Without Time Until Last

Without Time Until Last
Episode 7



Louvre Museum


Adrian berjalan-jalan disekitaran Louvre Museum, berharap dia akan segera bertemu dengan Juliet kembali. tidak butuh waktu lama, mata pria itu melihat sosok Juliet yang tengah memfoto di sekitaran museum menggukan


kameranya. Seakan dibuat tak sengaja, Adrian menabrak Juliet hingga botol minuman wanita itu jatuh.


“sorry”. Ucap Adrian yang membuat Juliet mendongak melihat kearah pria itu “Juliet”.


Juliet berusaha menghindari pria itu dengan meninggalkannya, namun Adrian mengejar Juliet terus hingga wanita itu menghentikan langkahnya dengan wajah kesal.


“apa yang kau mau?”. Ucap Juliet


“berteman denganmu”.


“aku tidak mau”.


“alasannya? Apa aku masih jelek?”. Tanya Adrian sambil bergaya sok tampan


Juliet hanya tertawa kecil. “bukannya kau membenciku?”.


“saat itu kau masih kecil, dan juga kau tidak pernah berteman dengan siapapun, jadi wajar kalau kau tidak mau berteman denganku”.


Juliet hanya mengngguk


“jadi mau berteman?”.


Juliet hanya diam dan melanjutkan langkahnya berjalan-jalan sekitar museum, dia melihat beberapa spot yang menurutnya indah di ikuti Adrian di belakang wanita itu, hanya diam dan terus mengikuti. Suara teriakan perut


Juliet yang terdengar ditelinga Adrian membuat pria itu terkekeh pelan.


“kau lapar?”. Tanya Adrian


“tidak”.


“ayolah, perutmu sudah berteriak meminta makanan”. Adrian menarik tangan Juliet keluar dari museum dan menuju kesalah satu kedai makan yang lumayan banyak pengunjung. “aku tau beberapa makanan enak disini, jadi kau pasti menyukainya”. Adrian memesankan makanan untuk Juliet dan dirinya sendiri.


Mereka berdua duduk di salah satu meja panjang yang disana tidak hanya ada mereka saja, ada beberapa pasangan yang juga tengah menikmati makan paginya.


“jadi apa yang kau lakukan disini? Kau tidak bekerja?”. Tanya Juliet yang membuka mulut setelah sekian kalinya wanita itu cuek pada Adrian


“aku bekerja”.


“lalu?”.


“mengambil cuti, karna ingin liburan”.


“apakah tidak masalah?”.


“tidak, aku mendapatkan ijin, jadi aku memutuskan untuk pergi kebeberapa tempat di kota Paris, kau sendiri? Liburan kan?”.


Juliet mengagguk “hanya satu minggu”.


“setelah itu kembali ke California?”.


Juliet kembali mengangguk. Makanan mereka pun datang, untuk pertama kalinya Juliet memakan makanan khas sana dan menurutnya lumayan enak dan cocok dengan lidahnya. Setelah makan, mereka berdua kembali menghabiskan wantu di museum dan berjalan disekitar sana.


“apa aku boleh menyimpan nomor ponselmu?”. Tanya Adrian saat mereka berdua menikmati makanan ringan di pinggir jalan.


“tentu”. Juliet mengambil ponsel Adrian dan menuliskan nomor ponselnya disana


“thanks. Oh ya, bagaimana kalau selama kau disini, aku akan menemanimu liburan?”.


“ide yang bagus, tapi sepertinya tidak perlu melakukan itu”.


“aku juga sedang liburan, jadi apa salahnya kalau memang tujuan kita sama. besok aku akan pergi jalan-jalan di Champs-Elysees, bagaimana denganmu?”.


Juliet menatap Adrian tidak percaya “aku juga akan kesana”.


“ya sudah kita pergi bersama, dimana aku bisa menjemputmu?”.


“hotel Arcades (ngarang ya)”.


“baiklah aku akan menjemputmu kesana”.


Juliet mengangguk.


Mereka kembali ke museum untuk melakukan foto-foto, beberapa kali Adrian memotret Juliet secara diam-diam ‘Juliet mamang selalu cantik’ ucap Adrian sembari tersenyum pada Juliet yang tengah sibuk dengan kameranya. Juliet menengok kearah Adrian dan menghampiri pria itu.


“apa aku boleh bertanya sesuatu?”. Ucap Juliet


“tentu saja”.


“kau sudah tau kalau aku Niana Aero, apa kau akan mengatakan kepada semua orang?”.


“tidak”.


“kenapa?”.


“karna selama lima belas tahun kau menjaganya agar tak ada yang tau identitasmu”.


