
Juliet mengguyur tubuhnya dibawah air shower, wajahnya memerah menahan marah. Moodnya benar-benar hancur setelah Gabriella menghubunginya. Juliet memakai jubah mandinya lalu keluar dari kamar mandi, wanita itu duduk di depan meja rias. Mengganti jubah mandinya dengan baju tidur yang nyaman, sebuah pesan masuk ke ponsel Juliet.
Kau tidak pulang baby?
Pesan dari tuan Aero, Juliet memutuskan pulang keapartemennya karena banyak pakaiannya yang ada di sini, dan juga Juliet lebih suka tinggal di apartemen daripada rumah penuh pelayan.
Besok Niana pulang dad
Disisi lain, Adrian keluar apartemennya bersama Kevin, pria itu akan terbang ke Amerika untuk menghadiri meeting besar seluruh Big Mafia. Dalam perjalanan, Adrian hanya diam mengingat ucapan Juliet yang terus terbayang dalam otaknya, Adrian sangat yakin Juliet berbohong padanya.
Hanya beberapa jam saat beberapa orang menyambutnya di bandara, wajah dingin pria itu membuat semua orang yang berjumpa dengannya menunduk. Tujuannya saat ini adalah Folk Group, dimana akan diadakan meeting besar yang dilakukan satahun sekali untuk melihat perkembangan.
Adrian duduk di kusinya, mereka semua yang datang duduk di meja bundar, para pemimpin perusahaan besar. Disebelah kanan Adrian ada Jeff dari Locus Group, kirinya Nicko dari Sinc Corp dan terakhir Liliana dari Folk Group pemilik gedung ini. Beberapa kali Liliana mencuri pandang pada Adrian, namun pria itu masih sibuk dengan pembicaraannya.
Hingga meeting selesai, Adrian berjalan berbincang dengan Jeff. Liliana menghampiri mereka dan berjalan di samping Adrian.
“setahun sekali aku melihatmu Adrian”. Ucap Liliana yang dijawab anggukan Adrian
“aku duluan, harus segera kembali ke Paris”. Sela Jeff yang langsung meninggalkan Liliana dan Adrian.
“mau minum kopi terlebih dahulu? Kau datang sekali selama setahun”.
“baiklah”.
“aku tau tempat paling enak di sini”.
Liliana dan Adrian pergi kesalah satu tempat kopi yang ada di mall, menurut Liliana tempat itu yang paling enak kopinya. Saat tengah menikmati minumannya, Adrian melihat seorang pria membawa gadis kecil secara paksa keluar dari mall, semua orang hanya melihatnya karena sepertinya gadis itu tidak bisa berbahasa Inggris.
“hei!”. Liliana melambaikan tangannya di depan Adrian karena pria it uterus melihat kearah luar “Adrian! Kau bisa
mendengarku?”.
“ah iya?”.
“apa yang kau lihat?”.
“aku pergi dahulu, lain kali kita minum kopi lagi”. Adrian beranjak dari duduknya, pria itu berlari keluar. Matanya masih menangkan saat para pria menangkap wanita dan memasukkan kedalam mobil hitamnya, lalu meninggalkan tempat tersebut.
Adrian langsung masuk kedalam mobilnya.
“ada apa?”. tanya Kevin yang sedikit terkejut dengan kedatangan Adrian yang tiba-tiba
“ikuti mobil itu”.
“baik tuan”.
Mobil Adrian mengikuti mobil yang ada didepannya, mobil tersebut berhenti disebuah apartemen, mereka membawa wanita itu masuk.
“ini apartemen?”. Tanya Adrian pada Kevin
“sepertinya bukan tuan, lihatlah didepan penjagaannya sangat banyak. Memangnya ada apa dengan wanita itu?”.
“sepertinya penculikan”.
“lebih baik kita tidak ikut campur tuan. Hari ini anda harus pulang ke Paris atas perintah tuan Nicoline, karena ada hal penting yang akan dibicarakan dengan anda”.
“baiklah aku akan pulang”.
►
Juliet duduk diantara Hardin dan juga kode Y, disana juga ada tuan Alexander dan kode D. mereka tengah membahas soal white organization yang tiba-tiba menghilang setelah meninggalnya ketu white
organization yaitu Johan ditangan Juliet.
“kalian ingat soal Klaosan?”. Tanya tuan Alexander, walaupun pria itu sudah memutuskan untuk berhenti atau pension dari jabatannya, tapi dialah pemegang organisasi gelap mengingat Hardin yang baru
saja terjun.
