Undo

Undo
Pilihan



Cassandra menyembunyikan wajahnya dari pandangan Alex secara tiba-tiba. Hal itu membuat Alex terheran-heran dengan tingkah Cassandra yang sangat aneh dimatanya.


“Cassandra, cepat katakan!” ucap Alex kesal karena Cassandra tak kunjung menjawab pertanyaan yang dia lontarkan.


“Emm… sebenarnya—“ ucap Cassandra terhenti, lalu dia menghembuskan kencang nafasnya dan kembali menatap wajah Alex, “A-a-aku i-i-ingin—“ ucap Cassandra terbata-bata.


“Ingin apa?” tanya Alex kesal, “Cepat katakan! Aku ingin bertemu Clara.” Bentak Alex.


“A-aku i-ingin ha-hatimu.” Jawab Cassandra, lalu dia menundukkan kepalanya dan menghela nafas lega.


“Buat apa hatiku?” tanya Alex tersentak kaget, “Jangan-jangan, kamu mau jual hatiku di pasar gelap ya?” tanya Alex menggigil ketakutan.


“Bu-bukan itu maksudku.” Jawab Cassandra, lalu dia mengangkat kepalanya dan memejamkan matanya, “Aku ingin cintamu.” Teriak Cassandra dengan kencang.


“Apa?!” teriak Alex kaget hingga mulutnya menganga lebar tak percaya.


Cassandra menundukkan kepalanya dan dia menarik nafas sepanjanng-panjangnya, “Aku ingin jadi kekasihmu juga, dan aku ingin ada aku dalam ruang hatimu.” Jawab Cassandra.


“Hahaha… kamu lucu, aku baru tahu kamu bisa bercanda, hahaha…” Alex tertawa terbahak-bahak sambil memukul-mukul meja yang berada didepannya.


“Bercanda kamu bilang!” ucap Cassandra dengan mata berkaca-kaca, gigi-giginya saling bergesekan, lalu dia mengepalkan tangannya, brak… pukulan keras dari Cassandra membuat Alex berhenti tertawa, Cassandra berdiri dan mendekatkan wajahnya ke wajah Alex, “Kamu lihat wajahku! lihat!” bentak Cassandra.


“Wajah seperti ini yang kamu bilang bercanda?” tanya Cassandra dengan tatapan sayu.


Tatapan sayu Cassandra Alex balas dengan tatapan tajam penuh amarah, “Apa maksudmu Cassandra? kamu sudah tahu kalau aku memiliki kekasih bukan?” ucap Alex.


“Aku tahu, tapi saat aku pertama kali bertemu denganmu aku merasa dirimu berbeda dari pria-pria lainnya, tatapan matamu membuat kakiku lemas dan hampir ambruk waktu itu, jantungku berpacu cepat pada saat itu, perasaanku tak bisa lagi kupendam Alex, aku benar-benar mencintaimu.”jawab Cassandra.


“Jangan bercanda! tidak ada yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama, everything have a long process, cinta tidak akan hadir semudah itu, Cassandra.” kata Alex dengan tegas.


“Buktinya aku jatuh cinta pada pandangan pertama kepadamu, Lex.” Jawab Cassandra dengan mata berkaca-kaca dan bibirnya terus gemetaran mengucap setiap kata.


“Umur kita aja udah beda jauh Cassandra, kamu lebih cocok jadi kakakku, atau mungkin Tanteku!” bentak Alex.


“Umur bukanlah masalah untuk cinta, memangnya berapa umurmu? Apa kamu masih berumur 15 tahun sampai menganggapku tante-tante?” tanya Cassandra, dengan air matanya yang sudah mulai merembes dan mengalir jatuh ke pipinya.


“Mana mungkin umurku masih 15 tahun, aku sudah berumur 22 tahun, dan kamu sudah hampir 40 bukan?” tanya Alex.


“Umurku baru 32 tahun itupun baru genap 2 minggu lagi.” Jawab Cassandra.


“Bohong! Mana mungkin kamu semuda itu, bukannya kamu sudah mengoperasi 200 orang?” tanya Alex kaget.


“AKu benar-benar jujur, jangan samakan otakku dengan otakmu aku jauh lebih jenius daripada dirimu ataupun kekasihmu itu.” jawab Cassandra.


“Meski begitu, cintaku hanya tetap untuknya.” Ucap Alex dengan tegas.


“Hahaha… begitu ya.” Cassandra tertawa, lalu dia menatap tajam Alex dan menyeringai lebar, “kalau kubunuh kekasihmu boleh?” tanya Cassandra.


“Atau apa?” tanya Cassandra dengan penuh amarah, “lakukanlah! dan kekasihmu juga tetap akan mati.” Ucap Cassandra, lalu dia berdiri dan tersenyum lebar pada Alex, “Mana yang kau pilih, menjadi kekasihku dan nyawa kekasih tersayangmu terselamatkan atau menolak cintaku dan kekasihmu akan mati, pilihanmu?” tanya Cassandra.


