
Juliet melepaskan dress nya karna bercak darah, wanita itu membakar dress yang dipakainya di pinggiran Laut setelah memarkirkan mobil dan mengganti pakaiannya dengan kemeja yang dipadukan celana Jeans. Pandangan Juliet kosong saat mengingat banyak orang besar mati ditangannya, dia berfikir keras bagaimana mungkin daddy yang sangat hangat padanya adalah seseorang yang ditakuti dan sangat kejam.
“apa yang kau fikirkan?”. Juliet membalikkan badannya saat suara seorang pria mengintrupsinya dengan
jelas di telinga.
“kode Y”.
“kau tau, aku juga sama sepertimu dulu, tidak mengerti hal seperti ini hingga aku di serahkan ke
organisasi gelap, dilatih untuk tidak berperasaan pada siapapun”.
“lalu?”.
“aku terbiasa dengan hal tersebut, mereka menganggapku seperti kaluerga sendiri, tuan Alexander sangat
menyayangiku dan menganggapku anak sekaligus bawahannya”.
“kau tidak menyesal”.
“aku beberapa kali menyesal, termasuk setelah membunuh orang yang saat itu aku sendiri tidak
mengerti apa kesalahannya. Aku sudah mengetahui semua tentangmu, kau putri tuan Aero”.
Juliet mengangguk, karena memang itu kenyataannya.
“aku akan membantumu mencari siapa pembunuh ayahmu dan dia akan mendapatkan hal yang sama seperti
yang tuan Aero dapatkan. Tuan Alexander selalu bercerita tentang tuan Aero, bagaimana dia mendirikan organisasi gelap, saat para wanita datang padanya mencari pekerjaan dan juga uang”.
“jadi benar, organisasi gelap menjual anak-anak dan perempuan?”.
Kode Y mengangguk “mereka yang memang ingin dijual”. Jelasnya
“apa aku bisa melihat buktinya?”.
“tentu saja, tuan Alexander menyuruhku membawamu kesana”.
Mereka berdua masuk kedalam mobil menuju sebuah gedung yang lebih mirip seperti club malam dengan
mobil-mobil mewah terparkir didepannya. Hanya beberapa menit dari area laut, saat mobil mereka berhenti dan terparkir dijajaraan mobil yang lain. Kode Y memberikan sebuah kacamata hitam untuk Juliet pakai.
“thanks”.
Mereka berdua keluar dari mobil dan memasuki club yang dijaga banyak sekali orang bertubuh besar.
Disudut ruangan, tepat disofa, tuan Alexander tengah menikmati minumannya dengan di hibur beberapa
perempuan penggoda. Kode Y mendekatkan bibirnya ke telinga Juliet “pukul 8.00 mereka akan melakukan pelelangan wanita”. Bisik nya pada Juliet, Juliet hanya mengangguk dan berjalan kearah tuan Alexander yang juga tersenyum padanya.
Juliet menunduk hormat pada tuan Alexander, wanita itu duduk di sofa sebelah tuan Alexander yang bersama
dua orang wanita penggoda. Juliet hanya berbincang dengan kode Y hingga ada wanita yang membawa papan diberikan kepada mereka, Juliet menerimanya dengan bingung.
“mainlah, ada lelang hari ini, kuharap kau tidak membuang uang dengan sia-sia”. Ucap tuan Alexander
sembari tersenyum
Seorang pria berpakaian rapi maju kedepan panggung dengan membawa kertas, “selamat datang semuanya,
hari ini adalah hari yang kita tunggu selama satu bulan sekali. Malam yang sangat undah untuk kalian penyuka wanita, mari tidak usah berbasa-basi, lelang dimulai!”.
Tirai warna merah di panggung terbuka, seorang wanita tanpa busana tengah berdiri disana dalam
sangkar seperti burung, tangannya di ikat keatas dan kakinya di ikat di kedua tiang sangkar, kanan dan kiri (itulah kalian bayangin dulu).
Juliet melihatnya sangat tajam, wanita yang berdiri dipanggung itu seakan terpaksa ada disana.
“first women, name is one, she is under 18, uwahh. Kita buka dari angka 1 Miliyar”. Ucap Mc di depan
Seorang pria paruh baya dengan senyuman pedofil mengangkat papan bertuliskan 1 miliyar, di ikuti sisi
kanannya 1,5 miliyar. Hingga angka 3 miliyar berhenti, wanita yang berada dalam sangkar tersebut melihat kearah Juliet, namun Juliet mencoba tidak peduli atas bisikan kode Y.
