Undo

Undo
Keanehan pada Clara



Alex setiap harinya selalu menyempatkan diri untuk menengok keadaan Clara. Meskipun setiap harinya Cassandra selalu memberikan tugas dan target pencapaian yang sangat besar dan berat.


Dia amati setiap harinya perkembangan tentang Clara,  yang pada tahap ini penyakitnya belum terlalu parah. Setiap harinya Cassandra selalu memberikan obat-obatan yang tidak Alex mengerti.


Semakin hari,  raut wajah Cassandra berubah. Menyerah dan kecewa sudah tidak dapat ia sembunyikan lagi, keyakinananya yang dapat mengobati Clara tanpa harus melakukan transplantasi pudar sudah.


Sembari menghembuskan nafas panjang dengan rqut wajah kesal bercampur kecewa. Cassandra melangkah menuju ruangannya,  dia menggeleng-gelengkan kepalanya masih tak percaya.


"Kenapa bisa tidak ada perubahan?  Justru keadaannya semakin buruk,  penyakit apa yang orqng ini derita sebenarnya." Gumam Cassandra sembari memijit-mijit keningnya.


Lalu Cassandra mengambil Handphone-nya dan mengirim pesan pada Alex untuk segera hadir ke ruangannya.


Lama Cassandra menunggu akhirnya Alex datang bersama Willy,  "ada apa bos?" tanya Willy dengan nafas terengah-engah.


"Willy!" Cassandra menggerakan jari telunjuknya agar Willy keluar dari ruangannya,  "aku ingin berbicara 4 mata dengan Alex." ucap Cassandra sembari menatap dalam wajah Alex yang terhalang masker.


"Baik Bos. " Willy membungkukan badannya sebelum akhirnya dia memutar tubuhnya dan melangkah keluar meninggalkan Alex dan Cassandra berdua.


"Bagaimana keadaan Clara?" tanya Alex dengan tubuh gemetar dan berkeringat dingin.


"Pengobatanku gagal,  transplantasi harus dilakukan." jawab Cassandra.


"Bagaimana bisa begitu?" teriak Alex,  brak...  Alex menggebrak meja Cassandra sembari berdiri hendak menyerang Cassandra.


"Apa kamu ingin membunuhku?" tanya Casandra sembari menatap tajam Alex,  "lakukan saja! Tapi ingat Alex! Aku adalah orqng yang berusaha menyelamatkan adik tersayangmu itu." jawab Cassandra.


"Argghh... " Alex berteriak kesal dan kembali duduk di kursi sembari menahan emosinya yang mulai tak terkendali.


"Aku sangat heran dengan Clara." ucap Casandra,  lalu Cassandra menuangkan air berwarna merah pekat yang ada dalam botol beling.  Botol yang selalu ada di meja Cassandra setiap harinya.


"Apa maksudmu?" tanya Alex bingung.


Cassandra memberikan gelas yang baru saja ia isi itu Kepada Alex,  "minum!" perintah Cassandra.


Tanpa pikir panjang Alex menerima gelas yang di berikan oleh Cassandra dan menenggaknya hingga habis tak bersisa.


"Maksudmu berbeda? " tanya Alex penasaran.


"Tubuhnya menolak dan melawan reaksi obat yang kuberikan padanya.  Aku tidak tahu kenapa,  apa memang tubuh Clara yang unik dan berbeda?  aku tidak tahu pastinya" jawab Cassandra dengan tenang.


Lalu Alex diam sejenak berpikir keras tentang apa yang baru saja Cassandra ucapkan tentang Clara. Pikitannya kacau seketika,  masih tak habis pikir Alex, Mengapa bisa begini jadinya.


"Cassandra lakukan yang terbaik untuk Clara!" ucap Alex dengan bibir gemetaran.


"Akan aku usahakan yang terbaik! Tapi kamu harus mengumpulkan uang sebanyak mungkin,  agar aku dapat melakukan yang terbaik pula!" perintah Cassandra.


"Tidak usah khawatir!" jawab Alex. Lalu Alex berdiri dari kursinya,  "aku akan mencari uang itu sekarang. " sambung Alex.


Cassandra menatap tajam mata Alex sembari menganggukan kepalanya. Setelah itu Alex memutar badannya dan pergi meninggalkan ruangan Cassandra.


Cassandra menyandarkan punggungnya pada kursi kebesarannya.  Dia menatap kosong ke langit-langit ruangannya,  "ini sangat aneh!" gumam Cassandra.