Without Time Until Last

Without Time Until Last
Episode 16



Makan malam tersedia di meja makan, Yasmine baru saja keluar dari kamar tamu yang sekarang menjadi


kamar miliknya dengan pakaian milik Juliet. Sedangkan Juliet masih dikamarnya untuk membersihkan diri. Hanya beberapa menit hingga Juliet menghampiri Yasmine yang sudah siap di meja makan.


“kenapa tidak makan?”. Tanya Juliet sembari mengambil wine di lemari pendingin


“menunggumu”.


“aku sudah makan malam, makanlah, aku ada pekerjaan”.


“terima kasih”.


Juliet mengangguk, wanita itu naik ke atas menuju ruang kerjanya, dari awal Juliet melarang Yasmine untuk


naik keatas jikalau Juliet tidak mengijinkan.  Sembari menikmati makan malamnya, Yasmine melihat sekeliling apartemen Juliet, semua masih baru dan juga rapi, hingga matanya menangkap sebuah benda kecil di meja depan televisi, seperti peluru.


Setelah mencuci piring, Yasmine kearah ruang santai. Dia memegang peluru yang ada di meja, bersamaan


dengan Juliet yang turun dari antai atas dan melihat Yasmine yang memegang peluru miliknya, bahkan Juliet sendiri lupa kalau dia menaruhnya disana.


“Yas”. Panggil Juliet, Yasmine langsung menyembunyikan peluru yang dibawanya di balik tubuh. “kau


menyembunyikannya?”. Juliet menghampiri Yasmine dan merebut peluru dari tangan Yasmine.


“kau memiliki barang seperti itu?”.


“karna pekerjaanku berhubunga dengan ini, hanya ini yang bisa melindungimu”.


“kau juga membunuh orang”.


“belum saatnya kau tau hal itu, masuklah ke kamarmu dan tidur”. Yasmine berjalan ke kamarnya dan mulai


mengikuti perindah Juliet.


Suara dering ponsel membuyarkan lamunan Juliet


“halo”.


“sebaiknya kau membawa anak itu ke tempat ketua”.


“untuk apa?”.


“dilatih sedari kecil”.


“dia terlalu dini untuk melakukannya”.


“itu akan mempercepat dia mengerti”.


Juliet melihat kearah kamar Yasmine, “tunggu setelah 17 tahun, aku akan membawanya ke sana”.


“baiklah”.


Juliet mematikan ponselnya dan masuk kekamar untuk istirahat. Disisi lain, Adrian baru saja keluar dari


club malam dengan Kevin yang membantu membopongnya dari dalam, pria itu benar-benar mabuk berat dan bahkan kesadarannya hampir hilang sepenuhnya, beberapa kali ponsel Adrian berdering panggilan dari tuan Nicoline, tapi Kevin ataupun Adrian mengabaikannya.


Jam menunjukkan pukul dua dini hari saat Juliet kehausan dan keluar dari kamarnya untuk mengambil


minuman, wanita itu membuka balkonnya, mengeratkan baju tidur, hanya meminum sebentar. Namun bersamaan dengan itu dibalkon milik Adrian, Kevin juga keluar dan mereka saling melihat satu sama lain.


“nona Juliet”. Sebut Kevin yang dapat didengar oleh Juliet


Juliet hanya diam, wanita itu memutuskan untuk masuk dan menutup kembali balkon apartemennya. Juliet mengambil pistol dari dalam laci nakasnya beserta peluru, dan di taruh di balik bantal tidur. Tanpa selimut, Juliet meringkuk diatas ranjangnya, perlahan air mata wanita itu jatuh, bukan karna sedih tapi karna lelah, dia lelah dengan kehidupannya, semuanya berjalan tidak seperti yang ia mau, hidup tenang tanpa masalah, tapi dia seakan dilahirkan untuk menyelesaikan masalah.


Pagi menyepa kembali, mentari mulai naik keatas, bau makanan tercium di hidung Juliet, dilihatnya jam


yang ada dinakas, masih jam 9 pagi, wanita itu enggan terbangun, namun ketukan di pintu kamarnya membuat Juliet membuka mata.


“ya ada apa?”.


“Juliet, aku sudah menyiapkan sarapan”. Suara Yasmine terdengar di telinga Juliet, wanita itu


langsung terbangun dan membuka pintu kamar


“siapa yang menyuruhmu menyiapkan sarapan?”. Tanya Juliet yang membuat Yasmine sedikit takut “kita


bisa membeli diluar, jadi tidak perlu repot memasak”.


“aku suka memasak, dulu aku sering memasak”.


“aku akan mandi terlebih dahulu”.


“baik”.


