Without Time Until Last

Without Time Until Last
Episode 38



“tidak ada hubungan apa-apa, dia menggodamu”.


“Kyle, aku memang tidak ada hubungan apapun dengan Lucas, dia hanya bertanya soal lukisan yang kubuat”.


“bohong”. Kyle meninggalkan mereka berdua dengan Lucas yang mengejarnya.


Setelah kelulusan dan dengan kebencian yang masih dalam, Kyle dan Lucas melakukan


liburan kesalah satu pulau milik keluarga lucas, dalam perjalanan di jalan yang


sepi, beberapa mobil menghantikan mobil mereka berdua. Lucas keluar dari mobil


untuk menanyakan apa yang salah, namun sebuah peluru menembus kepalanya hingga


Lucas mati.


Kyle keluar dari mobil Luas dan menghampiri tubuh Lucas yang sudah penuh darah dan


tak bernyawa. Beberapa orang tersebut membawa Kyle pergi menggunakan mobil, dan


Kyle di kurung dalam satu ruangan yang mewah.


▼flashback off


“jadi anak yang kau kandung?”.


“aku tidak tau siapa ayahnya, banyak yang menyetubuhiku disana. Kelurga Lucas


membenciku karena entahlah aku tidak tau yang pasti mereka menganggap aku yang


membunuh Lucas. Hanya anak yang ada dalam kandunganku yang menguatkanku”.


“lalu siapa yang mengurungmu selama ini?”.


“Adrian”.


“tuan Adrian?”.


“ya, dia mencintai Niana sejak dulu sekali, selalu mengawasi Niana saat sekolah


dulu, dia melakukan tersebut untuk membalaskan perbuatanku pada Niana dulu”.


“jahat sekali, padahal itu hanya bullying anak sekolah”.


“kenapa kau tidak melaporkannya ke polisi?”.


“menurutmu? Polisi berpihak pada siapa?”.


“ya aku mengerti, jadi kau berlari sejauh itu agar tidak ditangkap oleh mereka?”.


Kyle mengangguk.


“aku akan membantumu”.


Suara ketukan pintu membuat Luna beranjak dari duduknya menuju pintu, namun ditahan


oleh Kyle. “ada apa?”. tanya Luna “itu Rose, dia mengatakan akan datang”. Kyle


melepaskan tangan Luna dan membiarkannya membuka pintu.


Pintu terbuka


“kau lama sekali membukanya”.


“maaf, ada apa?”.


“aku ingin meminta tolong padamu datang untuk mewawancarai nona Niana di Aero Corp”.


“tugasmu?”.


“ya kau tau sendiri kalau dosen pembimbingku sangat kejam, aku harus rekaman hari


itu”.


“baiklah, kapan?”.


“minggu depan”.


“baik kau bisa mengabariku nanti kalau aku sudah kembali ke kota”.


“baik, thanks Luna”.


“iya”.


Luna kembali menutup pintunya setelah Rose pergi, Rose adalah sahabat sekaligus


tetangga Luna. Mereka juga tinggal bersama di kota, beda jurusan, hanya tinggal


satu kamar. Tapi Rose sering keluar karena dia harus mengisi acara, suaranya


sangat bagus tak heran jika dilirik perusahaan rekaman.


“aku akan melakukan wawancara dengan nona Niana”. Ucap Luna


“baiklah”.


“banyak makanan di lemari pendingin, kau bisa memasaknya dan juga dibelakang rumah aku menanam


beberapa sayuran segar”.


“terima kasih”.


“aku akan kembali ke kota karena besok sudah mulai masuk kuliah”.


“terima kasih banyak Luna”.


“tidak masalah”.



Jam menunjukkan pukul 8 waktu kota Paris, Adrian dan Juliet keluar dari bandara


dengan jemputan mobil dari keluarga Nicoline. Mereka berdua masuk kedalam mobil


setelah barang-barangnya masuk ke bagasi, Juliet melihat kesamping saat Adrian


menyetir mobilnya sendiri.


“katamu kita dijemput sopir daddy”.


“kita pulang ke mansionku, aku tidak nyaman di rumah utama”.


“baiklah, aku boleh menyetir mobilnya?”.


“no, kau sedang hamil”.


“hm ya”.


Adrian meminggirkan mobilnya setelah melihat wajah Juliet yang terus cemberut. Pria


itu keluar dari mobilnya dan membuka pintu samping Juliet.


“kau boleh menyetir, tapi harus hati-hati”.


“sungguh?”.


