
“ iya, masuk.” Balas Bu Sadimah dengan raut wajah juteknya seperti biasa.
“ maaf sebelumnya, ibu dipanggil oleh pak Sunarto sekarang juga di kelas XI IPA 3.” Ucap lelaki tersebut dengan kata – kata formalnya.
“ baik, saya kesana sekarang juga. Dan boleh tau siapa nama dan kelas berapa kamu?” Tanya Bu Sadimah SKSD ( sok kenal sok dekat ).
“ saya Dylan bu, dan kebetulan juga saya kelas XI IPA 3.” Jawab Dylan sambil tersenyum pada Bu Sadimah yang membuat Chelsea yang sedaritadi masih setia memandang Dylan itupun merasa sebal karena sepupu tercintanya itu memberikan senyum manisnya kepada Bu Sadimah.
“ berapa IQ kamu?” Tanya Bu Sadimah pada Dylan yang tentu saja membuat semuanya kebingungan, termasuk Dylannya sendiri.
“ di atas rata – rata bu.” Sambar Chelsea yang membuat semuanya pun menoleh ke arahnya.
“ kenapa kamu yang jawab?” Tanya Bu Sadimah bingung.
“ dia suami–“ jawab Chelsea yang terpotong oleh Dylan.
“ sepupu saya bu.” Sambar Dylan cepat sebelum Chelsea menyahut yang tidak – tidak pada Bu Sadimah.
“ ohh, hanya sepupu… tapi kok saya dengar dia bilang kalau kamu suaminya?” tanya Bu Sadimah kepo yang membuat semuanya merasa jengkel.
“ mungkin ibu hanya salah dengar dan mungkin juga dia hanya bercanda… maafkan perkataan sepupu saya bu, kalau begitu.” Jawab Dylan berusaha sabar menghadapi guru gilanya yang satu ini.
“ hm, yaudah lah ya… otak ibu sakit karena kebanyakan ngomong. Dayalan, nanti tolong gantikan saya untuk menerangkan tentang ini ya ke anak – anak… saya mau ke Pak Sunarto sekarang.” Ucap Bu Sarimah pada akhirnya.
“ Nama saya Dylan bu. dan baik, saya akan menggantikan ibu di sini… sebaiknya ibu bergegas menghampiri Pak Sunarto segera karena pasti beliau sudah menunggu lama di kelas saya.” Ucap Dylan dengan bahasa yang lebih baku dari sebelumnya, biasanya ia mengeluarkan kata – kata yang sangat bakunya jika ia sudah terlalu kesal. Dan saat ini,, ia benar – benar kesal dengan Bu Sadimah.
“ Iya – iya, saya kesana sekarang, makasih ya.” Balas Bu Sadimah lalu keluar dari kelas menuju kelas Dylan untuk menemui Pak Sunarto.
“ kakak ganteng,,, ayo dong ajarin kitaa..” Ujar salah satu cewek yang duduk paling depan sambil menatap Dylan genit.
“ Ekhm, kalian sudah diterangkan sampai mana?” tanya Dylan agak gugup pada adik – adik kelasnya itu.
“ Sampai kakak belum jadi pacar aku.” Sahut cewek lain sambil mengedipkan sebelah matanya pada Dylan.
“ apa kalian tidak bisa serius?” tanya Dylan dengan wajah ramah namun memakai nada dinginnya.
“ Bu Sadimah belum menerangkan dengan jelas Kak, apa kakak bisa mengulanginya lagi untuk kami?” ucap dan tanya Chelsea pada akhirnya yang sedaritadi kesal melihat teman – teman kelasnya genit pada Dylan.
“ ok, kakak ulang dari awal ya. Mohon untuk di perhatikan agar kalian mengerti.” balas dan ucap Dylan.
“ iya kakak.” Balas semuanya serentak.
Tanpa menunggu dan berpikir lagi, Dylan langsung menjelaskan rumus – rumus dengan jelas. Dylan memang sudah menguasai materi ini sejak ia masih SMP.
Benar seperti yang Chelsea katakan, Dylan memang mempunyai IQ di atas rata – rata.
