Undo

Undo
Perubahan Rencana



“Terus kamu siapa? Aku gak kenal suara itu?” tanya Clara.


Dan Cassandra yang menoleh ke arah Alex langsung menutup mulutnya, menahan tawanya yang ingin pecah saat itu juga. Melihat Cassandra yang ingin tertawa wajah Alex terasa panas dan memerah karena malu, “Ra-ha-sia.” Jawab Alex, lalu Alex pergi meninggalkan Clara didalam ruangan bersama Cassandra.


“Clara kan namamu?” tanya Cassandra.


“Iya kenapa?” tanya Clara dengan kesal.


“Dari kapan kamu sering mual-mual dan muntah-muntah di malam hari?” tanya Cassandra, lalu Cassandra tiba-tiba saja merubah raut wajahnya yang tadinya hampir tertawa, kini menjadi serius dan tegas.


“Aku gak punya kewajiban untuk menjawab pertanyaanmu.” Jawab Clara.


“Kalau kamu masih ingin bertemu dengan pacarmu yang bernama Alex, yang kamu sebut-sebut sejak tadi, jawablah pertanyaanku! karena aku yakin hidupmu tidak akan lama lagi.” Perintah Cassandra.


“Atas dasar apa kamu berkata seperti itu?” tanya Clara dengan sorot mata tajam.


“Karena aku adalah mantan dokter yang ingin membantumu, jawab pertanyaanku jika kamu masih sayang dengan nyawamu!” perintah Cassandra.


“3 tahun yang lalu.” Jawab Clara.


“Selama itu? kuat juga kamu tidak berobat selama itu.” ucap Cassandra, lalu dia membalikkan badannya, “Siapa namamu?” tanya Clara.


Cassandra menoleh pelan ke arah Clara, “Cassandra.” Jawabnya dengan wajah datar, lalu dia melangkah pergi dan mengunci pintu ruangan itu.


Lalu dia melangkah menghampiri Alex yang sudah menunggunya, dan menyopot masker serta pakaian serba hitamnya, setelah sampai didekat Alex, dia kembali teringat dengan suara Alex saat berada diruangan tadi.


“Hahahaha…. Kamu bisa ngeluarin suara begitu ternyata.” Ucap Cassandra tertawa terbahak-bahak hingga matanya berair, “Kamu bisa bikin aku mati karena ketawa.” Ucap Cassandra, sembari memegangi perutnya.


“Apanya yang lucu?” tanya Alex heran.


“Suaramu mirip banget dengan perempuan, aku sampai kaget tadi hahaha…” Jawab Cassandra, membungkuk dan memegangi perutnya.


“Mau gimana lagi? Daripada ketahuan terpaksa, aku mengeluarkan bakat tersembunyiku, yang tidak diketahui oleh siapapun.” Jawab Alex kesal.


“Huahahaaa… kamu bilang itu bakat?” tanya Cassandra tak henti-henti ia tertawa hingga dia berlutut tak dapat menahan tawanya, “Bakat jadi komedian?” ucap Cassandra.


“Kamu bisa berhenti ketawa gak! Aku juga malu tahu!” ucap Alex.


“Baiklah aku akan coba berhenti, ayo kita kembali keruanganku, rencanaku berubah!” Ajak Cassandra.


“Maksudmu berubah?” tanya Alex kaget.


“Jangan bicara disini!” perintah Cassandra.


Lalu Cassandra berjalan kembali menuju ke ruangannya di ikuti oleh Alex yang masuk bersama dengannya, Cassandra tidak duduk di kursi besarnya seperti biasa, tapi dia memandangi malam berbulan sabit yang menggantung di langit.


“Aku akui tubuh kekasihmu sangat kuat, aku tidak habis pikir dia bisa menahan dan menyembunyikan gejalanya selama 3 tahun.” Ucap Cassandra.


“Kamu tahu dari mana dia sudah menderita itu selama 3 tahun?” tanya Alex terkejut.


“Dia yang bilang, kapan kamu tahu kalau ada yang aneh di fisiknya?” tanya Cassandra.


“Baru satu bulan ini kurang lebih.” Jawab Alex sambil tertunduk lesu, “Kenapa aku bisa gak sadar kalau sudah selama itu dia sakitnya?” gumam Alex kesal.


“Paling lambat 3 bulan lagi dia akan aku operasi, aku takut organ tubuhnya yang lain ada yang bermasalah juga.” Ucap Cassandra.