“ya”.


ada di balik kemudi hingga sampai di mansion mewah milik Adrian. Juliet


menghembuskan nafasnya lega, wanita itu keluar dari mobil disambut beberapa


pelayan yang sudah ada di depan rumahnya.


Adrian menyuruh mereka mengambil beberapa barang yang ada di bagasi mobil, sedangkan


dirinya dan Juliet masuk untuk membersihkan tubuh.


Sampai di kamar utama, Juliet melepaskan mantel yang dipakainya dan ditaruh di ranjang


baju kotor. Wanita itu melihat nakas dan teringat memory yang pernah diambilnya


dari dalam laci tapi menghilang setelah itu.


“ah Adrian”.


“apa sayang?”.


“dulu aku pernah mengambil memory milikmu dari dalam laci, tapi aku


menghilangkannya”.


Adrian tersenyum dan duduk di ranjang “aku mengambilnya kembali”.


“apa?”.


“aku mengambilnya saat kau mabuk di kamarmu, kenapa kau mengambil barang milikku?”.


Juliet terdiam dan duduk di samping Adrian “aku tidak percaya padamu, kau menyimpan


banyak hal yang tidak aku tau, orang terdekat itu adalah boom paling ampuh


untuk menjatuhkan lawannya dan aku rasa kau berhubungan dengan musuhku”.


“ya kau benar, tapi itu berisi semua tentangmu, aku menyimpannya sejak kau sekolah


menengah pertama saat aku pertama kali menemukanmu”. Adrian berjalan kearah


lemarinya mengambil sebuah benda kecil dan memberikannya pada Juliet "ini


kan? Kau bisa melihatnya sendiri”.


Juliet menerimanya.


“aku akan ke kamar mandi terlebih dahulu”. Ucap Adrian


“oke”.


Setelah Adrian masuk ke kamar mandi, Juliet mengambil laptop milik Adrian dan melihat


isi memory yang diberikan oleh pria itu. Beberapa fotonya yang diambil dari


jauh, hanya foto-foto miliknya sejak dulu hingga sekolah menangh atas.


Beberapa menit kemudian Adrian selesai membersihkan dirinya, “kau hanya mengikuti sampai


lulus sekolah”. Ucap Juliet


“karna kau menghilang setelahnya, aku mencarimu kemana-mana tapi ternyata”.


“ya aku tau”.


Juliet beranjak dari ranjang berjalan kearah Adrian, menyentuh pundak pria itu lembut


dan menyenderkan kepalanya pada dada bidang Adrian. “banyak hal yang membuatku


tidak menyangka, soal Daddy dan soal dirimu, bahkan sampai sekarang aku tidak


mengerti apa yang kau punya, aku bekerja dimana dan apa yang akan terjadi


padamu selanjutnya”.


Adrian membawa Juliet kedalam pelukannya “aku akan terus bersamamu apapun yang


terjadi, jangan khawatirkan apapun tentangku”.


“Adrian aku istrimu, aku ingin tau apa yang kau lakukan”.


“kalau begitu mandilah dan kita akan pergi ke tempat yang ingin kau ketahui”.


“sungguh?”.


“iya”.


Juliet mengecup pipi Adrian dan masuk ke kamar mandi, sedangkan Adrian menghubungi


Kevin untuk menanyakan appakah pria itu kosong atau tidak hari ini.


"ya tuan".


“kau ada dimana sekarang?”.


“saya masih di Caifornia tuan, nona Kyle menghilang”.


“sudahlah biarkan saja dia, untuk apa kau mengejarnya”.


“baik tuan, apa yang bisa saya lakukan”.


“saya mau ke club hari ini, kau bisa menjamin keamaan club untuk Juliet”.


“tentu saja tuan”.


“baik terima kasih”.


Adrian mematikan ponselnya,


Hanya beberapa menit Juliet keluar dari kamar dengan pakaian yang sudah rapi, blouse


warna hitam yang melekat indah ditubuhnya, dibalut dengan mantel warna coklat


dan juga tas kecil yang menambah kesan elegant seorang istri Adrian.


“kau sudah siap?”. Tanya Adrian


“ya”.


Mereka berdua menggunakan mobil milik Adrian menuju club dimana Adrian mengelola


bisnisnya, sebenarnya bukan hanya satu tapi setiap Negara ada dan itu sama-sama


milik Adrian. Club seperti pada umumnya, orang keluar masuk dengan pakaian


minim untuk wanita dan pakaian mewah atau santai untuk pria sambil membawa


botol minuman beralkohol.


Mobil bereka sampai di parkiran club, beberapa pengawal datang menghampiri mobil


Adrian, mereka berbincang dengan Adrian sebelum Juliet keluar dari mobil.