
saat Rachel beranjak bangun untuk mencari bantuan, tiba - tiba saja tubuh Glen ambruk dengan tangan yang masih menggenggam tangan Rachel. Saat Glen ambruk, otomatis tangan Rachel yang di genggam Glen pun ikut tertarik oleh Glen sehingga posisi mereka saat ini adalah Rachel yang berada di atas Glen.
“ Glen!!! Bangunn!!! Aahhh Glen...lo kenapa sih!!” tangis Rachel pecah saat Glen sudah tidak sadarkan diri. Ia langsung mencari ponsel Glen di saku celana Glen karena ia tadi tidak membawa ponsel saat ke kantin. Ia buru – buru menghubungi Dylan untuk meminta bantuan.
“ Glen, sabar ya… dikit lagi Dylan sama yang lain datang.” Ucap Rachel terisak karena tidak tega melihat kondisi Glen saat ini. Bibir pucat, matanya tertutup rapat, tubuhnya yang terlihat sangat lemah dan suhu badannya yang sangat tinggi membuat Rachel benar – benar tidak tega dengannya. Rachel masih terus saja terisak sampai Dylan dan Rasya datang membantu membawa Glen ke UKS.
“ kayaknya Glen harus kita bawa ke rumah sakit deh, kondisinya benar – benar sangat buruk sekarang.” Ucap Dylan gelisah melihat kondisi sepupunya itu terbaring tak berdaya di atas ranjang UKS.
“ yaudah ayo kita ke rumah sakit sekarang, biar gue yang bawa mobil Glen. Kalo soal izin, nanti biar gue telpon Chelsea.” Ucap Rasya yang diberi anggukan oleh Rachel dan Dylan.
Akhirnya mereka bertiga pun bergegas membawa Glen ke rumah sakit. Sedangkan izin mereka sedang diurus oleh Chelsea, para sepupunya yang lain hanya bisa mendoakan agar tidak terjadi sesuatu yang buruk dengan sepupunya itu. Sementara Steven dan Reza benar – benar sangat merasa bersalah dengan apa yang sudah mereka berdua perbuat.
“ udah ya Chel, jangan nangis terus.” Ucap Rasya berusaha menenangkan Rachel yang masih saja menangis.
“ tenang ya Chel, kita berdua juga khawatir… tapi dikit lagi kita sampai kok.” Ucap Dylan tidak bisa menyembunyikan kecemasannya.
“ gimana mau tenang, dalam kondisi gk sadarkan diri aja dia masih ngerintih.” Ucap Rachel gelisah, ia terus saja memeluk tubuh Glen dengan erat. Mendengar ucapan Rachel, Dylan dan Rasya pun hanya bisa diam, pasalnya ucapan Rachel memang benar.
Setelah mereka sampai di rumah sakit, Glen langsung ditangani oleh dokter dan di bawa ke ruang UGD. Mereka bertiga hanya bisa berdoa agar tidak terjadi sesuatu yang buruk oleh Glen.
“ apakan kalian bertiga adalah keluarga pasien?” ucap dokter saat keluar dari ruang tersebut.
“ iya dok, kami bertiga adalah sepupu pasien. Bagaimana kondisinya dok?” ucap Rachel panik.
“ kondisi pasien sangat buruk, tapi agar saya bisa berbicara lebih detail, bisakah salah satu dari kalian ikut saya sebentar.” Ucap dokter tersebut.
“ biar saya saja dok.” Ucap Rachel mantap.
“ baiklah, ayo ikut saya.” Ucap dokter tersebut.
“ gue ikut dokter sebentar ya, kalian disini aja dulu.” Ucap Rachel yang dibalas anggukan oleh keduanya.
“ duduk.” Ucap dokter tersebut saat sampai di ruangannya.
“ terima kasih dok, jadi bagaimana kondisi pasien yang sebenarnya dok?” Tanya Rachel to the point.
“ kondisi pasien saat ini sangatlah buruk, lambungnya mengalami luka yang sangat parah karena memang pasien sudah mengidap penyakit lambung ini sejak lama, tapi mungkin ia hanya meminum obat pereda nyeri lambung saja, tidak pernah mengalami perawatan medis di rumah sakit. Dan sekarang lambungnya terluka sangat parah karena mengkonsumsi makanan yang terlalu pedas. Pasien harus menjalankan operasi lambung dengan segera, namun setelah operasi tersebut selesai, pasien akan sering merasakan nyeri yang begitu hebat di bagian lambungnya karena lukanya terlalu parah, sehingga operasi tersebut dilakukan hanya untuk menyelamatkan nyawa pasien saja saat ini.” Jelas dokter tersebut panjang lebar.
