
Hari pernikahan besar keluarga Aero dan keluarga Nicoline berlangsung, banyak sekali tamu undangan juga para wartawan yang meliputnya. Juliet berada di depan kaca riasnya, wanita itu sudah sangat cantik memakai gaun pengantin, disampingnya ada Joy yang membantunya memakaikan gaun dan juga risan bersama ahli rias lainnya. Joy juga nampak sangat cantik memakai dress nya saat ini.
“Tarik nafas Juliet, kau terlihat sangat gugup”. Ucap Joy sambil tertawa tipis
“ya kau tau aku sangat gugup melebihi apa yang pernah terjadi sebelumnya”.
Pintu terbuka, tuan Aero datang menghampiri putrinya. “dad”. Panggil Juliet sambil berdiri dari duduknya
“Niana putri daddy sudah besar, mommy mu pasti bahagia melihatmu tersenyum saat ini, kau mirip sekali dengannya”.
Juliet memeluk ayahnya erat “daddy, maafkan Niana”.
“kenapa kau meminta maaf sayang?”.
“harusnya Niana lebih lama bersama daddy sejak daddy kembali”.
“pada akhirnya nanti daddy juga akan melepaskanmu”.
“thank you dad”.
“ayo, Adrian sudah menunggumu”.
Juliet berjalan beriringan dengan ayahnya, wanita itu menarik nafas nya dalam-dalam saat setelah pintu terbuka lebar. Juliet melihat Adrian yang berdiri di altar tersenyum padanya, semua tamu undangan nampak terharu dengan apa yang dilihatnya, saat Adrian meneteskan air mata dan berusaha menghapusnya sembari terus tersenyum pada Juliet.
Langkah terakhir sampai didepan Adrian, tuan Aero menyerahkan tangan putrinya pada pria itu dan menyentuh pundak Adrian, lalu meninggalkan Altar dan duduk di samping tuan Nicolas dan Hardin.
Upacara mereka ditutup dengan ciuman Adrian dan Juliet yang resmi menjadi suami istri.
Acara pesta berlangsung sangat mewah ditambah tamu undangan yang semakin malam semakin berdatangan, Juliet tengah berada di antara organisasi gelap yaitu kode Y dan yang lainnya. Sedangkan Adrian sibuk sendiri dengan beberapa klien dan juga rekan kerjanya yang datang dari berbagai Negara, termasuk Liliana yang juga menghadiri pernikahan Adrian.
“hai”. Panggil Liliana pada Juliet yang tengah mengobrol dengan kode M
“oh hai”. Sapa Juliet kembali
“selamat atas pernikahanmu”.
“terima kasih, kau teman Adrian?”.
“ya aku datang dari Amerika”.
“wah terima kasih sudah hadir”.
“aku pasti hadir, Adrian adalah orang yang jarang dengan wanita tapi sepertinya itu karena mu”.
“hahahaha kau mengenalnya sangat baik”.
“sejak kami bekerja sama”.
“ya begitulah Adrian, maaf kalau dia pernah menyusahkanmu”.
“tentu saja tidak”.
Adrian datang menghampiri mereka berdua, memeluk pinggang istrinya posesif.
“Liliana, kau datang?”. Ucap Adrian “terima kasih”.
“aku pasti datang dipernikahanmu”.
Juliet tersenyum pada Liliana.
“ah iya namaku Liliana”. Ucap Liliana memperkenalkan dirinya pada Juliet
“Niana”.
“nikmati malam ini, aku ada urusan dengan istriku”.
Adrian mengajak Juliet keluar dari pesta pernikahan mereka menuju balkon melihat bintang yang bertebaran dilangit.
“Liliana sangat baik”. Ucap Juliet
“ya dia membantuku”.
“sepertinya dia pernah menyukaimu”.
“entahlah aku tidak peduli akan hal itu karena aku sejak dulu menyukaimu”.
Juliet memeluk Adrian erat.
►
Mobil Adrian dan Juliet meninggalkan mansionnya, mereka berdua akan pergi ke Itali untuk liburan honeymoon, ya
walaupun Juliet tengah mengandung muda, tapi Juliet ingin liburan bersama Adrian setelah menikah. Tak hanya itu Juliet harus mengontrol terus organisasi gelap karna hari ini pula mereka akan menuju ke Amerika untuk sebuah misi penting.
“kau masih menunggu berita dari Hardin?”. Tanya Adrian sembari membawa mobilnya
“ya tentu saja”.
“blue organization akan membackup nya, jadi jangan khawatir”.
