
WARNING!! 17+
“namanya Adrian Romero Nicoline, dia adalah anak pertama keluarga Nicoline, keponakan tuan George yang dibunuh oleh Kode X sendiri. CEO yang baru N Corp, tidak begitu menyukai sifat ayahnya, tuan Nicoline. Suka membantah omongan tuan Nicoline, berteman baik dengan William dari White Organization dan juga Jeff dari Blue Organization”.
“apa dia mengenal siapa Kode X”.
“sepertinya tidak tuan, tapi dia sudah mengamati kehidupan kode X sebelumnya”.
“bagus, ikuti terus berita tentangnya”.
“baik tuan”.
Kode M lekas mengetok pintu kamar hotel Juliet, butuh waktu yang sangat lama hingga pintu terbuka dengan
Juliet yang masih menutup matanya.
“hm ada apa?”.
“tuan memberikan perintah untuk kode X tetap stay di kamar hotel”.
“ha? Bukannya aku boleh liburan”.
“ya, ada masalah sedikit”.
“baiklah”.
“kalau begitu saya permisi”.
Juliet hanya mengangguk dan menutup kembali pintu kamar hotelnya, dia mengambil ponsel yang ada di nakas
untuk memberitahukan pada Adrian kalau dia tidak bisa jalan hari ini dan entah kapan dia bisa jalan-jalan kembali.
Maaf, aku tidak bisa jalan hari ini
Juliet menutup ponselnya dan pergi kekamar mandi setelah memesan sarapan untuknya melalui telepon, hanya
memakai pakaian santai, sweater putih dipadukan dengan celana tidurnya, udara luar lumayan dingin di pertengahan desember ini, dan beberapa hari kemudian adalah natal, untuk kedua kalinya saat natal Juliet tidak bersama bibi dirumah, biasanya saat natal paman akan pulang juga.
Juliet duduk di ranjangnya sembari menonton tayangan televise, wanita itu tidak melihat saat ponselnya
berdering hanya karna terlalu fokus melihat film komedi kesukaannya. Suara ketukan pintu dari pelayan hotel membuatnya langsung beranjak dari ranjang dan membukakan.
“Good Morning Miss”.
“morning”.
“kami membawa pesananan atas kamar anda”.
“oh iya, bawa masuk saja”.
Pelayan tersebut meletakkan makanan yang dipesan Juliet di atas meja lalu meninggalkan kamar Juliet setelah
urusannya selesai. Saat ingin memakan makanannya kembali pintu terketuk ‘siapa lagi yang datang’
Saat pintu terbuka, disana ada Adrian dengan wajah penuh keringat dan nafas tak beraturan. “apa yang
terjadi?”. Tanya Juliet bingung.
“aku menghubungimu tapi kau tidak menjawab, aku fikir ada terjadi sesuatu padamu, jadi aku langsung datang
kemari”.
“bagaimana kau bisa tau berapa kamar hotelku?”.
“kau tidak mengijinkanku masuk terlebih dahulu?”.
“ah ya, maaf, silakan masuk”.
Adrian masuk kedalam kamar hotel Juliet dan duduk di sofa yang tersedia disana, sekilas Adrian melihat
makanan yang ada dimeja, Juliet akan melaksanakan sarapan, tapi dia datang.
“jadi?”. Tanya Juliet kembali
“aku bertanya pada pelayan yang kebetulan baru saja dari kamarmu”.
Juliet hanya mengangguk,
“makanlah terlebih dahulu, apa aku boleh meminjam kamar mandimu?”.
“ya tentu saja, itu disana”.
“thanks”.
Adrian pun masuk ke kamar mandi, sedangkan Juliet kembali memakan makanannya. Dalam kamar mandi, pria itu
menyalakan air wastafel untuk menghubungi Kevin.
“halo”.
“tuan, saya berada di apartemen anda, tapi anda tidak ada”.
“aku sedang diluar, apa yang kau bawa?”.
“nona Juliet adalah putri tuan Aero”.
“aku sudah tau, apa kau mengetahui hal lain atau organisasi gelap sudah tau soal ini?”.
“ada yang selalu memperhatikan nona Juliet, sepertinya organisasi gelap sudah menemukan nona Juliet, tapi tertutupi dari anggota yang lain”.
“tutup mulut dan jangan biarkan siapapun mengetahui akan hal ini”.
“baik tuan”.
dari kamar mandi.
