
Tatapan mata antara Clara dan Alex saling beradu, saling mengintimidasi satu sama lain, sorot mata tajam bagai mata pisau yang ingin mencongkel keluar bola mata, hening dan sunyi adalah suasana pada situasi yang sedang terjadi. Alex tak bergeming dia tetap terus menatap tajam mata Cassandra, memaksa Cassandra untuk tunduk pada dirinya.
“Aku akan beritahu jika operasi selesai dijalankan.” Jawab Cassandra dengan senyum penuh arti, “Apakah kamu setuju?” tanya Cassandra, dia meminta Alex untuk menjabat tangannya.
“Setiap syarat dalam kesepakatan harus diungkapkan sebelum kesepakatan disetujui.” Jawab Alex.
“Kamu sedang membuat kesepakatan pada orang yang berbeda, kamu harus ikut aturanku atau aku tidak akan mau menolongmu… disini kita tidak saling membutuhkan, kamu membutuhkanku untuk menyelamatkan kekasihmu, sedangkan aku tidak sedikit pun butuh bantuan darimu.” Ucap Cassandra dengan tenang, lalu dia menuangkan air dari dalam botol beling diatas mejanya kedalam gelasnya, lalu dia teguk sedikit air berwarna merah itu, “Jawabanmu?” tanya Cassandra.
Alex bimbang. Betul, dia ingin menyelamatkan Clara, itu adalah mutlak tujuannya saat ini, tetapi Alex memiliki kekhawatiran kepada Cassandra, dia tidak tahu apa yang sedang Cassandra rencanakan saat ini, karena menurutnya tidak mungkin seseorang mau membuat kesepakatan jika tidak ada untungnya bagi kedua belah pihak.
“Apa yang sedang direncanakan wanita ini? sebaiknya, aku harus lebih berhati-hati dengan Cassandra pasti dia punya maksud terselubung.” Pikir Alex.
“Aku Setuju.” Jawab Alex dengan tenang, dia menjabat tangan Cassandra dengan sangat erat sembari menatap dalam mata Cassandra.
“Aku membenci pengkhianatan, jika kamu berani melanggar kesepakatan, kamu akan tahu bukan resikonya?” tanya Clara.
“Aku tahu… dan kamu juga tahu apa yang akan aku perbuat jika kamu melanggar kesepakatan ini.” jawab Alex.
“Kamu tenang saja, aku tidak pernah mengkhianati kesepakatan.” Jawab Cassandra.
“Jadi, apa yang harus aku lakukan sekarang, dan bagaimana untuk mendapatkan pendonor hati untuk kekasihku?” tanya Alex.
“Aku ingin mengamati kondisi kekasihmu terlebih dahulu, baru aku akan memutuskan langkahku yang selanjutnya.” Jawab Cassandra.
“Jadi, kamu ingin aku membawa kekasihku kesini?” tanya Alex.
“Iya kamu harus membawanya kesini.” jawab Clara.
Alex terdiam sejenak, dia menimbang permasalahan yang akan timbul jika membawa Clara ke dalam dunia hitam ini, belum lagi, jika Clara tahu apa yang Alex lakukan disini, pasti Clara akan marah besar dan membencinya disaat yang bersamaan.
“Aku tidak ingin dia tahu kalau aku bekerja disini, dan aku juga tidak ingin dia tahu apa yang aku lakukan disini.” jawab Alex, lalu dia menarik nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan, “Apakah harus disini?” tanya Alex.
“Tenang… aku akan merahasiakan segalanya tentang dirimu, bahkan jika kamu mau, kamu tidak perlu menunjukkan batang hidungmu disini, kamu akan melakukan tugasmu disaat dia sedang aku isolasi saja.” Jawab Cassandra dengan tenang.
“Bagaimana caranya aku membawanya kesini kalau begitu?” tanya Alex bingung.
“Biar Willy yang akan membawanya kesini, kamu cukup berikan foto, nama dan alamat rumahnya, dan Willy pasti akan membawanya kesini.” jawab Cassandra.
“Tidak! Jangan Willy, aku tidak mau kekasihku disakiti olehnya.” Ucap Alex.