“kau tau siapa dibalik mereka?”.
“bukannya kau berteman dengan William?”.
“Jeff yang lebih dekat dengannya, kami juga sudah jarang bertemu”.
Mobil mereka sampai di bandara, para pelayan membawakan koper milik mereka menuju pesawat pribadi milik Adrian. Juliet pernah naik pesawat itu sebelumnya saat pergi ke Paris, dan ini yang kedua
kalinya menuju Itali.
Beberapa jam berlalu mereka sampai di hotel mewah milik sahabat Adrian, mereka memberikan pelayan terbaik untuk Juliet dan Adrian. Kamar paling mahal dan paling mewah yang ada di hotel tersebut, desain
yang mewah berwarna emas dan juga putih diseluruh pennjuru ruangan.
“Adrian!!”. Teriak Juliet di ranjang saat wanita itu melihat kopernya hanya berisi ligerie
Adrian yang berada di kamar mandi segera menyelesaikan kegiatannya dan keluar untuk
melihat apa yang terjadi pada istrinya. “ada apa?”.
“kenapa koperku hanya berisi pakaian seperti ini?”.
“Gaby. Dia yang bertanggung jawab atas kopermu. Aku akan membelikan baju, kau tidak mungkin keluar menggunakan baju sialan itu. Malam ini kau bisa memakai kemeja ku terlebih dahulu”.
Juliet tersenyum “thank you”.
“hm”.
Ponsel Juliet berdenting, wanita itu langsung mengambilnya dan membaca pesan yang
masuk dari Hardin.
Aku dan yang lain sudah sampai di Amerika, bagaimana denganmu
“siapa?”. Tanya Adrian
“Hardin”.
Aku sudah sampai dengan Adrian, terus kabari aku
Setelah membalas pesan dari Hardin, Juliet menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Juliet keluar hanya menggunakan pakaian dalamnya sembali mencari kemeja milik Adrian di koper milik Adrian. Sedangkan Adrian yang membaca majalah di ranjang meletakkan majalahnya dan melihat Juliet yang sibuk sendiri.
“bisa kau bantu memilihkan untukku?”. Ucap Juliet tanpa melihat kearah Adrian.
Adrian beranjak dari ranjang menghampiri Juliet, memeluk tubuh Juliet dari belakang, mengecup leher Juliet yang membuat wanita itu memejamkan matanya. “apa aku boleh mengunjunginya?”. Tanya Adrian sambil mengusap perut Juliet.
Juliet membuka matanya dan melihat kearah Adrian “iya, tapi kau harus berhati-hati”.
“tentu saja sayang, aku tidak akan menyakiti anak kita”.
-skip males buat adegan mantap-mantap-
Adrian membuka matanya saat cahaya matahari menerobos masuk ke kamar tidur, pria itu melihat Juliet yang masih terlelap. Adrian melangkahkan kakinya menuruni ranjang membuka pintu kaca besar disebelah timur dalam kamar hotel yang dia tempati. Kolam renang yang sangat biru karena ubinnya menambah keinginan pria
itu untuk berenang. Masih memakai boxernya Adrian masuk kedalam air.
Suara air membangunkan Juliet, dia melihat kearah kolam renang ada Adrian yang
menikmati pagi. Juliet beranjak dari ranjang, berdiri di pintu sembari melihat
kegiatan Adrian hingga pria itu sadar.
“kau sudah bangun?”. Tanya Adrian masih dalam air
“hmm hari ini aku mau jalan-jalan, dimana bajuku?”.
“aku sudah menyuruh pengawal untuk membelikan baju untukmu, sebentar lagi dia akan
datang. Kau ingin berenang terlebih dahulu?”.
“okay”. Juliet berjalan kearah kolam renang hanya memakai pakaian dalamnya, sampai di
ujung Juliet melepaskan bra nya dan masuk kedalam air.
Adrian menghampiri Juliet dan memeluknya.
Karena sibuk dengan kegiatan nya sendiri, ponsel Juliet dan Adrian berdering bersamaan
dan mereka bahkan tak mendengarnya sama sekali. Panggilan dari Hardin dan Kevin
di ponsel yang berbeda, saat Juliet naik ke atas dan memakai handuknya, wanita
itu baru sadar kalau melupakan misi organisasi gelap. Juliet langsung menuju ke
ranjang dan mengambil ponselnya. Panggilan dan juga pesan masuk dari Hardin
Kami mengambil misi dadakan pagi ini, pakai alatmu, bisa terdengar jauh
Juliet mengambil anting dan memakainya.