
Suara ponsel Adrian membuat pria itu teralihkan ke ponsel, panggilan dari Jeff yang mana organisasi yang di
ikutinya adalah organisasi paling netral ketimbang organisasi William.
“pesawat pribadi tuan Dexon meninggalkan Paris beberapa jam yang lalu, kau mencari seorang wanita? Beberapa orangku yang tengah berada di bandara melihat seorang wanita juga masuk kedalam pesawat tersebut”.
“apa mereka melihat wajah wanita itu?”.
“tidak, dia memakai masker dan kacamata hitam”.
“baik, thanks jeff”.
“ya”.
Adrian menutup ponsel dan membawa mobil kembali keaartemennya, kalaupun dia ke bandara akan sama saja, karna pesawat sudah pergi sedari tadi.
►
Pagi sekali, Juliet keluar dari mobil taksi yang disewanya dari bandara, dia pulang kerumah bibi melewatkan hari natal kembali. dirumah tersebut saat pintu terbuka, paman lah yang berdiri didepan pintu.
“paman Samuel”. Ucap Juliet bahagia
“Niana, masuk nak”.
Dibantu Samuel, Juliet membawa masuk kopernya dan menutup kembali pintu rumah, beberapa hari yang lalu
Samuel di hubungi ketua organisasi gelap perihal Juliet di Paris, jadi sangat mengerti keadaan Juliet saat ini.
Bibi yang tengah berada di dapur menyiapkan sarapan, menjatuhkan gelasnya begitu melihat putri yang
dirawatnya sejak kecil datang menghampirinya.
“Juliet!!”. Mereka berdua langsung saling memeluk melepas kerinduan. “bibi sangat merindukanmu, pamanmu
selalu bilang kau akan datang, tapi kau tidak kunjung datang”.
“maafkan Juliet bi”.
“iya, bibi senang kau baik-baik saja”.
“bibi juga baik kan?”.
“tentu saja, pamanmu selalu menghubungi bibi sejak kau pergi”.
“syukurlah”.
“sekarang mandi, lalu turun untuk sarapan”.
“iya bi”.
Juliet membawa kopernya naik kelantai dua dimana kamarnya berada, mengeluarkan barang yang dibelinya
saat di Paris juga baju-bajunya, dia menyimpan pinsol beserta peluru di laci, sekaligus ponselnya. Juliet melihat ponsel yang digunakannya di Paris, mulai menyalakan ponsel tersebut, banyak sekali pesan juga panggilan masuk entah dari Gabriella maupun Adrian. Juliet kembali mematikan ponselnya dan menaruhnya di kardus tempat barang yang sudah tidak dia pakai.
Wanita itu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, selesai membersihkan tubuhnya dan mengganti
pakaiannya dengan pakaian santai, Juliet turun dari lantai dua membawa tas belanjaan berisi kado untuk paman dan bibi nya yang ia beli di Paris.
“paman, bibi”. Panggil Juliet, lekas duduk diantara mereka di meja makan.
Juliet mengeluarkan kado untuk mereka berdua.
“what did you bring Juliet?”. Tanya Bibi dengan wajah terkejutnya menerima hadiah dari Juliet
“untuk paman dan bibi, terima kasih sudah merawat Juliet dengan baik, kalian adalah orang tua kedua
untuk Juliet setelah mommy dan daddy meninggal”. Juliet tersenyum
Sedangkan Samuel menundukkan kepala, air matanya mulai jatuh, diaa sangat kasihan pada Juliet,
putri yang sangat baik dan pintar seperti ayahnya yang sangat Samuel kenal. Jika saja Samuel tetap bersama Aero, mungkin Juliet akan tetap bersama ayahnya saat ini.
“paman Samuel kenapa manangis?”. Tanya Juliet mencoba untuk tidak meneteskan air mata juga
“tidak apa-apa, terima kasih Niana”.
“terima kasih kembali karna paman sudah menolong Niana, daddy pasti sangat berterima kasih pada paman”.
Samuel hanya bisa mengangguk.
Suara anjing terdengar di luar gerbang saat Juliet menyirami bunga di depan rumahnya, tahun telah
berganti,, dan hampir beberapa bulan Juliet tidak kembali ke markas, hanya pamannya yang kembali kesana, ketua organisasi mengijinkan Juliet untuk stay di rumah terlebih dahulu sampai tugas untuknya datang.
Juliet membuka gerbang saat anjing kecil dengan sebuah kertas kecil di kalungkan dilehernya, Juliet membawa
anjing tersebut masuk kedalam. Membuka kertas yang ada dikalung leher anjing tersebut.