“aku mengingatnya jelas, mereka memiliki pusat dibawah white organization”. Jawab Juliet
“ya kau benar Juliet, jelaskan kode Y”.
“ehm Klaosan masih beroperasi sejak runtuhnya white organization, kita sendiri tidak tau siapa dibalik Klaosan, masih sama menculik beberapa wanita Asia yang bekerja ataupun sekolah di Amerika untuk
budak sex nya”.
“saya tidak setuju jika kode X berjalan kesana”. Ucap Hardin
“lalu apa kau yang akan kesana? Ketua organisasi gelap sendiri?”. Tanya tuan Alexander
“tuan Aero menyuruh saya menjaga Niana, saya tidak akan membiarkan tugas ini diambil oleh Niana”.
Tok tok tok
“baik tuan, mata-mata kami melihat Big Mafia bergerak mengintai gedung Klaosan”.
“Big Mafia?”. Tanya Hardin ulang
“sepertinya sebuah kebetulan Big mafia tau akan hal ini. Sekarang terserah siapa yang akan ke Amerika besok untuk perintah ini, yang pasti bukan Juliet karna dia CEO Aero Corp sekarang”.
“saya yang akan kesana tuan”. Ucap kode Y
“kau yakin?”.
“sangat yakin, pengalaman dengan kode X membuat saya lebih berani mengambil keputusan”.
“Hardin?”. Panggil tuan Alexander memastikan Hardin menyetujuinya
“kami adalah team, jadi aku akan ikut kode Y”. ucap Juliet
“kau tidak bisa melakukannya Niana”.
“aku akan meminta ijin pada daddy, dia tidak akan melarangku, kita telah berhasil mengalahkan white organization, Klaosan ada dibawahnya”.
“aku juga akan ikut kesana”. Ucap Hardin
“baiklah kalau itu adalah keputusan kalian”.
Juliet dan Hardin berjalan beriringan digedung Aero Corp setelah melakukan pertemuan singkat dengan anggota penting organisasi gelap.
“bagaimana hubungan mu dengan Adrian?”.
“tidak bisa”.
“apa salahnya jika kau memaafkan Adrian, toh itu bukan kesalahannya, dia memilihmu waktu itu”.
“aku butuh waktu untuk menerimanya kembali, bagaimana denganmu? Kau memutuskan untuk melajang sampai kapan?”.
“aku belum memutuskan untuk menikah”.
“Juliet!”. Panggilan Joy dari jauh membuat Juliet melambaikan tangannya kearah wanita itu
“Joy!, hi apa yang kau lakukan disini?”.
“mencarimu, kau berjanji untuk makan siang denganku”.
“astaga aku melupakannya, aku masih ada urusan dengan daddy”. Juliet melihat kearah Hardin “kau bisa menemani temanku makan siang? Please… aku melupakan janjiku padanya”.
“kau…”. Hardin tersenyum menahan amarahnya
“kalau kau tidak bisa, aku makan siang sendiri”. Ucap Joy
“tidak Joy. Hardin, dia akan menemanimu makan siang”.
“Hardin”. Ucap Hardin memperkenalkan dirinya
“Joy”.
Juliet pura-pura melihat pergelangan tangannya “ah aku sudah telat, aku pergi dulu. Bye Joy, Hardin”. Juliet sedikit
berlari keluar menuju mobilnya meninggalkan Hardin yang masih canggung dengan Joy.
“dimana kita akan makan siang?”.
“restaurant dekat sini”.
“baiklah”.
Mereka berdua duduk berhadapan disalah satu meja, Joy memesan makanan kesukaannya yang kebetulan sama dengan yang dipesan oleh Hardin, bukan sengaja karna memang itu makanan kesukaan Joy.
“kau menyukainya?”.
“sangat, nenekku pernah membuatkanku makanan ini sewaktu aku kecil dan itu kali pertama aku menyukainya. Kau juga menyukainya?”.
“iya sangat, aku selalu menghabiskan makan siangku dengan menu ini sewaktu keluargaku masih ada”.
“sorry”.
“no problem”.
Setelah menghabiskan makan siangnya, mereka keluar dari restaurant. Hardin sempat meminta nomor ponsel Joy untuk kepentingan jikalau dia membutuhkan pakaian untuk acara. Sedangkan Joy, dia akan sangat berterima kasih pada Juliet karena memberikannya waktu berdua dengan Hardin, walaupun wanita itu tidak tau sebelumnya, karena sangat mendadak saat tiba-tiba Juliet membatalkan janjinya.
_____________________________________________________________________________