
Juliet dan kode M sampai di kamar hotel milik Juliet, wanita itu memasukkan semua barang-barangnya kedalam
koper, mengganti pakaiannya dengan pakai miliknya sendiri, celana jeans dipadukan dengan kaos tak lupa jaket kulit, bahkan cuaca dingin tak berpengaruh apapun untuk Juliet saat ini.
“itu adalah salah satu alasan mengapa ketua selalu mengkhawatirkan anda”. Ucap kode M
“aku akan tinggal di markas sampai empat hari kedepan”.
“bagaimana dengan liburan anda?”.
“aku sudah membeli barang kumau di sini, jadi untuk liburan bisa kulakukan lain waktu”.
Dering ponsel Juliet membuat wanita itu menghentikan aktifitasnya dan menjawab panggilan dari ketua
organisasi.
“ya halo”.
“kau akan tinggal di markas sampai kau kembali ke California”.
“terima kasih, maaf telah merepotkan tuan”.
“tidak masalah, kalau kau ingin keluar tetap bersama kode M”.
“aku mengerti”.
Juliet mematikan ponselnya, memasukkan kedalam kantong celana. Juliet menarik kopernya keluar bersama kode
M, mengatakan ke resepsionis bahwa dia cek out hari ini, Juliet juga mengatakan pada resepsionis kalau ada yang menanyakan kemana dia pergi, disuruh mengatakan kalau bibi nya sedang sakit, jadi Juliet harus segera kembali ke California.
Dengan menggunakan mobilnya, Juliet menuju markas bersama kode M. dimarkas tersebut tidak ada
orang sama sekali, hanya saja disana lumayan banyak penjagaan ketat, terkait barang dan juga data yang tersimpan disana. Juliet masuk di salah satu ruangan yang menajadi tempatnya tidur beberapa hari kedepan.
Pelayan mengetok pintu kamar Juliet pelan saat matahari mulai membuka matanya dipagi hari.
“nona Juliet, saya membawakan sarapan untuk anda”. Ucap pelayan dibalik pintu
“masuk lah”.
“baik nona”.
Pelayan tersebut membuka pintu dan menaruh nampan berisi makanan di meja “ini nona sarapan anda”.
“terima kasih”.
“saya permisi nona”.
Juliet mengangguk, pelayan tersebut meninggalkan kamar Juliet dan menutup pintunya kembali. Juliet
beranjak dari ranjang, membuka gorden yang menghalangi cahaya matahari untuk masuk, ponselnya sudah hampir tiga hari sejak malam itu dimatikan, bahkan tidak dikeluar dari dalam koper.
Beberapa kali Adrian menghubungi ponsel Juliet tapi tidak aktif, Gabriella terus mencari tau kemana Juliet
pergi, namun dia tidak mengetahuinya, Gabriella sendiri kasihan melihat kakaknya yang kebingungan dengan hilangnya jejak Juliet. Mereka berdua juga menemukan bekas obat tidur di tempat sampah dapur Adrian.
“jadi siapa Juliet sebenarnya, kurasa nama nya bukan Juliet”. Ucap Gabriella yang duduk di samping Adrian
“Niana Aero, putri tuan Aero yang meninggal lima belas tahun yang lalu, dia anak pewaris organisasi
gelap”.
“organisasi yang diikuti oleh daddy”.
Adrian mengangguk.
“kau sungguh mencintai Juliet?”.
Adrian menggeleng.
“kau tidak mencintainya, lalu apa yang kau lakukan dengannya?”.
“aku hanya ingin membuatnya bergantung padaku, Juliet dicari organisasi gelap, dia adalah asset penting
untuk mereka”.
“kau sangat jahat”.
“kufikir aku juga jahat, tapi sejak lebih dekat dengannya, aku benar-benar meencintainya, dia sangat
manis”.
“Adrian”. Panggil Gabriella lirih, wanita itu menunduk sambil memainkan tangannya
“ada apa?”. Adrian melihat sikap adiknya yang ssedang takut “katakan jika ada yang ingin kau katakan”.
“apa?!”.
“dengarkan aku,awalnya aku hanya pemotratan memakai pakaian seksi, tapi malam itu bosku membawaku ke rumah produksi film porno, dia menjadikanku model di video porno, aku sangat takut saat aku tak memakai sehelai benang pun dan mereka mengamatiku dari atas hingga bawah”. Perlahan air mata Gabriella jatuh, Adrian mendekat kearah adiknya dan membawa tubuh Gabriella kedalam dekapannya “hiks hiks, maafkan aku”.
