Undo

Undo
Sukses



Alex berdiri menatap Cassandra dari luar kaca besar, menyaksikan keahlian Cassandra melakukan transplantasibpada Clara.


kedua tangannya saling menggenggam dan merwmas erat. ia taruh tangannya di belakang dengan dada membusung, agar dapat terlihat tenang.


raut wajah gelisahnya tersembunyi di balik masker hitam yang menutup sebagian wajahnya.


sorot mata penuh cemasnya tersamarkan oleh kacamata hitam yang ia kenakan selalu saat berhadapan dengan Cassandra.


jantungnya terus mensirkulasikan darahnya dengan begitu cepatnya. karena rasa resah yang menyelimuti dirinya.


"Clara, aku mohon! berjuang dan selamat!" ucap Alex dalam hati.


tidak henti-henti hatinya mengucap kata itu, selama proses transplantasi di lakukan. setelah lama menunggu. akhirnya Cassandra membuka pintu ruangan operasi.


dengan cepat Alex menyambar bahu Cassandra yang baru saja ingin mencopot maskernya, "bagaimana?" tanya Alex.


"tunggu aku di ruangan!" perintah Cassandra dengan tenang.


"kenapa harus di ruanganmu?" tanya Alex.


"Aku akan jelaskan nanti! sekarang aku ingin mandi terlebih dahulu." jawab Cassandra dengan raut wajah datar.


genggaman tangan Alex pada bahu Cassandra melemah. Dan dengan cepat Cassandra melepaskan tangan Alex yang yang memegang bahunya. Lalu dia berlalu pergi meninggalkan Alex sendiri di depan pintu ruangan.


sejenak Alex memperhatikan Clara yang sedang tidak sadarkan diri. Seribu tanda tanya serasa ingin membunuh dirinya.


Dan dengan langkah gontai Alex menuju ruangan Cassandra yang sedang terkunci. Gelisah Alex menunggu kehadiran Cassandra yang tak kunjung nampak dalam pandangannya.


beberapa kali dia berjalan denganarah yang tidak jelas, sembari mengembuskan napasnya sekencang mungkin.


akhirnya setengah jam kemudian. Cassandra tertangkap oleh pandangannya. Dia berjalan tenang seolah tak mengerti kegelisahan yang sedang Alex alami saat ini.


Cassandra membuka pintu ruangan tanpa menghiraukan Alex, lalu dia masuk dan duduk dengan santainya di kursi kebesarannya.


Alex masuk ke dalam ruangan Cassandra, dan mengunci rapat-rapat pintu ruangannya. dengan langkah tergesa-gesa dia menuju ke kursi yang berada tepat di hadapan Cassandra.


"Bagaimana hasilnya?" tanya Alex.


"Duduk dulu!" perintah Cassandra. lalu Cassandra menenggak air minum kesukaannya tanpa menuangkannya ke dalam gelas.


"Aku jamin dia selamat." jawab Cassandra.


Alex terperanjat kaget dan langsung berdiri seketika, "apakah itu benar? bagaimana caranya kamu bisa tahu?" cecar Alex.


"Mana yang harus aku jawab lebih dulu?" tanya Cassandra kesal karena Alex mencecarnya.


"Terserah." jawab Alex yang berubah tenang seketika saat melihat ekspresi kekesalan Cassandra.


"Baiklah... aku yakin seratusbpersen operasi ini sukses, karena dari apa yang kulihat tubuhnya menerima organ barunya... sama sekali tidak ada tanda-tanda penolakan yang terlihat." jawab Cassandra.


"Kamu bisa tahu secepat itu?!" ucap Alex kaget.


"Jelas... karena aku Sang Legenda Dewi Penyelamat Hati." jawab Cassandra dengan sombong, "sekarang lakukan tugasmu, dan tepati janjimu!" perintah Cassandra sembari menyeringai dengan tatapan mata tajam.


"Aku harap kamu tidak lupa dengan janji yang telah kita sepakati!" sambung Cassandra.


Alex langsung berdiri, lalu dia mengembuskan perlahan napasnya, "aku percaya padamu! lakukan yang terbaik untuk dirinya sampai dia benar-benar pulih!" jawab Alex.


"Asalkan kamu dapat membawa banyak uang, aku akan pastikan keselamatannya." jawab Cassandra.


tatapan mata dan senyuman Cassandra memiliki banyak makna untuk ditafsirkan. Namun, Alex sudah tahu apa maksudnya. karena Alex telah lama bekerja dan berkali-kali kembali ke masa lalu bertemu dengan Cassandra.


"Setelah operasi benar-benar sukses aku akan pergi dari sini... aku tidak sudi menjadi budak suruhanmu, Cassandra." ucap Alex dalam hati.