“aku sudah memesankan sarapan untukmu”. Ucap Juliet sembari memakan makanannya dengan lahap
“terima kasih”.
Pandangan Adrian tertuju pada nakas, disana ada dua ponsel, ponsel yang sering dibawa Juliet dan satu
lagi hampir mirip. Hingga tiba-tiba ponsel tersebut berdering, Juliet langsung beranjak dari duduknya, membuka pintu menuju balkon menerima panggilan.
“halo”.
“kau tau siapa yang bersama mu saat ini?”.
“Adrian?”.
“aku harap kau tidak berteman dengannya”.
“Adrian temanku sejak kecil, jadi jangan melarangku untuk tidak berteman dengannya”.
“kau tidak menyukainya saat kecil”.
“itu dulu”.
“jagalah dirimu dan jangan sampai lengah kalau sedang bersamanya”.
“hm ya”.
Juliet langsung mematikan ponselnya dan kembali masuk.
Wanita itu tersenyum pada Adrian dan kembali duduk, sedangkan Adrian duduk dipinggiran ranjang, selesai
makan Juliet pergi menuju kamar mandi namun entah kenapa lantai membuatnya hampir saja terpeleset jika Adrian tidak menangkapnya.
Wajah mereka sangat dekat saat Adrian memegangi pinggang Juliet, beberapa detik Juliet terpesona dengan
wajah pria itu hingga dia sadar dan segera berdiri.
“sorry”. Ucap Juliet
“hati-hati”.
Juliet hanya mengangguk dan masuk ke kamar mandi, lalu menutupnya, di sentuhnya jantung, berdebar sangat
kencang untuk pertama kalinya. Selama ini Juliet tidak pernah jatuh hati pada pria manapun, dia adalah orang yang sangat tertutup selama sekolah, bahkan temanpun tidak punya sama sekali, itu karna paman selalu menghimbau untuknya berhati-hati dengan siapapun.
Selesai dari kamar mandi, Juliet keluar melewati Adrian, namun pria itu malah berdiri dan mendorong
Juliet ke dinding. Keduanya hanya diam, hingga Adrian mendekatkan wajahnya, sangat dekat saat bibir mereka bertemu. Adrian menyentuh leher Juliet, Ciuman mereka semakin panas, begitu pula Juliet yang mengikuti alur Adrian. Ciuman mereka terlepas saat Juliet membutuhkan oksigen untuk bernafas, pria itu menyentuh pipi Juliet lembut, dan kembali mencium bibirnya semakin liar.
Adrian membalikkan tubuh Juliet dan menuntunnya menuju ranjang, di balkon kode M yang tengah berdiri
memutuskan untuk pergi, dia tidak akan mengganggu privasi atasannya sekaligus rekan kerja nya soal percintaan.
Perlahan Adrian melepaskan sweater yang dipakai oleh Juliet, lalu melepas kaos yang dipakainya sendiri.
Pria itu mengecup leher Juliet, membuat banyak kissmark disana, perlahan ciumannya turun kebawah.
Skip
Juliet membuka matanya saat pelukan Adrian semakin erat memeluk tubuhnya, mereka berdua sama-sama tidak
memakai sehelai benang pun, hanya tertutupi oleh selimut. Itu adalah kali pertama untuk Juliet melakukan hubungan badan bahkan dekat dengan seorang pria, hanya ada sedikit penyesalan, tapi bahkan dia tidak pernah berfikir akan jatuh di ranjang dengan orang yang berhasil menarik hatinya untuk menetap.
Adrian membuka matanya, pandangan pertama yang dilihatnya adalah Juliet yang mengamatinya, tapi
pandangan Juliet langsung kearah lain yang membuat Adrian semakin gemas melihat wanita itu.
“maafkan aku Niana”. Ucap Adrian yang membuat Juliet menetap Adrian
“kenapa kau meminta maaf”.
“itu adalah hal yang kau jaga, dan aku mengambilnya”.
“aku tidak pernah menyesal jika kau yang mengambilnya”.
“jadi apa kau juga mencintaiku?”.
“aku tidak tau”.
“baiklah aku akan terus menunggumu”.
“terima kasih”.
Adrian mengangguk dan kembali memeluk Juliet, menenggelamkan wajahnya di leher Juliet.
“ahh berhenti! Aku lelah, aku mau ke kamar mandi”.
“bagaimana kalau bersama?”.
“Romeo….”.
“apa Juliet……”.
________________________________________________________________________________