
Setiap Alex selesai melakukan tugasnya. Dia selalu menyempatkan dirinya untuk melihat keadaan Clara yang sampai sekarang belum sadarkan diri. Dari balik kaca ruangan besar tempat Clara sedang di rawat.
Satu minggu sudah Clara tak kunjung membuka matanya, dia masih tak sadarkan diri akibat operasi yang baru saja ia lakukan.
Kabar baiknya Keadaan Clara berangsur membaik, Cassandra pun semakin yakin kalau Clara akan selamat. Hanya saja, Clara membutuhkan waktu untuk membuka matanya kembali.
Dengan sekuat tenaga Cassandra berusaha untuk membuat Clara dapat membuka matanya kembali. Karena dia tahu kalau Alex sedang cemas menantikan Clara tersadar dari masa komanya.
Meski wajah dan mata Alex tertutup rapat, tapi dari gelagat tubuh Alex, Cassandra yakin, bahwa Alex sangatlah cemas saat ini.
Karena Cassandra pun pernah merasakan hal yang sama, dia juga pernah berada di posisi Alex. Siapa pun tidak akan tenang saat melihat orang yang mereka cintai dan sayangi tidak sadarkan diri.
Cassandra terperanjat saat tiba-tiba saja Clara menggerakan jarinya dengan lemah, dengan cepat dia langsung melangkah ke arah Clara.
Mata Clara perlahan terbuka lebar, "apa yang kamu lakukan padaku?" tanya Clara dengan suara lemah.
Alex langsung membulatkan matanya saat melihat Clara membuka lebar matanya, tanpa pikir panjang dia langsung masuk ke dalam ruangan untuk melihat lebih dekat lagi keadaan Clara.
"Tenang! Dan semuanya akan baik-baik saja!" perintah Casaandra.
Clara menuruti perkataan Casaandra, dan membiarkan Cassandra untuk mengecek kondisi tubuhnya.
"Kamu siapa? Aku tidak pernah melihatmu selama ini" tanya Clara.
Alex diam tak menjawab pertanyaan dari Clara. Cassandra yang mendengar pertanyaan itu menoleh pelan ke arah Alex.
Alex menggelengkan lembut kepalanya. Memberikan isyarat pada Cassandra agar tidak memberitahu identitasnya pada Clara.
"Dia hanya tangan kananku, kamu tidak perlu takut." ucap Cassandra dengan tenang.
"Ini aku sayang, aku Alex!" ucap Alex dalam hati.
Lalu Alex pergi meninggalkan ruangan tanpa berucap sepatah kata pun. Cassandra yang melihatnya tak sedikitpun menghiraukan Alex. Dia tetap fokus untuk memeriksa kondisi Clara saat ini.
Alex menuju ke toilet dan menguncinya rapat-rapat. Dia membuka masker dan kacamatanya, lalu tangis harunya pecah tak dapat ia bendung lagi.
Hatinya senang karena Clara dapat kembali membuka matanya. Dan kali ini Alex yakin perjuangannya untuk membatalkan takdir kematian Clara sudah selesai.
Setelah ini dia dapat hidup bahagia membangun keluarga kecil sederhana bersama wanita tercintanya hingga hari tua nanti.
Setelah puas ia menangis haru bahagia, Alex membasuh wajahnya dan kembali memakai masker serta kacamata hitamnya untuk kembali menemui Clara.
Baru saja pintu toilet terbuka. Alex kaget, karena Cassandra sudah berada di samping pintu toilet menunggunya.
"Bagaimana?" tanya Alex yang berpura-pura tenang.
"2 minggu lagi dia bisa pulang." jawab Cassandra.
"Bagus kalau begitu, aku senang sekali. Aku ucapkan banyak terima kasih padamu." jawab Alex seraya membungkukan badannya serendah mungkin.
"Ayolah Alex! Bukan kata terima kasih yang aku butuhkan, kamu tahu itu... Bekerjalah lebih keras lagi, aku sudah menghabiskan banyak uang untuk menyelamatkan adikmu." jawab Cassandra sembari menatap tajam Alex, "Bawakan aku lebih banyak uang lagi, hingga tumpukan uang itu dapatkan aku jadikan kasur tempat aku untuk tidur!" perintah Cassandra sembari menyeringai lebar.