
Semua tayangan dan berita mengabarkan pernikahan CEO Aero Corp dengan putra dari Nicoline, banyaka yang setuju dengan pasangan itu, banyak pula bertebaran foto saat tanpa sengaja seseorang bertemu dijalan maupun ada diresturant, banyak pula yang mengatakan hubungan mereka sangat lama dan harus segera menikah karena keduanya sudah siap untuk menikah.
Tapi tidak dengan seorang wanita yang tengah berdiri di balik dinding rumah sederhananya, sejak kepulangan dia kerumah besar keluarganya, dia tidak diterima karena kondisi tubuhnya yang tengah mengandung tanpa ayah. Dan berakhirlah dia di bekas rumah kekasihnya dulu, rumah sederhana di tengah-tengah kota.
“aku tidak akan membiarkan kau bahagia Juliet, sudah cukup kau membuatku hancur. Aku juga akan menghancurkanmu”. Ucapnya sembari mematikan tayangan berita di televisi.
Kyle keluar dari rumahnya memakai hoddie dan juga celana panjang sederhana, langkah kakinya membawa wanita itu datang ke apartemen Juliet, dia berdiri dibalik dinding pembatas di basement dimana Juliet tinggal. Sebuah mobil datang, itu adalah mobil milik Adrian, pria tampan bertubuh tinggi memiliki senyuman manis itu keluar dari mobil dan membuakakan pintu sebelah kanannya.
Juliet keluar dari mobil berjalan beriringan dengan Adrian, Kyle berlari kearah Juliet ssambil memegang pisau ditangannya, berharap bisa menusuk Juliet. Namun Juliet lebih dahulu menahan tangan Kyle yang
membuat Adrian sedikit terkejut.
Semua pengawal Adrian datang menahan Kyle.
“aku akan membunuhmu Juliet!”. Teriak Kyle
“kalian tidak bisa bekerja ha?”. Bentak Adrian pada pengawalnya saat Kyle dibawa pergi menjauh “kau tidak apa-apa sayang?”. Tanya Adrian sambil menyentuh perut Juliet
“aku tidak apa-apa”.
“bagaimana mana mungkin dia bisa masuk sini!”. Bentak Adrian kembali pada para pengawalnya yang menunduk merasa bersalah.
“sudah”. Juliet menyentuh lengan Adrian “aku tidak apa-apa”.
“bagaimana kalau Kyle sampai benar-benar melukaimu, aku tidak akan memaafkan diriku sendiri”.
“aku sudah mengatakan padamu sejak awal kalau aku bisa menjaga diriku sendiri”.
“tapi sayang”.
Juliet mangajak Adrian naik ke apartemen mereka. Sampai di dalam, Juliet langsung membersihkan dirinya dan naik keranjang. Wanita itu sama sekali tidak melihat sosok Adrian didalam kamar, ya hanya berfikir Adrian ada di ruang keluarga atau ruang kerjanya. Dan benar, Adrian berada di ruang kerjanya.
“bagaimana?”.
“kami sudah mengurus Kyle tuan”.
“pastikan dia tidak mendatangi calon istriku lagi”.
“baik tuan, tuan Kevin ingin berbicara dengan anda”.
“tuan ini saya Kevin”.
“apa yang kau lakukan disana”.
“saya memastikan nona Kyle baik-baik saja”.
“kau menyukai nya?”.
“tidak tuan, saya hanya merasa bersalah pada nona Kyle”.
“lalu? Kau akan menikahinya?”.
Kevin terdiam
”benar kau menyukainya Kevin, aku tidak akan ikut campur dengan urusanmu tapi Kyle tidak baik untukmu”.
“jika dia diberi waktu dan kesempatan untuk berubah, pasti dia bisa lebih baik”.
“terserah apa yang kau inginkan, kau harus datang besok keapartemenku”.
“baik tuan”.
Adrian menutup ponselnya, dia meminum wine yang ada dimeja dan berjalan keluar dari ruang kerja. Membuka pintu kamar dimana Juliet tengah terlelap, Adrian menghampiri wanita itu menyelimuti tubuh Juliet. Tangan Juliet menahan lengan Adrian “kau minum?”. Tanya Juliet lembut, Adrian duduk di sisi ranjang dimana Juliet tidur.
“aku minta maaf atas hari ini”. Ucap Adrian
Juliet bangun dari tidurnya menyentuh pundak Adrian dan membawa kepalanya menyender pada Adrian “kenapa kau minta maaf? itu adalah kecelakaan yang kau sendiri tidak tau akan terjadi”.