“jangan di ulangi lagi, kalau kau butuh uang kau bisa meminta kepada kakakmu ini”.
“lalu malam itu Juliet datang ke rumah produksi, aku tidak tau bagaimana dia masuk, tapi saat Juliet
menyuruhku keluar dengan memakai mantel milknya yang diberikan padaku, kulihat dua orang penjaga mati. saat aku masih didalam, Juliet juga menghajar semua kru menyisakan tuan pemilk rumah produksinya saja”.
“lalu?”.
“aku tidak tau apa yang terjadi antara Juliet dan tuan produksi, tapi saat Juliet Keluar diam membawa tas dan dimasukkan ke dalam bagasinya, kufikir itu adalah file video yang diproduksi”.
“sudahlah, jangan kau ulangi lagi apa yang sudah terjadi, itu sangat membahayakanmu, bagaimana kalau
tidak ada orang yang datang menolongmu”.
“aku sangat beruntung waktu itu mengenal Juliet”.
“apa kau tau yang lain mengenai Juliet?”.
“dia, dia menggunakan mobil aneh-“.
◄Flashback
Gabriella keluar dari bangunan itu dengan terburu, membuka kunci mobil milik Juliet yang ada di saku mentelnya dan masuk kedalam. Dia menunduk ketakutan, sembari mengeratkan mantel yang dipakainya, air mata Gabriella terus jatuh, suara pistol terdengar sangat nyaring membuat wanita itu menjerit, namun suara dari mobil tersebut membuat Gabriella mendongak.
“kode X apa ada masalah”.
Gabriella terdiam lalu meminta tolong, namun kemuadian mati dengan tiba-tiba. Dan dilihatnya Juliet
keluar membawa tas yang tidak diketahui Gabriella isinya apa.
▼Flashback Off
“mobilnya menyebutmu dengan sebutan kode X?”. tanya Adrian kembali
“sepertinya itu sebutan untuk Juliet”.
“kufikir dia belum bertemu dengan organisasi gelap, ternyata Juliet sudah masuk ke organisasi gelap, dan
kemungkinan besar Juliet belum kembali ke California”.
Suara dering ponsel Adrian membuat pria itu menghentikan pembicaraannya dan beralih ke ponsel.
“ya halo”.
“maaf tuan Adrian, sudah beberapa hari kami stay di sekitar rumah yang anda maksud, tapi tidak ada wanita yang datang dengan wajah yang anda kirimkan”.
“baik terima kasih informasinya”.
“baik tuan”.
“kau bisa meninggalkan tempat tersebut”.
“baik tuan”.
Adrian mematikan panggilannya.
Dia beranjak dari sofa mengambil kunci mobilnya dan meninggalkan Gabriella sendirian disana, tak lupa
Adrian mengirimkan pesan kepada William dan Jeff menanyakan dimana markas milik Black Oranization. Kedua nya sebelumnya tidak memberitahukan dimana letak markas black organization, namun kemudian memberikan alamatnya karena untuk pertama kali Adrian memohon.
Disini lain, Juliet keluar dari markas dengan kode M menggunakan mobilnya, mereka akan pergi ke bandara,
karena pesawat pribadi sudah menunggu Juliet dibandara, disana juga sudah ada tuan Dexon yang juga akan kembali ke California bersamaan dengan Juliet. Mobil meninggalkan markas bersamaan dengan mobil Adrian yang datang, namun pria itu tidak melihat mobil Juliet yang pergi.
Adrian tetap stay di sekiat markas organisasi gelap, tidak ada mobil yang masuk maupun keluar, hingga
seorang pelayan wanita keluar diantarkan mobil yang berbeda, bukan mobil yang sering di gunakan oleh Juliet.
‘ini hari terakhir Juliet berada di Paris, harusnya dia pulang atau dia tetap tinggal di markas’
Suara ponsel Adrian membuat prai itu teralihkan ke ponsel, panggilan dari Jeff yang mana organisasi yang di
ikutinya adalah organisasi paling netral ketimbang organisasi William.
“pesawat pribadi tuan Dexon meninggalkan Paris beberapa jam yang lalu, kau mencari seorang wanita? Beberapa orangku yang tengah berada di bandara melihat seorang wanita juga masuk kedalam pesawat tersebut”.
_________________________________________________________________________________
yok semangat yok