Alex menyorot wajah Cassandra dengan penuh selidik, Apa yang sedang Cassandra rencanakan sebenarnya? Kenapa dia sangat ingin membantu Alex hingga repot-repot menyuruh anak emasnya? Pertanyaan itu hadir dalam benak Alex, dan kecuriganya makin menjadi pada Cassandra.
“Pasti dia ingin sesuatu dariku.” Pikir Alex.
“Bagaimana dengan peralatan medisnya?” tanya Alex.
“Serahkan semua padaku, kamu cukup lihat hasilnya saja, bagiku sangat mudah untuk menjadikan gedung ini menjadi rumah sakit, dan kamu hanya harus menjadi penonton yang baik dalam pertunjukanku.” Jawab Cassandra menatap Alex penuh arti.
“Aku tidak terima kegagalan, camkan itu!” ucap Alex, lalu dia bangkit dari tempat duduknya, “Aku permisi!” Alex membungkukkan badannya, lalu dia berbalik badan dan pergi dari ruangan Cassandra, senyum kecil Cassandra mengakhiri percakapan mereka, senyum kecil yang dapat ditafsirkan menjadi ribuan makna.
Dalam setiap langkahnya Alex berusaha untuk menafsirkan makna dari senyuman kecil Cassandra, serta memikirkan segala kemungkinan dari keinginan Cassandra membuat sebuah kesepakatan padanya.
Semuanya sangat aneh dan tidak wajar, dia membuat syarat yang tidak akan Alex ketahui sebelum transplantasi hati untuk Clara selesai dilakukan.
Alex tahu betul watak dari Cassandra, dia adalah wanita yang selalu memikirkan keuntungan untuk dirinya, setiap langkah yang dia lakukan selalu dia pikirkan masak-masak, serta dia menghitung dampak yang akan terjadi untuknya.
Cassandra tidak akan mengambil langkah yang tidak membuatnya untung atau tak mendapatkan apa-apa, dalam kata lain tidak mungkin dia menolong Alex secara cuma-cuma.
Belum lagi jalan pikir dari Cassandra sangatlah sulit untuk diprediksi, belum tentu yang dia inginkan adalah uang ataupun benda berharga lainnya, bisa saja Cassandra hanya ingin mencari kesenangan lewat dirinya, karena Cassandra merupakan wanita abnormal yang bisa dibilang psycho.
Sepak terjang dari Cassandra sangatlah mengerikan, dia ditakuti bukan karena dia kuat atau hebat dalam pertarungan, tapi isi kepalanyalah yang sangat ditakuti semua orang. Strategi yang dia jalankan tidak pernah membuatnya kalah, dan siapapun yang berani melawannya akan hancur menjadi sampah karena taktik dan strateginya.
Wajar saja jika memang dia dulunya seorang dokter yang sangat berbakat dan jenius sebelum masuk ke dalam dunia hitam kriminal, dia benar-benar cerdas dan sangat pintar.
Seburuk apapun situasinya akan berubah ke arah baik jika dia yang meracik strateginya, serta separah apapun keadaannya, dia dapat membalikkan keadaan itu semudah dia mengedipkan mata.
“Aku salah memilih lawan.” Gumam Alex.
Kesepakatan sudah terjadi. Untuk mundur sudah tidak mungkin dilakukan, satu pilihan yang harus dia lakukan adalah maju dan menghadapi segala kemungkinan, sesal memang selalu datang terlambat, setelah semuanya terjadi baru hati merasa bersalah.
Waspada. Alex harus berhati-hati dan selalu mengamati gerak-gerik yang dilakukan Cassandra sepanjang harinya. Kalau tidak, kejadian seperti sebelumnya akan kembali terulang dia akan kembali gagal untuk menyelamatkan hidup Clara lagi.
ini bukanlah kesepakatan, melainkan perang dingin antara Alex dan Cassandra, mulai hari ini Alex mulai meracik strategi untuk menghadapi Cassandra, jika sewaktu-waktu Cassandra mengancam Clara ataupun dirinya.
“Aku tidak boleh mengendurkan kewaspadaan, jika aku kembali hanyut dalam kebahagiaan, maka aku akan kembali kehilangan Clara dari sisiku.” Gumam Alex.