
Kerja keras Alex terbayar lunas. Clara sudah dapat makan dan berjalan normal seperti sebelumnya.
wajah cerianya semakin terpampang jelas. meski, tersembunyi di balik masker yang ia gunakan.
dari balik kaca besar dia selalu memperhatikan gerak-gerik serta apapun aktifitas yang Clara kerjakan di dalam ruangannya.
ingin rasanya Alex untuk mendekap erat dan mengucapkan kata selamat pad Clara. namun, apalah daya Alex masih harus menyembunyikan jati dirinya saat ini.
dia harus dapat sedikit menahan dan mengorbankan keinginan hatinya sejenak. sampai Clara nantinya akan benar-benar keluar dari ruangan yang mengisolasi dirinya. Ruangan yang menjadi dinding pemisah antara Alex dan Clara.
untuk sementara dirinya harus rela menjadi budak penghasil uang untuk Cassandra sampai nanti Clara di lepaskan oleh Cassandra.
karena sampai hari ini Cassandra masih terus merawat dan mengecek kondisi kesahatan Clara, serta kinerja dari fungsi hatinya.
mereka hampir menghabiskan waktu secara bersama selama ini. Namun, keakraban diantara mereka tidak terjadi.
Cassandra yang baru saja selesai mengecek kondisi Clara, menyuruh Clara untuk berbaring dan kembali beristirahat.
sementara Cassandra keluar meninggalkan Clara sendiri di dalam ruangannya.
"Kenapa kamu tidak berbicara sedikit saja dengannya?" tanya Cassandra saat baru saja tubuhnya keluar dari ruangan tempat Clara terisolasi.
"Aku tidak ingin dia tahu siapa aku." jawab Alex dingin.
"Mana mungkin dia bisa tahu." ucap Casandra sembari mengunci pintu, "wajahmu saja tersembunyi di balik maskermu." sambung Cassandra.
"Dia akan mengenali suaraku." jawab Alex kesal.
"Sedekat itukah dirimu dengan Clara... hubungan kalian bukan seperti kakak dan adik lagi. tapi, sudah seperti sepasang kekasih?" tanya Cassandra penuh selidik.
"Mana mungkin... jangan mebuat teori yang mengada-ada, dia sangat tertutup pada orang lain. maka dari itu dia selalu dekat denganku. " jawab Alex.
"Jadi, kapan dia bisa keluar dari sini?" tanya Alex penuh selidik.
"Mungkin beberapa hari lagi, aku tahu kamu ingin segera berbicara normal dengannya. bersabarlah sedikit, dan tetap fokus pada tugasmu!" perintah Cassandra.
"Dasar maniak uang!" gumam Alex kesal, "tenang... bukankah kamu sudah melihat sendiri hasilnya?" timpal Alex.
"Banyak, cukup banyak... tapi belum cukup untuk membuatku puas." jawab Cassandra sembari menyeringai lebar.
"Berapapun uang yang aku dapatkan tidak akan membuat seorang maniak uang sepertimu puas." gumam Alex dengan tangan mengepal.
"Mungkin, setelah aku dapat berbicara dengannya, aku akan lebih bersemangat lagi. " ujar Alex.
lalu Alex, memutar tubuhnya hendak pergi meninggalkan Cassandra, "aku istirahat dulu, aku serahkan Clara sepenuhnya padamu!" ucap Alex.
"Kamu bisa percaya denganku." jawab Cassandra tegas.
Alex dengan mantap melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Cassandra. dengan tergesa-gesa dia menyusuri lorong gedung Night Raven.
setelah Alex pergi. wajah Cassandra berubah seketika. entah apa yang hinggap dalam benaknya hingga raut wajahnya berubah menjadi tegang dan sangat keras memikirkan sesuatu.
Kembali Cassandra masuk ke dalam ruangan untuk memastikan tebakan dan asumsi yang baru saja terlintas dalam benaknya.
dengan seksama Cassandra amati kondisi fisik Clara, tak terlewat oleh mata meski hanya satu inchi.
"Gak salah lagi, wanita ini benar-benar gila." gumam Cassandra sembari menggeleng-gelengkan kepalanya seakan tak percaya.
"Obat apa saja yang sudah kamu minum, hingga ginjalmu pun bermasalah." ucap Cassandra lirih.