Juliet keluar dari kamarnya dengan pakaian yang berbeda, kaos oblong warna putih dipadukan hotpants dan


rambutnya yang di biarkan tergerai panjang. Juliet dan Yasmine duduk di meja makan berhadapan


“kau bisa memasak sejak kapan?”. Tanya Juliet sambil mencoba masakan Yasmine


“sejak umur 7 tahun”.


“masih muda sekali”.


“aku tinggal dengan keluarga yang ayahku menikah lagi, mereka selalu sibuk, dirumah hanya aku dan kakak tiriku, jadi mau tidak mau aku harus memasak”.


“kau bahagia tinggal disana?”.


Yasmine menggeleng.


cerita masa lalunya yang mungkin sedang di lupakan.


◄flashback


Pernikahan dilaksanakan disebuah gedung mewah di California, Yasmine terdiam di sudut ruangan dengan


banyak sekali tamu. Gadis itu masih berumur sangat muda, 7 tahun untuknya yang harus kehilangan seorang ibu dan harus menggantinya dengan wanita lain untuk jadi ibu.


“yas”. Panggil seorang pria berpakaian tuxedo yang tersenyum manis pada Yasmine putrinya


“daddy”.


“Selama daddy bulan madu dengan mommy mu, kau dirumah ya dengan Xander”.


“bibi?”.


“bibi sedang pulang ke kampungnya, jadi kalian berdua dirumah, Xander akan menjagamu”.


Yasmine mangangguk mengerti, dia terlalu kecil untuk menolak perintah orang tuanya.


Hingga hari itu datang, Xander membawa kopernya kedalam rumah Yasmine, hanya sendiri. Pria yang 8 tahun


diatasnya itu bahkan malas hanya sekedar melihat kearah Yasmine. Dari awal Xander tidak menyukai ibunya menikah dengan pria lain setelah cerai dengan ayahnya, namun ibunya tetap mamaksakan untuk menikah.


Selama seharian Xander di dalam kamarnya, sedangkan Yasmine mulai belajar memasak di dapur sendirian


sembari menonton tayangan di youtube.


Tanpa Yasmine sadari, Xander berdiri ditangga dan melihat kegiatan Yasmine didapur, pria itu


mengahmpiri Yasmine, memeluk tubuh Yasmine dari belakang. “sedang belajar memasak baby?”. Bisiknya di telinga Yasmine, perlahan Xander mengecup telinga Yasmine seduktif.


“lepaskan!”. Bentak Yasmine


“untuk? kau akan menyukainya baby”.


“lepaskan Xander!”.


“diamlah!”. Xander membalik tubuh Yasmine menghadap kearahnya, mematikan kompor yang tengah menyala. Xander mendorong Yasmine kearah dinding, mencium bibir manis gadis itu dengan pakasaan. Air mata Yasmine jatuh


Beberapa kali Xander manamparnya karna Yasmine menangis, untuk pertama kalinya darah melngalir di


paha Yasmine. Xander tersenyum puas sembari merapikan celana nya kembali dan meninggalkan Yasmine yang masih terduduk di lantai dapur.


Hari-hari berlalu dengan hal sama, tidak ada lagi yang bisa menghalangi, toh semuanya sudah terjadi


sebelumnya.


Hingga umur 15 tahun, akhirnya kedua orang tua mereka mengetahui hubungan Yasmine dan kakak tirinya


yang saat itu sudah 23 tahun dan tidak mau meneruskan bisnis milik keluarga dan memilih stay di rumah. Akibat dari hal tersebut, Yasmine di jual ke orang, Xander tidak benar-benar menyukai gadis itu, dia hanya melampiaskan nafsunya pada Yasmine.


▼flashback off


Juliet berjalan kearah Yasmine, memeluk tubuh gadis kecil itu erat, mengusap punggungnya lembut. “kau


sangat baik, tidak seharusnya mendapatkan perlakuan seperti itu”.


“hiks hiks hiks kau akan aman bersamaku disini”.


“apa aku bisa membunuh mereka?”. Tanya Yasmine


“kau berhak membalaskan sakit hatimu, tapi ingat, mereka keluargamu”.


“aku tidak peduli”.


“tunggu sampai waktunya”.


“kalau begitu bantu aku”.


Juliet terdiam


“kau akan membantuku kan?”. Tanya Yasmine kembali


“aku tidak akan melakukannya”.


“kenapa?”.


“karena itu urusanmu, aku tidak berhak melakukannya”.


“tapi aku menyuruhmu”.


“kau akan kehilangan keluargamu”.


“itu yang ku inginkan”.


“baiklah jika itu maumu”.


Juliet berjalan kearah sofa, dia mengambil ponselnya yang ditaruh disana, mengirimkan pesan kepada


kode D.


________________________________________________________________________________-