
Keanehan pada tubuh Clara yang menolak segala macam obat yang diberikan oleh Cassandra, membuatnya menyerah untuk mencoba mengobati penyakit yang Clara derita tanpa harus melakukan transplantasi.
Pertanyaan-pertanyaan tentang tubuh Clara yang sangat unik tak dapat ia jawab, selama apapun ia mencoba memaksa otaknya untuk berpikir. Justru, Cassandra semakin bingung dan menimbulkan pertanyaan-pertanyaan lain yang sukar untuk dijawab.
"Lepaskan aku!" tiba-tiba saja Clara berteriak saat Cassandra sedang melamun memikirkan keanehan yang ada pada tubuh Clara.
Cassandra seketika langsung fokus menatap Clara yang sedang meronta-ronta. Berusaha untuk melepaskan kekang yang membelenggu kaki dan tangannya.
"Apa yang kamu inginkan dariku sebenarnya?" bentak Clara sembari berderai air mata, "aku mau dijadikan apa sebenarnya?" sambung Clara.
Cassandra membelai lembut wajah Clara dan mendekatkan wajahnya pada Clara "Tenang! Aku disini hanya ingin membantumu." jawab Cassandra sembari tersenyum kecil pada Clara. "Kalau kamu dapat sedikit lebih tenang aku akan jelaskan semuanya!" sambung Cassandra.
Clara menatap tajam Cassandra semabari merapatkan giginya, Clara seolah tak mempercayai apa yang Cassandra katakan padanya.
"Aku bukanlah wanita yang suka berbohong! Tenanglah dan aku akan ceritakan keadaanmu yang sebenarnya!" perintah Cassandra membalas tatapan tajam dari Clara dengan senyuman manisnya.
Clara ragu-ragu untuk menganggukan kepalanya dia menarik napas panjang dan menganggukan kepalanya dengan lemah, "ceritakan padaku!" jawab Clara.
Cassandra tersenyum kecil pada Clara. Lalu dia mengambil kursi yang berada tidak jauh di sampingnya. Setelah itu dia duduk dan menyilangkan kakinya.
"Hatimu bermasalah. " ucap Cassandra dengan cepat.
Clara membelalakan matanya, jantungnya seketika berpacu dengan cepat, seperti mendengar suara menggelegar dari sambaran petir. "Maksudmu liver?" tanya Clara kaget.
"Betul sekali. " jawab Cassandra dengan tenang.
Clara langsung tersenyum lebar sembari menatap mata Cassandra, "kamu bohong, kan?" tanya Clara.
"Aku sudah bilang, kalau aku tidak akan berbohong. " jawab Cassandra.
"Itu terserah kamu, mau percaya atau tidak padaku. Aku sudah berkata jujur padamu, tugasku disini hanya menyelamatkan nyawamu, tidak lebih." jawab Cassandra.
Lalu Cassandra berdiri dan hendak melangkah pergi meninggalkan Clara.
"Hei... Mau kemana kamu?" teriak Clara sembari meronta-ronta. "lepaskan aku sekarang juga!" bentak Clara.
Cassandra hanya menoleh sekejap ke arah Clara, lalu dia tak menghiraukan teriakan dari Clara, dan tetap melangkah pergi meninggalkan Clara sendiri dalam ruangannya.
Cassandra mengambil Handphone miliknya dari saku bajunya, dan dengan cepat dia menekan tombol-tombol handphone-nya.
"Ada apa?" tanya Alex saat panggilan telfon Cassandra masuk ke nomor Hanphone-nya.
"2 bulan lagi aku akan melakukan transplantasi, bekerjalah lebih keras lagi!" jawab Cassandra.
"ba-baik. " jawab Alex dengan bibir gemetaran.
Setelah itu sambungan telfon Cassandra terputus. Dengan tangan gemetar Alex meremas handphone-nya, "akhirnya Clara bisa selamat juga." Ucap Alex dalam hati.
Senyum lebar Alex seketika mengembang di balik masker yang ia kenakan. Pengorbanannya untuk menyelamatkan Clara tinggal sedikit lagi dapat terlaksana.
Rencana yang ia bangun kali ini, membuatnya yakin bahwa tidak akan ada lagi sebuah kegagalan.
Dan akhirnya kekuatan dari Dewi Bulan yang membuatnya kembali ke masa lalu untuk membatalkan takdir kematian Clara menuai hasil yang sesuai dengan keinginan hatinya.
"Cassandra, kamu harapanku!" gumam Alex.