“bagaimana kau tau?”.


“aku menyukaimu sejak dulu, aku tidak akan membahayakan orang yang aku sukai, walaupun sebenarnya aku tidak tau alasanmu, tapi melihat dahulu, aku tau itu sangat bahaya untukmu”.


“terima kasih”.


Adrian mengangguk, “ah ya, bagaimana kalau malam ini kita dinner, ada salah satu tempat yang sangat indah saat malam hari”.


“boleh”. Juliet tersenyum bahagia, untuk pertama kalinya sejak Juliet berada di Organisasi gelap dia kembali menemukan kecerahan dalam hidupnya. Kemudian dia kembali diam.


“apa yang terjadi”.


“memangnya kenapa?”.


“tidak apa-apa”.


“kau bisa bercerita denganku kalau ada masalah, tidak baik jika kau menyimpannya sendiri”.


“tidak ada”.


“baguslah”.


Mereka terus berjalan menikmati keramaian. Sedangkan di tempat lain, Kode M tengah mengamati mereka berdua dan melaporkannya pada Ketua Organisasi yang memang memerintahkan Kode M untuk menjaga Juliet selama di paris.


“tuan, Kode X tengah bersama pria”.


“cari tau dan ikutin terus”.


“baik tuan”.


“laporkan terus siapa yang bersamanya”.


“baik tuan”.


Kode M terus mengikuti Juliet tanpa diketahui Juliet sendiri, wanita itu lumayan tidak memperdulikan sekitarnya saat tidak bekerja, dan semua tau akan sifat Juliet yang itu, walaupun dia tipe orang yang bisa menjaga dirinya


sendiri.


Mereka berdua berjalan-jalan sekitar tempat dimana Adrian memarkirkan mobilnya, hingga tiba-tiba ponsel Adrian berdering, nama Gabriella terpampang disana, Adrian menghembuskan nafas berat, dan mematikan ponsel, kembali fokus berjalan dengan Juliet.


“siapa? Kenapa dimatikan?”. Tanya Juliet


“tidak penting”.


“angkat aja, siapa tau penting”.


“dia memang suka mengganggu”.


“pacar?”.


“bukan, adik”.


“kau punya adik?”.


Adrian mengangguk “kau melupakannya?”.


“aku tidak tau”.


“kalian pernah bertemu dulu, sewaktu acara keluarga di rumahmu”.


“aku sudah lupa”.


◄Flashback


“Adrian, Gabriella. Ayo cepat masuk mobil”. Ucap seorang wanita dengan pakaian mahal dan serba mewah.


“iya mom”. Kedua putra putri mereka langsung masuk mobil dengan pakaian pesta.


Mobil tersebut memebawa mereka satu keluarga dari hotel menuju kesebuh rumah mewah dikawasan orang elit


California, sebuah pesta di gelar sangat meriah, yaitu pesta kecil milik kelurga Aero. Gabriella langsung turun dari mobl begitu mobil tersebut berhenti di depan rumah itu yang sudah banyak sekali tamu yang datang.


Gabriella berjalan menuju pesta bersama Adrian, pandangan Gabriella tertuju pada seorang anak perempuan


yang tengah duduk dengan ayahnya, anak perempuan yang sangat cantik dan ceria.


“halo, aku Gaby”. Ucap Gabriella pada Niana, namun Niana hanya melihatnya sekilas dan pergi.


“Niana, itu temanmu kenapa pergi”. Panggil Aero


“bukan daddy!”. Niana tetap pergi ke tempat lain yang membuat Gaby sedih.


“maafkan Niana ya, dia memang seperti itu”.


“ngga papa paman”.


Adrian yang melihat dari jauh hanya terdiam melhat adiknya yang tidak di sukai oleh Niana.


▼Flashback Off


Hari semakin petang, Juliet dan Adrian memasuki mobil menuju tempat yang di tunjukkan oleh Adrian, butuh


waktu lumayan lama untuk sampai di tempat tujuan mereka. Hingga akhirnya mobil berhenti di sebuah tempat makan yang memiliki 10 lantai dan Adrian sudah memesan lantai paling atas dimana dia bisa menimkati udara malam dengan melihat keindahan kota Paris yang memang tengah tertutup salju.


Juliet dan Adrian keluar dari mobilnya dan menuju ke lantai paling atas bersama salah satu pelayan yang


mengantarkan.


Lebih tepatnya mereka tengah dinner romantis, dengan pakaian serba santai, berbeda dengan yang lain.


“silakan tuan, nona”.


“thanks”.


Mereka duduk di meja yang sudah di pesan oleh Adrian.


 


____________________________________________________________________