kau sudah selesai?”.
“iya”.
“kita pulang”.
Adrian meninggalkan beberapa lembar uang dimeja dan mengajak Juliet pergi dari kedai coffee tersebut.
Pintu apartemen Adrian terbuka, pria itu mendorong Juliet kedinding, mencium bibirnya kasar. “aku ingin memakanmu malam ini sayang”. Ucap Adrian yang hanya dijawab senyuman Juliet
Mereka saling *****, Adrian terus mengecupi tubuh Juliet yang membuat wanita itu mendesah sangat keras. “kau menyukainya hm?”.
“terus Adrian ahh”.
“tenang sayang”.
Adrian membawa Juliet naik ke meja makannya “aku memiliki permainan menarik untukmu”. Adrian mengambil wine di dalam lemari pendingin, tak lupa es batu. Menuangkannya kedalamgelas beserta es batu kecilnya.
“kau ingin apa?”. tanya Juliet
“bermain denganmu”. Adrian mengambil satu es batu dan menyentuhkannya di leher Juliet.
“ahhh”.
“kau menyukainya?”. Juliet hanya mengangguk, sedangkan Adrian terus bermain di leher Juliet, turun hingga ke dada wanita itu, Mengecupnya.
“cukup ahh”.
“kau ingin apa sayang”.
“dirimu!”.
“katakan lebih jelas Juliet”.
“dirimu Adrian”.
“bagus”. Adrian meletakkan es batu yang dipegangnya di meja, membawa tubuh Juliet masuk kedalam kamarnya dan membaringkan Juliet diranjang.
Adrian mengecup kaki Juliet, naik keatas hingga ke ****** nya. “ahhh-“. Desah Juliet sambil terus menekan kepala Adrian “lakukan sekarang”.
“baik sayang, sabarlah”.
-Skip-
Juliet memainkan dada Adrian terus sambil Adrian memeluknya. Mengecup rambut Juliet beberapa kali.
“menikahlah denganku”. Ucap Adrian
“aku belum terfikirkan untuk menikah, aku masih sangat muda”.
“ya aku tau, aku ingin memiliki anak darimu”.
“Adrian, aku harus menemukannya”.
“ya aku tau, bagaimana kalau aku sudah menemukan siapa pembunuhnya?”.
“mungkin aku akan pergi beberapa saat untuk misi itu”.
Adrian mengusap perut datar Juliet “kuharap ada kehidupan disana”.
“tidak Adrian”.
Suara dering ponsel Juliet membuat wanita itu beranjak dari ranjang, mengambil kemeja milik Adrian dan memakainya.
“ya ada apa?”.
“ketua ingin berbicara denganmu”.
“baik sambungkan”.
“apa kau siap Niana?”.
“ya aku siap”.
“kode Y akan membantumu, jadi tunggulah”.
“baik”.
Ponsel Juliet mati, dia kembali meletakkannya dimeja nakas.
“kau akan kemana?”.
“misi besar”.
“aku akan membantumu”.
Juliet terdiam, wanita itu menghampiri Adrian, memeluk nya erat. “kau tidak akan pernah bisa melakukannya untukku Adrian”.
“aku bisa melakukan apapun untukmu Juliet”.
“aku tidak yakin”.
Juliet menuju kamar mandi milik Adrian untuk membersihkan tubuhnya,
_________________________________________________________________________________