
Yasmine langsung masuk ke apartemen Juliet, wanita itu baru saja keluar dari kamarnya masih menggunakan
baju tidur. Mengambil air mineral di dapur dan melihat Yasmine yang membawa beberapa kantong plastic berisi sayuran yang dibeli di supermarket depan.
“kau membelinya?”. Tanya Juliet
“iya, kita jarang makan sayuran, aku akan memasak”.
“bagaimana kau bisa mendapatkan uang?”.
“kau memberiku uang tadi malam”.
Juliet mengingat-ingat karena dia bahkan lupa kapan memberi Yasmine uang
“ya sudahlah, aku akan mengganti uangmu”.
“tidak perlu, mandilah terlebih dahulu aku akan memasak untukmu”.
“terima kasih”.
“terima kasih kembali”.
Juliet masuk kekamarnya untuk membersihkan diri, setelah selesai, dia keluar kamar sudah rapi menggunakan kaos hitam yang dipadukan dengan celana jeans dan juga jaket kulit.
Sembari menerima telepon, Juliet keluar menuju balkonnya.
“ya halo”.
“ketua memberimu tugas baru soal Klaosan “.
“aku menerimanya”.
“nanti akan dikirimkan melalui surel”.
“baik”.
Juliet menutup ponselnya, wanita itu mengambil kunci mobil yang ada dimeja, saat akan meninggalkan
apartemen, Yasmine menghentikan langkahnya.
“kau mau kemana?”. Tanya Yasmine
“ada urusan penting”.
“tapi makanannya belum jadi, aku juga memasak banyak”.
“kau tau tetangga kita, mungkin kau bisa berbagi dengannya, aku harus segera pergi”.
“baiklah, hati-hati”.
“ya”.
Juliet meninggalkan apartemen dengan terburu, wanita itu membuka laptopnya membaca beberapa pesan
yang masuk. Anting warna hitam yang ditaruh di mobil kembali dipakainya, wanita itu meninggalkan ponselnya di dalam tas. Mobil Juliet meninggalkan basement apartemen menuju gedung yang kemarin di datanginya.
Saat ingin keluar dari mobil, ponsel nya berdering, nomor yang tidak dalam daftar.
“halo”.
“ini saya pemilik kedai depan gedung”.
“oh iya, apa ada yang penting?”.
“saya melihat wanita berlarian diluar gedung tapi di tangkap oleh pria”.
“saya ada di dekat gedung, terima kasih atas berita nya”.
“iya nona”.
Juliet menutup ponselnya, diluar sudah ada kode D yang menunggu.
“bagaimana keadaan?”.
“sedang banyak sekali orang disana, makanya kode Y menyuruh saya untuk jauh sekali dari gedung itu”.
“lokasi?”.
“masih tidak bisa dilacak disekitar gedung itu”.
“baiklah”.
“kode Y ada di jarum 9”.
Juliet mengangguk, wanita itu berjalan kearah yang ditunjukkan oleh kode D. dari jauh sudah terlihat
seorang pria berpakaian serba hitam memakai topi, masker dan juga kaca mata hitamnya. Kode Y memberikan sebuah memori kecil pada Juliet.
“apa ini?”. Tanya Juliet
“dari ketua”.
“untuk tugas yang ini?”.
“bukan, kau bisa membukanya nanti”.
“baiklah”. Juliet memasukkannya kedalam saku celana yang dia pakai
Mereka berdua bersembunyi dibalik semak-semak tak jauh dari gedung.
“nanti akan ada umpan”.
“wanita?”.
“ya, dia kode C”.
“oke”.
Kode C berjalan dari arah sebrang menuju pinggiran jalan daerah gedung tersebut, seperti layaknya wanita
biasa. Waktu masih siang, namun tiba-tiba beberapa orang membawanya pergi, daerah sana memang lumayan sepi karna untuk sampai di sebrang jalan ada kedai makanan itu lumayan jauh dan tertutupi tanaman pembatas di tengah jalan.
Kode C dibawa masuk ke gedung tersebut, wanita itu tidak pingsan karena tidak menghirup bius yang
diberikan pria bertubuh besar yang membawanya pergi. Dalam satu ruangan yang hanya kode C didalamnya.
“kode C bisa dengar?”.
“ya saya bisa dengar”.
“baik-baik saja, saya masih sadar, ini ada disalah satu ruangan, tapi sepertinya pintu tidak dikunci”.
“kabarkan jika ada masalah”.
“baik”.
Kode C beranjak dari ranjang menuju pintu, dia membuka sedikit pintu ruangan tempatnya di kurung.