Aku sangat merindukanmu, rawat anjing ini, namannya Flody
Begitulah pesan yang tertera dalam kertas, hanya saja tidak tau siapa pengirimnya.
“Juliet, anjing siapa yang kau bawa itu?”. Tanya bibi yang keluar dari halaman bunga
“seseorang meninggalkannya di depan bi, mereka menyuruh kita untuk merawat”.
Bibi menghampiri Juliet yang tengah membawa anjing tersebut didalam pelukannya.
“lucu, rawatlah jika kau ingin merawatnya”.
“tapi Juliet juga harus bekerja”.
“thanks bi”.
Dilain sisi, Adrian tersenyum di dalam mobil melihat Juliet yang baik-baik saja, dia bahagia Juliet
menerima anjing pemberiannya, walaupun mungkin Juliet tidak tau kalau Flody adalah darinya, nama itu adalah nama yang dipilihkan oleh Adrian sendiri sejak anjing itu lahir.
“kenapa tuan tidak menemui nona Juliet langsung?”. Tanya Kevin yang duduk di samping sopir.
“Juliet mengetahui kalau aku bersama white organization”.
“bukannya tuan bukan anggota white organization”.
“iya benar, tapi Juliet adalah musuhku saat ini”.
“sampai kapan?”.
“entahlah aku tidak tau, ke apartemen ku sekarang”.
“baik tuan”.
Mobil yang membawa Adrian kembali keapartemen yang dibeli Adrian satu bulan yang lalu, dan sudah satu
bulan pula Adrian menetap di California, setiap hari Adrian lewat depan rumah Juliet, hanya beberapa kali Adrian melihat Juliet dibalik gerbang rumah. Adrian berharap bisa membeli rumah yang ada tepat didepan rumah Juliet, tapi terlalu dekat, dia tidak ingin Juliet mengetahui keberadaannya.
Dering ponsel Adrian membuat pria itu mengurungkan niatnya membuka jas yang dia pakai, dan memilih
menjawab telepon dari tuan Nicoline.
“halo dad”.
“sampai kapan kau ada disana?”.
“sampai yang aku inginkan”.
“bagaimana perusahaan daddy?”.
“Gabriella sedang belajar mengurusnya, satu bulan lagi aku akan kembali”.
“apa yang kau cari disana?”.
“masa kecilku”.
“jangan macam-macam kau Adrian”.
“aku tidak akan melakukan hal ini jika daddy meninggalkan Oragnisasi itu”.
“tidak akan pernah”.
“kalau begitu terserah daddy”.
Adrian mematikan ponselnya dan melemparkannya ke ranjang, pria itu melepaskan jasnya kesal. Mengambil
sebotol wine di lemari pendingin, sejak Juliet kembali ke California dan sejak itu pula Adrian sering menghabiskan sisa waktunya setelah bekerja untuk meminum wine di apartemen. Beberapa kali Gabriella memarahinya, tapi pria itu enggan mendengarkan cuitan Gabriella.
Sembari melihat foto mereka berdua saat liburan, Adrian duduk di lantai menyenderkan tubuhnya ke ranjang.
Sedangkan Juliet baru saja keluar dari rumahnya membawa koper, dia kembali ke markas, lebih tepatnya
pindah keapertemen karna pekerjaannya yang akan sangat membahayakan bibinya saat dia tetap stay dirumah
“apa tidak apa-apa?”. bibi memastikan Juliet dan Flody tetap baik-baik saja meninggalkan rumah.
“bibi akan kesusahan jika mengurus Flody, biarkan Flody tinggal bersamaku diapartemen”.
“baiklah”.
Bibi memberikan Flody kepada Juliet
Guk guk guk
“iya Flody, kita pindah okay”.
Mobil jemputan Juliet datang, didalam sudah ada Kode D yang selalu menemani Juliet saat berada di
California.
“bi, aku pergi dulu, jaga diri bibi baik-baik”.
“iya kau juga nak”.
Dengan mobil dari Black Organization, Juliet meninggalkan rumah menuju kesebuah apartemen mewah di
California yang akan menjadi tempat tinggalnya nanti.
“apa masih jauh?”. Tanya Juliet pada Kode D yang membawa mobil
“lumayan kode X”.
“bagaimana kabar ketua?”.
“baik kode X, anda harus menemuinya setelah ini”.
“aku akan kesana nanti”.
_______________________________________________________________________________