
“Yang, aku mau berenti kuliah.” Ucap Alex menundukan kepalanya tak berani menatap Clara.
Deg… jantung Clara berhenti saat kata-kata itu keluar dari mulut Alex, matanya terbelalak sembari menoleh pelan ke arah Alex, “kamu bercanda, kan?” tanya Clara tak percaya dengan ucapan Alex.
“Aku serius Yang.” Jawab Alex masih menundukan kepalanya.
Lutut Clara lemas mendengar jawaban Alex yang tak sesuai dengan harapannya, “kenapa kamu mau berhenti?” tanya Clara bingung.
“Aku mau pergi sebentar.” jawab Alex.
“Maksud kamu… kamu mau ninggalin aku?” tanya Clara dengan mata berkaca-kaca.
“Cuma sebentar kok.” Jawab Alex.
“Terus kamu mau kita putus gitu?” tanya Clara dengan air matanya yang mulai merembes.
“Bukan gitu, aku gak mau kita putus, aku cuma mau pergi sebentar aja.” bantah Alex.
“Terus kenapa kamu mau pergi sih, aku salah apa sama kamu?” tanya Clara, lalu dia menutupi wajahnya yang terasa sudah basah oleh air mata.
“Kamu gak salah apa-apa sayang, kenapa kamu nangis? Aku janji bakal secepatnya kembali, aku juga gak mau lama-lama jauh dari kamu.” jawab Alex.
“Gak mungkin kamu pergi kalo gak ada alasannya.” Ucap Clara setengah berteriak.
“Sayang!” ucap Alex sembari memegang erat kedua bahu Clara, “liat aku!” perintah Alex menyuruh Clara untuk menyingkirkan kedua tangannya dari wajah Clara.
Clara menyingkirkan tangannya dan menatap sendu wajah Alex.
Alex menyeka air mata yang membasahi wajah Clara dengan kedua ibu jarinya, “kamu jangan nangis ya! aku sedih kalau ngeliat kamu nangis.” Ucap Alex sembari tersenyum kecil.
“Aku gak mau kamu tinggalin aku.” Jawab Clara sembari terisak-isak.
“Yang pergi cuma raga aku, tapi cintaku aku masih ada dalam hati kamu, gak ada satu wanita pun yang bisa merebut ruanganmu di hati aku, semua ruang di hatiku hanya tercipta buat kamu. Jadi, kamu jangan pernah berpikir kalau aku akan tinggalin kamu, oke!” ucap Alex.
“Tapi semua bisa berubah Lex, situasi—“ Alex memotong perkataan Clara dengan menaruh jari telunjuknya di bibir Clara, “ada satu hal yang gak akan pernah berubah. Yaitu cinta aku ke kamu gak akan pernah berubah.” Ucap Alex menatap dalam mata Clara.
“Apa itu bener?” tanya Clara menatap tajam mata Alex.
“Beneran aku gak bohong, apapun situasi dan kondisinya, kamu tetap wanitaku sampai kapanpun itu.” jawab alex dengan tegas.
“Oke, aku akan tunggu, tapi jangan lama-lama, nanti keburu aku keriput!” ucap Clara.
Alex mendekap erat tubuh Clara dalam pelukannya, “aku gak peduli, mau kamu keriput, mau rambutmu udah putih, pendirianku gak akan goyah.” Ucap Alex.
“Terima kasih, aku juga sama kok.” Jawab Clara, lalu Clara melingkarkan tangannya pada tubuh Alex dengan erat, “apa aku boleh ikut tanya Clara?” lalu dia melepaskan pelukannya pada Alex dan menatap Alex dengan tatapan mata memohon.
“Eh… kenapa?” tanya Clara kesal.
Alex tersenyum kecil, lalu Alex mencubit pipi Clara dengan gemas, “nanti kalau kamu udah jadi wanita yang kuat, kemana aja aku pergi kamu akan selalu aku ajak.” Jawab Alex.
“Memangnya aku kurang kuat apa?” tanya Clara.
“Kamu nyium bau jengkol aja langsung mabok, kayak orang lagi hamil, kuat darimananya? haha… haha.” Ucap Alex yang langsung tertawa dengan keras hingga matanya berair.
“Lucunya dimana?” tanya Clara kebingungan.
“Waktu pertama kali makan dirumahku, kamu mabok sampe pingsan gara-gara makan jengkol, haha… haha… itu lucu banget sumpah.” Ucap Alex diiringi tawa kerasnya.
“Seneng kamu liat aku kayak begitu.” Ucap Clara yang raut wajahnya langsung cemberut.
“Salah sendiri gak bilang kalo gak bisa nyium bau jengkol, pake sok kuat juga makan jengkol.” Jawab Alex.
“Habisnya udah dimasakin Ibu, ya aku gak enak hati dong, kalo ngomong gak suka.” Bantah Clara.
“Ya udah lupain, yang penting lain kali jangan maksain diri kalo gak kuat, aku panik kalo kamu kenapa-kenapa!” perintah Alex.
“Oke deh.” Jawab Clara sembari tersenyum lebar, lalu tidak lama kemudian senyuman itu tenggelam dalam wajah murung Clara yang menatap sendu Alex. “Jadi, kamu mau berangkat kapan?” tanya Clara.
Alex melirik ke arah arloji berwarna perak yang melingkar di lengannya, “sebentar lagi.” Jawab Alex.
“Apa aku boleh antar kamu?” tanya Clara sembari menunduk lesu.
“Aku bawa mobil sendiri, lagian aku juga habis dari sini mau langsung berangkat, aku kesini mau ketemu kamu dulu sebenernya.” Jawab Alex salah tingkah.
“Gitu ya? aku seneng kamu meluangkan waktumu untuk ketemu aku dulu sebelum kamu pergi.” jawab Clara.
“Aku juga ikut seneng kalo gitu.” Ucap Alex yang senyumnya mengembang, “aku berangkat ya.” ucap Alex, lalu tangan Alex menyambar tangan Clara dan menggenggamnya dengan sangat erat.
“Tunggu aku sebentar!” ucap Alex menatap dalam wajah Clara.
Clara menganggukan kepalanya dan membalas tatapan mata Alex, “aku akan setia disini nunggu kamu.” jawab Clara dengan senyum mengembang.
Lalu Alex melepaskan genggamannya pada tangan Clara, dan mendekap erat tubuh Clara. Dan Clara membalas dekapan hangat dari Alex , dia memejamkan matanya menikmati kehangatan yang Alex berikan untuknya saat ini, “aku selalu dukung apapun keputusanmu, sayang.” Ucap Clara dalam hati.
Lalu Alex melepaskan dekapannya dan memutar badannya menuju mobil yang terparkir tidak jauh darinya. Dari kejauhan Clara terlihat melambaikan tangannya kepada Alex dan Alex membalas lambaian tangan itu dengan senyum lemahnya, setelah itu dia menutup kaca mobilnya.
“Aku janji akan kembali secepat mungkin, Clara.” Gumam Alex.
Lalu Alex menghidupkan mesin mobilnya, dan menginjak pedal gas mobilnya, dengan keyakinan tinggi dia melajukan mobilnya menuju Night Raven, ke tempat orang yang dapat menyelamatkan hidup Clara.