Terlihat jelas dimatanya lorong sepi, tapi ada salah satu ruangan yang tiba-tiba terbuka dan keluar seorang pria yang merapikan jas nya.
“ada pria rapi keluar dari salah ssatu ruangan”.
“masuklah kesana”. Perintah Juliet dari sebrang
“kau gila, jangan lakukan kode C atau kau bisa tertangkap”.
“ikuti aku, masuklah kesana!”.
“baik saya akan masuk kesana”.
Perlahan kode C keluar dari ruangannya menutup pintunya kembali dan menuju ruangan yang baru saja ada pria
keluar, dengan sedikit ragu kode C membuka ruangan tersebut, dalam bayangannya akan ada banyak orang yang berada disana, tapi dia salah ruangan itu juga sama seperti ruangan dimana dia dikurung, ranjang dan juga berbagai perlengkapan layaknya kamar tidur, bedanya di atas ranjang ada seorang wanita tanpa busana
yang meringkuk menutupi tubuh polosnya.
“hai, bisa mendengar saya”. Ucap kode C pelan, wanita itu mendongak
“siapa kau?”. Ucap wanita itu dalam bahasa Mandarin
“jangan takut, aku akan menolongmu”. Kode C yang juga menggunakan bahasa mandarin sambil menutup
pintunya rapat-rapat.
“tolong, tolong aku”.
“aku akan menolongmu”.
“beri arah”. Ucap kode Y dari sebrang
“tenang, bukan dia targetnya”.
“kode Y, kode X jendela ujung”. Ucap kode C
“kita naik sekarang”. Ucap kode Y
Mereka berdua membagi tugas, kode Y naik ke lantai dimana kode C berada sedangkan kode X lewat depan
untuk melumpuhkan beberapa orang.
“mobil 7683, 5 menit lagi sampai”. Ucap kode D
“masuk”.
Juliet keliuar dari persembunyiannya, wanita itu masuk gedung terssebut dengan ssantai, hingga dia
bertemu dua orang pria bertubuh kekar menghampirinya.
“siapa kau, kenapa bisa ada disini”. Ucap salah satu pria yang hanya dibalas senyuman oleh Juliet
Dalam sekali tendangan, Juliet membuat mereka berdua terjatuh dilantai. Keadaan ttersebut dimanfaatkan
Juliet untuk menambak dua orang etrsebut hingga tak sadarkan diri.
“kau membunuhnya?”.
“hanya melumpuhkan”.
“baguslah”.
Juliet kembali berjalan kearah tangga menuju ke lantai dua dan sepi tidak ada siapapun, Juliet menuju
ruangan yang sebelumnya ddia datangi da nada seorang wanita disana.
Tok tok tok
“siapa?”. Suara dari dalam seorang pria terdengar
Juliet bersembunyi di sisi kanan pintu, saat pintu terbuka dan seorang pria keluar, Juliet langsung
menodongkan pistolnya dan membuat pria itu masuk kembali keruangan tersebut.
“siapa kau? Jangan macam-macam”. Ucap pria itu
“kau tidak perlu tau siapa aku”. Jawab Juliet
“mobil 7683 sudah sampai, mereka keluar dan menuju gedung”.
Duar!!!
Suara tembakan dari pistol yang dibawa Juliet menggema hingga dapat didengar oleh prai berpakaian rapi
dengan memakai kaca mata hitam yang baru saja masuk kedalam gedung. Juliet melihat wanita yang tengah menutup mata dan telinganya.
“maaf membuatmu takut, akan ada yang datang jadi bersiaplah”. Ucap Juliet yang hanya di jawab anggukan
wanita itu
Hanya butuh beberapa detik saat orang-orang datang, Juliet bersembunyi dibalik pintu. Mereka terkejut saat
melihat pelanggannya terkapar dilantai dengan darah yang keluar dari tubuhnya.
“apa yang terjadi?”.
“target masuk”. Ucap kode Y berada di balkon lantai dua.
Juliet keluar dari persembunyiannya sembari menutup dan mengunci pintunya dari dalam, lalu
membuang kuncinya kearah kolong tempat tidur.
“hahahaha permainan apa lagi ini”. Ucap pria itu sembari tertawa
“kau mengenalku tuan?’. Ucap Juliet
“kode X black organization”.
“baguslah”. Juliet duduk dengan santai di sofa, dua orang pengawal yang masuk terlebih dahulu sudah
dilumpuhkan oleh Juliet dan terkapar pula di lantai.