“Fungsi utama hati adalah menawarkan racun, mengatur hormon, dan mengatur komposisi darah, kalau telah selama itu hatinya bermasalah kamu bisa bayangkan apa yang terjadi padanya, mungkin saja hatinya telah lebih lama bermasalah namun dia tidak menyadarinya.” Jawab Cassandra dengan tegas, lalu Cassandra membalikkan badannya ke arah Alex, “maka dari itu, aku butuh bantuanmu, aku tidak mungkin menyiapkan semuanya sendirian dalam waktu secepat itu” ucap Cassandra.


Alex mengepalkan tangannya, dan merapatkan tubuhnya, “Apa yang harus kubantu? Beritahu aku apapun itu!” ucap Alex.


“Aku minta kamu dan Willy untuk mengurusi semua urusan Night Raven, Willy yang menjadi tukang pukul dan kamu yang mengurus strateginya, aku harus fokus bersamanya hingga bisa kupastikan operasinya berhasil dan tubuhnya dapat menerima organ baru, apa jawabanmu?” tanya Cassandra.


“Serahkan padaku, kamu lakukan tugasmu dengan baik dan aku akan melakukan tugasku dengan baik juga, asalkan dia selamat aku akan melakukan apapun.” Jawab Alex dengan mata yang memerah.


“Baiklah aku akan hubungi Willy, mulai sekarang ini ruanganmu sampai aku selesai melakukan tugasku, mulai detik ini kamu dan Willy yang akan memegang kendali Night Raven hingga aku kembali, apa kamu mengerti?.” Tanya Cassandra.


“Aku mengerti, percayalah padaku dan Willy, kamu tidak akan pernah kecewa.” Jawab Alex dengan lantang.


“Baiklah, aku akan keruangannya sekarang, dan setengah jam lagi Willy akan datang kesini, mengikuti perintahmu.” Ucap Cassandra.


Cassandra langsung pergi meninggalkan Alex dan mempercayakan kendali Night Raven pada Alex dan Willy. Alex langsung saja duduk di kursi kebesaran Night Raven, kursi tempat Cassandra menjalankan dan mengatur strategi untuk Night Raven.


Alex menatap kosong keluar ruangan, pikirannya berkecamuk dan sulit untuk tenang setelah mendengar analisa dari Cassandra.


“Berarti Clara sudah menderita penyakit itu semenjak aku pacaran sama dia.” gumam Alex.


Lalu Alex menggebrak meja dengan sekuat tenaganya, “Sialan… kenapa aku bisa gak tahu.” Ucap Alex dengan kesal.


Amarahnya menyesaki rongga dadanya, sorot matanya berubah sangat tajam dan memunculkan guratan-guratan merah, raut wajah Alex berubah menjadi orang yang berbeda.


Dia bukan lagi Alex yang dulu, Alex yang tenang dengan raut wajah yang hangat dan sering tersenyum telah hilang dikuasai amarah, sekarang dia berubah menjadi orang yang dingin dengan sorot mata tajam dengan hawa membunuh yang sangat kuat.


“Alex kenapa kamu duduk disitu?” teriak Willy.


Alex yang sejak tadi melamun, langsung menoleh lemah ke arah Willy yang baru saja memanggilnya, tatapan tajam mata Alex membuat Willy terkejut seketika, hingga memunculkan banyak tanda tanya dalam kepalanya.


“Dimana Bos?” tanya Willy.


“Seharusnya dia sudah mengirim pesan, dia sedang pergi mengurus sesuatu, jadi aku dan kamu yang akan memegang kendali Night Raven sampai dia kembali.” Jawab Alex.


Willy merogoh saku celananya dan mencari Handphone miliknya, dia buka Handphone itu dan dia baca pesan yang Cassandra kirimkan padanya. Setelah dia cermati isi pesan itu, Willy kaget dan matanya terbelalak, “Lalu apa rencana malam ini?” tanya Willy.


“Tidak ada.” Jawab Alex dengan tenang.


“Apa maksudmu tidak ada?” tanya Willy.


“Aku tidak punya rencana, tapi aku punya perintah untukmu.” Jawab Alex.


“Kamu tidak berhak memerintahku.” Bentak Willy, lalu dia mendekati Alex dan menarik kerah bajunya.


“Jangan lupa perintah dari bos, disini aku hanya menjalankan perintah darinya.” Ucap Alex.


Lalu Willy melepaskan Alex tanpa pikir panjang, “Jadi apa perintahmu?’ tanya Willy dengan terpaksa.


Alex menyeringai lebar seketika dan menatap Willy dengan tajam, “Willy, mengamuklah!” perintah Alex.


Willy tertegun sejenak, lalu dia membalas seringai dari Alex, “Baiklah, aku akan turuti perintahmu kali ini.” jawab Willy, lalu dia pergi meninggalkan Alex sendiri dalam ruangan Cassandra.