“Cassandra kamu… arggh…” Alex memukul meja hingga terkucur darah dari tangan Alex, dia diam sejenak, dan tidak lama kemudian dia menatap tajam Cassandra, “Kamu mau menjadi kekasih gelapku?” tanya Alex.


“Mana ada wanita yang mau jadi kekasih gelap, aku ingin hanya aku, hanya aku satu-satunya makhluk yang dapat memilikimu.” Jawab Cassandra.


Alex menatap Cassandra penuh selidik, dia masih tak percaya bahwa Cassandra benar-benar mencintai dirinya, pertemuan mereka belum terlalu lama menurutnya, dan dalih dari Cassandra yang sudah jatuh cinta pada pandangan pertama, menurut Alex sangatlah tidak logis.


“Jangan menatapku seperti itu, aku benar-benar mengatakan isi dalam hatiku, aku tidak ada maksud lain untuk memanfaatkanmu atau mempermainkanmu, diriku benar-benar jatuh cinta padamu.” Ucap Cassandra.


“Buktinya apa? Semua butuh bukti, siapa yang akan percaya hanya dengan kata-kata?” tanya Alex.


“Bukti apa yang kamu mau dari aku?” tanya Cassandra.


Alex berpikir sejenak, dia memikirkan sebuah pilihan sulit agar Cassandra tidak dapat menyanggupinya, dan tiba-tiba saja Alex menjentikkan jarinya, sembari tersenyum kecil, “Aku mau Night Raven menjadi milikku sepenuhnya, dan aku yang mengendalikan kekuasaan Night Raven, bagaimana? Apa kamu sanggup?” tanya Alex.


“Gak masalah, jika itu yang kamu inginkan.” Jawab Cassandra dengan tenang.


Mulut Alex menganga lebar seiring dengan matanya, “Benar-benar sulit untuk dipercayai, dengan mudahnya dia menyerahkan Night Raven padaku, apa benar dia mencintaiku?” pikir Alex kaget.


Pikirannya kali ini kacau, setelah Clara dapat diselamatkan, dia tidak dapat hidup bersama dengannya, Alex yang belum tahu kalau Clara sudah sadar menjadi bingung untuk menentukan pilihan, kejadian di masa sebelumnya masih membekas dalam ingatannya.


Clara yang sudah mendapatkan organ hati yang baru masih tidak selamat karena tubuhnya menolak organ baru itu. kejadian memilukan itu, tak ingin terulang kembali, 3 tulang rusuknya telah hilang, jika dia sembarang mengambil langkah kembali, nyawa Clara akan menjadi bayarannya.


“Baik, aku akan menjadi kekasihmu, jika Clara benar-benar selamat dan dapat menjalani aktifitasnya seperti manusia normal lainnya.” Jawab Alex dengan berat hati.


“Beri aku waktu satu bulan, dan aku pastikan dia akan hidup normal seperti dahulu lagi.” Ucap Cassandra dengan penuh keyakinan.


“Dan jangan lupa! setelah itu aku ingin Night Raven sepenuhnya berada dalam genggamanku.” Jawab Alex.


“Tenang saja! Aku sangat membenci pengkhianatan, bahkan aku sendiri pantang untuk mengkhianati janjiku, tetapi setelah dirimu resmi memegang Night Raven, aku tidak ingin melihatmu bersamanya, aku ingin kamu melupakan dirinya, camkan itu!” ucap Cassandra dengan tegas dan mata menyorot tajam Alex.


“Setidaknya, izinkan aku untuk melihatnya selama satu bulan ini.” Pinta Alex.


“Tidak masalah, sekarang dia sudah sadar, apa kamu ingin melihatnya?” tanya Cassandra.


“Terima kasih, aku akan memakai penutup wajah kamu duluan saja ke ruangannya!” ucap Alex.


Cassandra menganggukan kepalanya, lalu dia pergi meninggalkan Alex menuju ruangan Clara. Setelah Cassandra pergi Alex terduduk lemas, dia menjambak rambutnya sekuat tenaga, pikirannya benar-benar bergejolak, karena dia harus mengambil pilihan sukar untuk menyelamatkan nyawa Clara.


Berat hatinya untuk melupakan Clara dan berpaling, berusaha mencintai wanita lain selain Clara. Dia duduk termenung menyesali semua yang terjadi antara dirinya dan Clara.


“Kenapa aku dan Clara tidak bisa bersama?” gumam Alex.


Braak… tiba-tiba saja dia memukul meja sekuat tenaga, suara pukulan itu memantul-mantul dalam ruangan, menggema dan membunuh hening, “Sialan…” teriak Alex.