“10 detik lagi, maka 3 Miliyar akan di tutup. 10-9-8-7-6-5-4-3-2-1, ditutup, tiga miliyar oleh tuan yang
disebelah sana”.
Tirai kembali tertutup.
“selanjutnya second women, milik Asia, name is two under 25”. Tirai terbuka, berbeda dengan sebelumnya,
wanita tersebut seakan menggoda semua tamu.
Juliet yang sebelumnya diam terkekeh pelan.
“memang beberapa wanita akan menyerahkan dirinya secara sukarela”. Ucap kode Y
“bagaimana dengan yang tadi?”. Tanya Juliet
“dijual orang tuanya, maybe”.
“lalu kenapa kau melarangku?”.
“wanita terakhir, kau harus bisa mendapatkannya atau kau bisa menjualnya dengan tinggi”. Bisik kode Y
Hingga pada akhirnya di wanita terakhir, tirai terbuka setelah Mc memperkenalkan wanita itu secara
singkat termasuk umurnya yang masih lumayan muda, 16 tahun darah yang sama dengan Juliet. Gadis itu berdiri takut dengan dress selutut rambut panjang, sama persis seperti Juliet sewaktu seumuran dengannya.
mendapatkan gadis itu.
“ini kesempatanmu, gunakan baik-baik”.
Papan ke dua 4 miliyar
5 miliyar
5,2 miliyar
5,5 miliyar
Waktu tinggal 10 detik, maka gadis itu akan jatuh pada pria paruh baya yang duduk di paling pojok.
“menurutku dia mencari anak, bagaimana menurutmu?”. Tanya Juliet lirih
“kau salah kode X, dia pedofil, liat pergerakan tangannya dan juga bibirnya”.
“5-4-3-“. Terhenti saat papan Juliet terangkat, 6 miliyar.
“wanita terakhir dimenangkan oleh nona yang disebelah sana”.
Tuan Alexander tertawa senang, Juliet sudah bisa bermain dengan bagus. “kau pintar Juliet, gadis itu
akan mengikuti jejakmu dari kecil, mereka akan lebih menurut dan cepat belajar ketimbang yang sudah dewasa”. Jelas tuan Alexander.
“terima kasih tuan, itu berkat kode Y”.
“kau bekerja dengan baik membantunya kode Y”.
“terima kasih tuan”.
Juliet beranjak dari tempat dudukny menuju mobil, menunggu kode Y membawa gadis kecil itu kepadanya, tak
butuh waktu lama saat kode Y membawa gadis itu dihadapan Juliet. Juliet menyentuh rambut gadis itu lembut.
“kau tak apa?”. tanya Juliet setelah kode Y berpamitan untuk kembali ke markas
Gadis itu hanya menggeleng.
“kau akan tinggal bersamaku”.
Mobil Juliet membawa mereka berdua keapartemen, gadis kecil itu hanya diam bahkan tak berniat untuk
mengucapkan sepatah kata pun.
Sampailah di basement.
“kau tidak ingin turun?”. Tanya Juliet, gadis itu menggeleng “aku tau kau masih takut, kau bisa tanyakan
apapun untuk memastikan aku tidak jahat padamu”.
“kenapa kau bisa ada disana?”.
“bekerja untuk organisasi”.
“bagaimana kau bisa ikut duduk dengan yang lain, sedangkan kami dijual?”.
Juliet menatap kearah gadis itu. “disinilah aku membelimu, kau akan sepertiku, kau mau sepertiku, duduk
disana dan tidak dijual?”.
Gadis itu mengangguk.
“bagus, namaku Juliet, siapa namamu?”.
“Yasmine”.
“kau mau ikut denganku Yasmine?”.
Yasmine mengangguk dan turun dari mobil bersama Juliet. Mereka berdua masuk keapartemen Juliet, saat
keluar dari lift Juliet sempat melihat kearah apartemen milik Adrian, tapi sepertinya apartemen itu kosong.
Yasmine duduk di sofa, sedangkan Juliet pergi kedapur untuk memasak makanan yang setidaknya bisa di
makan oleh Yasmine.
Guk guk guk guk
“hey Flody!”. Panggil Juliet yang membuat Yasmine juga menoleh kearah dapur dimana Juliet tengah
bersama seekor anjing.
“apa itu anjingmu?”. Tanya Yasmine
“ya, namanya Floyd, kau bisa menjaganya saat aku pergi?”.
“tentu saja, aku menyukai anjing”.
Juliet membawa Floyd ke arah Yasmine.
________________________________________________________________________
Yasmine