
Author POV.
Pagi hari pun tiba, Rachel sudah menyelesaikan tugasnya yaitu membuatkan para sepupunya sarapan. Saat semua sudah siap di kursi makan masing – masing, tampaknya ada dua kursi yang kosong yaitu Dylan dan Chelsea. Mereka berdua tidak ikut sarapan yang membuat para sepupunya bertanya – tanya.
“ Ka, kok Chelsea sama Dylan gk ikut makan bareng kita sih?” tanya Reyhan yang membuat semuanya ikut menunggu jawaban Alka.
“ oh Chelsea sama Dylan ya, mereka gk masuk sekolah dulu hari ini. Soalnya ada hal yang buruuukk banget terjadi di antara mereka berdua.” Jawab Alka yang membuat semuanya mengernyit heran.
“ hal buruk apa dah?” tanya Reza penasaran.
“ Itu,,, anunya di Dylan ditendang kenceng banget ama Chelsea.” Jawab Alka sambil cengar – cengir.
“ Apa?! Anunya ditendang Chelsea?! Gila! Harus dibawa kedokter itu woi.” Ucap Steven ngegas.
“ Ya makanya hari ini mereka berdua gk masuk sekolah dulu, karena mau cek ke dokter.” Balas Alka sambil memutar kedua bola matanya malas.
“ emangnya tendangan Chelsea separah itu ya?” tanya Reza yang langsung di jawabnya oleh Steven.
“ Iyalah woi. Masa lo gk tau sih, Chelsea itu kan pernah menang lomba taekwondo tingkat nasional… dan lebih parahnya lagi dia itu juara 2 loh.” Jawab Steven antusias yang membuat para lelaki meneguk saliva Dengan mereka susah payah.
“ yaampun, gue kok baru tau ya.” Ucap Rachel tak percaya.
“ gue juga baru tau, ish kasian banget sih si Dylan. Mudah – mudahan masih bisa punya keturunan.” Sambar Reza yang langsung mendapat jitakan pedas dari Aurel.
“ salah gue apalagi Rel?” Tanya Reza sambil meringis pelan yang hanya dibalas gelengan oleh Aurel.
“ eh, udah – udah… waktu kita gk banyak nih, dikit lagi kita udah harus jalan.” Ucap Rachel menengahkan.
Akhirnya mereka semua pun memakan sarapan mereka masing – masing dengan cepat. Setelah selesai, mereka pun langsung bergegas berangkat ke sekolah meninggalkan cucian piring yang menumpuk di wastafel. Biar Chelsea ajalah yang nyuci piring – piringnya soalnya udah telat banget ini, pikir Rachel.
Saat ini, sepasang sepupu masih tidur dengan ranjang terpisah. Lampu kamar pun masih mati, Alka ataupun Steven tidak berniat menyalakan lampu atau membuka tirai karena tak ingin mengusik tidur pulas mereka berdua.
“ eughh…” Lenguh Chelsea yang mulai terbangun dari tidur pulasnya.
“ loh, kok gelap? Mati lampu ya?” tanya Chelsea yang tidak ada tanggapan dari siapapun. Dia menoleh, menatap sosok tampan yang sedang tertidur pulas di ranjang yang berbeda.
“ Dylan,” panggil Chelsea namun tak ada sahutan dari Dylan yang masih terlelap.
“ duh, mudah – mudahan aja dia gk kenapa – napa deh pas diperiksa nanti.” Ucap Chelsea lagi sambil mengusap pelan rambut Dylan yang sedikit basah karena keringat. Lalu, ia pun memeluk tubuh Dylan yang tak disangka – sangka membalas pelukannya tersebut.
“ kok bisa wangi banget ya…suka deh jadinya,” ucap Chelsea lalu Memejamkan matanya kembali hingga jatuh ke dalam mimpi.
Namun, selang beberapa jam kemudian… Dylan pun bangun dari tidurnya karena merasa terusik dengan cahaya matahari yang memaksa masuk ke kamar melalui celah jendela.
“ eughh…” lenguh Dylan yang baru saja terbangun dari tidurnya.
“ loh?!” kaget Dylan tiba – tiba karena ia memeluk Chelsea yang tampak pulas.
“ kok Chelsea bisa ada disini sih?” Tanya Dylan pada dirinya sendiri.
“ dan kenapa pula gue bisa – bisanya meluk Chelsea yang lagi tidur?” tanyanya lagi bingung.
“ ah, Chelsea… bangun…udah siang ini,” panggil Dylan pada Chelsea yang masih terlelap.
“ hm,,” gumam Chelsea semakin mempererat pelukan mereka.
“ Salsa, udah siang… bangun ya…” panggil Dylan lagi yang kini lebih melembut.
“ eughh…Dylan…” lirih Chelsea yang pada akhirnya bangun dari tidur pulasnya.
“ udah siang, cepet mandi duluan… nanti gantian.” Ucap Dylan pada Chelsea.
“ hm,, iya…kalo gitu gue ambil baju gue dulu ya…” balas Chelsea yang sejujurnya masih mengantuk berat.
Lalu, Chelsea pun segera mengambil baju gantinya dan masuk ke dalam kamar mandi dengan langkah sempoyongan karena rasa kantuknya begitu berat yang membuat Dylan terkekeh melihatnya.
“ seperti anak kecil saja…” gumam Dylan setelah Chelsea masuk ke dalam kamar.
“ tidur sebentar lagi gpp kan ya..” ucap Dylan lalu merebahkan kembali tubuhnya di atas kasur dan mulai memejamkan matanya.
15 menit pun berlalu, Chelsea pun akhirnya keluar dari kamar mandi dengan memakai kaos putih lengan pendek kebesaran yang dipadukan dengan rok pendek levis yang cukup ketat membuat sisi imut Chelsea benar – benar terlihat. Rambutnya yang panjang nan hitam pekat itu pun ia keringkan menggunakan handuk.