Setelah bel istirahat berbunyi, Dylan langsung bergegas keluar dari kelas. Namun, baru saja ia berjalan 5 langkah dari depan pintu kelas, Chelsea langsung menarik tangan Dylan dan membawanya ke lorong sepi agar tidak ada yang melihatnya.
“ apaan sih lo?! Main narik – narik tangan gue aja.” Protes Dylan saat Chelsea sudah melepaskan tangannya dari tangan Dylan.
“ Lo mau apa ngajak gue kesini? Yang lain pasti pada nungguin kita di kantin.” Ucap Dylan gusar.
“ Ish, yaudah sih… gue Cuma mau ngomong sebentar doang.” Balas Chelsea sambil mengerucutkan bibirnya kesal.
“ iya – iya, udah cepetan mau ngomong apa?” tanya Dylan.
“ lo… tadi kok kayak gugup gitu pas Nabila ngomong. Lo gk mungkin suka dia kan?” tuduh Chelsea yang membuat Dylan mengernyitkan dahinya.
“ maksudnya apa sih, tiba-tiba nanya gitu.” Ucap Dylan sinis sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Chelsea.
“ e-enggak, gue sekedar nanya aja…” Balas Chelsea beralasan.
“ ooh, yaudah kalo gitu ayo cepet kita ke kantin.” Ucap Dylan langsung menarik tanya Chelsea dan membawanya ke kantin, setelah itu mereka berdua pun bergabung bersama sepupu – sepupu mereka yang sudah menunggu di bangku masing – masing.
“ woi, kalian berdua lama amat sihh.” Ucap Steven sambil mendesah sebal karena perutnya sudah keroncongan.
“ maaf brother, gue tadi ada urusan sebentar ama Dylan.” Balas Chelsea sambil menampilkan cengiran nya
“ emangnya ada urusan apa sih?” tanya Steven kepo.
“ mau tau aja sih lo, udah sana mending lo mesen makanan sekarang.” Jawab Dylan yang membuat Steven mendecak sebal.
“ Ck, yaudah iya… ayo Za.” Balas dan ajak Steven pada Reza.
“ loh, kok lo ngajaknya gue sih. Ogah ah, lagi mager nih gue.” Ucap Reza beralasan.
“ yaudah, mulai sekarang kita kemusuhan. Ayo Ka. Makanan kalian terserah gue aja ya. Bye.” Balas Steven lalu menarik tangan Alka yang masih bengong untuk mengikutinya.
Setelah Steven dan Alka pergi, mereka semua pun saling bertukar pandang bingung dengan kelakuan sepupu mereka yang seperti bocah itu.
“ kenapa gue punya sepupu kek gitu,,,” ucap Reza mendramatisir yang membuat semuanya geleng – geleng kepala melihatnya.
“ kenapa juga gue punya sepupu kek lo.” Balas Rachel sambil memutar kedua bola matanya kesal yang membuat Reza mengerucutkan bibirnya.
20 menit pun berlalu, akhirnya Steven dan Alka pun kembali sambil membawa bungkusan nasi goreng. Ia tampak menyengir saat para sepupunya menatap dirinya tajam.
“ maap yang gengs lama, soalnya tadi ngantri banget. Ayo – ayo cepet di makan, nanti keburu bel.” Ucap Steven masih menyengir saat membagikan bungkusan tersebut pada sepupu – sepupunya.
“ lo ngeselin deh Steve.” Balas Chelsea kesal lalu mulai memakan nasi gorengnya dengan sedikit terburu – buru.
“ maaf…” ucap Steven lalu memakan nasi gorengnya sendiri diikuti oleh yang lain.
Setelah selesai, mereka semua pun bergegas menuju kelas masing – masing dengan sangat terburu – buru karena bel sudah berbunyi sekitar 5 menit yang lalu. Ya, ini semua gara – gara Steven bukan?
Rachel, Glen, Dylan, Alka, dan yang lainnya kecuali Chelsea dan Aurel bernasib baik. Kebetulan saat mereka masuk kelas, guru mereka juga belum ada. Berbeda dengan Aurel dan Chelsea, mereka berdua mendapati Bu Endang yang terlihat marah saat mereka akan masuk ke kelas.