Adrian mengusap pipi Juliet lembut “aku akan mandi terlebih dahulu, lanjutkan tidurmu”. Juliet mengangguk dan membaringkan tubuhnya kembali diranjang, sedangkan Adrian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Dering ponselnya membuat Juliet terbangun kembali dan memilih menjawab panggilan yang masuk.
“halo”.
“kami sudah memutuskan kalau kode X tidak ikut dengan misi kali ini”.
“apa? bukankah sebelumnya sudah setuju kalau aku juga akan ke Amerika”.
“kode X tengah hamil, tuan Aero pasti marah besar kalau tau”.
“aku akan ijin pada Daddy, kapan kalian akan menjalankan misinya?”.
“setelah pernikahan kode X”.
“baik”.
Juliet menutup teleponnya bersamaan dengan Adrian yang keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang dililitkan dipinggangnya sekaligus mengeringkan rambutnya yang masih basah.
“mengobrol dengan siapa?”.
“anggota organisasi gelap”.
“ada urusan apa lagi?”.
“misi penting, duduklah”. Juliet menggeser tubuhnya agar Adrian duduk di sampingnya
Adrian memakai baju tidurnya dan duduk di samping Juliet.
“ada apa?”.
“kau tau soal Klaosan?”.
“apa itu misi organisasi gelap? Aku tengah penasaran dengan mereka, karna aku melihat anggotanya membawa seorang wanita Asia secara paksa”.
“aku pernah menghancurkan markasnya yang di sini, mereka sangat kejam”.
“kau tidak perlu lagi ikut campur dengan misi ini, jangan egois, kau tengah mengandung, aku tidak mau terjadi sesuatu padamu. Kau bilang kau bisa melindungi dirimu sendiri, aku tau itu, tapi tolong jangan
bertindak yang aneh-aneh”.
“ya aku tau”.
Adrian memeluk Juliet erat. “aku tidak ingin kau kenapa-napa”.
“aku tau”.
►
Mobil Adrian berhenti didepan gedung Aero Corp, Juliet keluar dari mobil nya dan langsung masuk kedalam gedung. Saat sampai didepan ruangannya dia melihat sekretarisnya yang hamil duduk didepan
computer, dia membayangkan kalau nanti kandungannya akan sebesar itu.
“Anna, kau sudah mengurus cuti mu?”. Tanya Juliet
“sudah nona Niana, nanti aka nada yang menggantikan saya”.
“jam berapa dia datang?”.
“setelah meeting dengan tuan Dexon”.
“baiklah”.
Juliet masuk kedalam ruangannya, dia duduk di balik meja CEO miliknya memeriksa beberapa berkas yang menumpuk dimeja. Denting pesan masuk membuat Juliet mengalihkan pandangannya dari kertas ke ponsel.
Jam makan siang aku menjemputmu sayang, sekaligus memilih cincin, mommy sudah menyiapkan tempat terbaik
Juliet tersenyum dan membalas pesan Adrian.
Siap sayang
Juliet kembali membaca berkasnya yang masuk hingga ketukan pintu terdengar.
Tok tok tok
“ya masuk”. Ucap Juliet sambil menutup lembaran kertas yang dibacanya
“15 menit lagi meeting dengan tuan Dexon”.
”baik, sebentar lagi saya keluar”.
Juliet merapikan mejanya, mengambil berkas yang dibutuhkan dan juga tab nya. Wanita itu keluar dari ruangannya, di luar Anna sudah menunggu.
“silakan nona”.
“baik”.
Mereka berjalan ke lift menuju lantai sepuluh dimana akan di adakan meeting penting. Tuan Dexon sudah ada disana dengan sekretarisnya sekaligus asisten pribadinya.
“apa kabar Juliet”. Ucap taun Dexon sambil menjabat tangan Juliet
“baik tuan, sudah lama sekali sejak waktu itu kita tidak pernah ketemu”.
“dan kau akan menikah dengannya”.
“ya karena dia lebih agresif dari yang aku kira”.
“hahahaha begitulah pria, kurasa dia baik untukmu”.
“semoga tuan, baik kita hari ini…”.
Meeting berlangsung selama satu jam saat setelah itu mereka berpsah di loby. Ponsel Juliet berbunyi, nama Joy terpampang dilayar
“ya Joy”.
“Hardin mengajakku berkecan, bagaimana menurutmu?”.
“lebih dari yang aku bayangkan, kuharap itu yang terbaik untukmu, have fun Joy”.
“bagaimana kandunganmu?”.
“baik”.
“selamat atas nya dan juga pernikahanmu nanti”.
“terima kasih dan kau harus datang menggandeng tangan Hardin”.
“tentu saja”.