“ kalau begitu, tolong lakukan yang terbaik untuk sepupu saya saat ini dok. Bagaimana pun caranya, dia harus selamat.” Ucap Rachel dengan mata berkaca – kaca.
“ baik kalau begitu, saya akan berusaha semaksimal mungkin agar pasien bisa selamat. Tapi kalian harus menyelesaikan administrasinya dengan segera agar saya dapat melakukan operasi sekarang juga.” Ucap dokter tersebut.
“ terima kasih dok, kalau begitu saya akan mengurus administrasinya sekarang. Saya permisi dok.” Ucap Rachel lalu keluar dari ruang dokter tersebut untuk mengurus administasinya.
“ eh Chel, tadi dokternya ngomong apa aja?” Tanya Dylan mengintrogasi Rachel yang baru saja duduk di sebelahnya.
“ hm, tadi dokter bilang kalo kondisi Glen saat ini buruk banget. lambungnya luka parah, jadi demi keselamatan Glen, dokter harus melakukan tindakan operasi secepatnya. Dan ternyata si Glen tuh dari dulu lambungnya udah luka, dia Cuma minum obat buat pereda nyeri lambung doang selama ini, nah tadi tuh klimaksnya si Glen makan makanan yang super pedes, jadi lambungnya luka parah deh.” Ucap Rachel panjang lebar.
“ kok kita bisa gk tau ya kalo Glen punya penyakit lambung. Tapi administrasinya gimana?” Tanya Rasya yang baru menyadari tentang masalah administrasi.
“ tau tuh anak, nyimpen rahasianya keren banget ampe kita semua aja gk tau. Kalo soal administrasi, gue udah urus semuanya.” Jawab Rachel yang membuat Rasya dan Dylan kaget.
“ hah?! Lo bayar pake apa Chel?” Tanya Dylan tidak percaya.
“ pake kartu debit gue lah.” Jawab Rachel enteng.
“ punya duit sebanyak apa lo Chel?” Tanya Rasya masih tidak percaya bahwa Rachel yang sudah membayar semua kebutuhan Glen di rumah sakit.
“ hm jadi gini, itu duit sebenernya hasil gue tabung yang nantinya pengen gue pake buat beli rumah baru, tapi karena ada hal mendesak kayak gini, ya gk kenapa – kenapa lah kalo gue gunain sekarang untuk sepupu gue sendiri.” Jelas Rachel agar Dylan dan Rasya percaya.
“ lo emang paling baik dah Chel.” Ucap Rasya sambil merangkul pundak Rachel.
“ biasa aja sih ya.” Ucap Rachel tak mau menyombongkan diri.
Tak lama kemudian, ruang UGD pun terbuka, Glen yang sedang terbaring tak berdaya di atas ranjang rumah sakit akan dipindahkan ke ruang operasi. Rachel yang melihat kondisi Glen pun tak kuasa menahan tangisnya. Bukan hanya Rachel saja yang sedih, tentu Rasya dan Dylan juga merasa sedih melihat sepupunya itu terbaring tak berdaya di atas ranjang rumah sakit.
“ mudah – mudahan operasinya berhasil ya.” Ucap Rachel saat mereka bertiga duduk di depan ruang operasi.
“ kita doain aja yang terbaik buat Glen.” Ucap Dylan sambil mengelus punggung Rachel lembut.
“ oh iya, bilang sama yang lain, jangan ada yang nyusul kita ke sini dan jangan ada yang ngasih tau ke orang tua kita masing – masing.” Ucap Rachel yang membuat Dylan dan Rasya heran.
“ loh kenapa emangnya?” Tanya Rasya heran.
“ udah cepetan kasih tau yang lain, dulu.” Ucap Rachel memaksa.
“ iya iya.” Ucap Rasya pasrah. Akhirnya Rasya pun menelfon Reza.
“ udah, emang kenapa sih?” Tanya Rasya setelah menelfon Reza.
“ gue takutnya orang tua kita pada khawatir sama Glen, dan kerjaan mereka pasti bakal terganggu kalo tau Glen masuk rumah sakit.” Jelas Rachel.
“ oh gitu, tapi kan maminya Glen itu dokter, dan dia juga masukin data – data kita semua ke semua rumah sakit, jadi kalo misalnya salah satu dari kita masuk rumah sakit, mami Glen bisa tau Chel.” Ucap Dylan.