Undesirable Relationship

Undesirable Relationship
IMUT BANGET SIH SEPUPUKU INI...



Setelah Dylan sampai di parkiran, ia mendapati Chelsea yang sedang menunggu di depan mobilnya. Dengan segera, ia sedikit berlari menghampiri Chelsea.


Chelsea dan Dylan sudah berada di dalam mobil. Namun, Dylan masih belum menyalakan mesin mobil tersebut karena Chelsea masih respon membereskan buku – buku yang tadi ia beli di jok belakang.


“ huh, naro buku di jok belakang aja ribet banget.” Ucap Dylan saat Chelsea sudah duduk kembali di jok depan.


“ eh, enak aja lo. Buku – buku yang lo beli tuh tebel – tebel tau, makanya berat. Jadi, ya gue susah lah naronya.” Balas Chelsea tak Terima.


“ Ck, yaudah iya – iya… cepet pake seatbelt nya. Udah malem nih.” Ucap Dylan lalu mulai menghidupkan mesin mobilnya.


“ Udah, ayo jalan.” Balas Chelsea setelah memakai seatbelt dan merapikan rambutnya yang sedikit berantakan.


Tanpa menjawab Chelsea lagi, Dylan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Dylan juga membuka atap mobilnya agar dia dan Chelsea dapat merasakan kesejukan udara malam ini sambil melihat indahnya langit yang bertabur bintang saat ini.


“ langitnya lagi dipenuhi banyak bintang ya.” Ucap Chelsea sambil mengadahkan kepalanya ke atas melihat ke langit yang tampak indah itu.


“ Iya, biasanya paling Cuma beberapa bintang yang bisa kita liat. Tapi malam ini kayaknya banyak banget.” Balas Dylan sekilas melihat ke arah langit lalu kembali fokus ke arah jalan.


“ eh lan. Tunggu. Gue mau es krim…” Rengek Chelsea sambil mengguncang – guncang lengan kekar Dylan.


“ Ok, ayo kita beli es krim di tempat langganan gue.” Jawab Dylan sambil tersenyum.


Tak lama kemudian, mobil Dylan pun berhenti di depan kedai ice cream kecil namun terlihat unik. Pasalnya, kedai tersebut memiliki interior yang berwarna – warni d serba mini.


Chelsea yang gemas pun, langsung keluar dari mobil dan masuk ke kedai tersebut meninggalkan Dylan yang masih berada di mobil.


“ ck, benar – benar seperti bocah. Kenapa tingkahnya bisa seimut itu?” gumam Dylan sambil terkekeh kecil lalu bergegas keluar dari mobil dan menyusul Chelsea yang sudah masuk ke dalam kedai tersebut.


“ gue gk sengaja nemu kedai ini waktu gue lagi lewat sini. Nah kebetulan gue suka es krim, yaudah deh gue mampir ke sini.” Jawab Dylan pada Chelsea yang masih mengagumi isi kedai tersebut.


“ wah, kok gue baru tau sih kalo lo penggemar es krim….berarti kalo gitu kita sama. Jadi, setiap lo mau kesini… lo harus bawa gue.” Ucap Chelsea sambil bersedekap.


“ Kalo gk bawa gue, lo gk boleh ke sini pokoknya. Oke sayangku?” sambung Chelsea sambil meniru gaya kepsek di sekolahnya, yaitu pak Mashud yang selalu ia olok – olok, mirip seperti Bopak Castello menurutnya. Memang murid kurang ajar dia itu.


“ Heh, dasar kurang ajar lo. Gayanya pak Mashud lo tiru – tiruin.” Balas Dylan sambil menoyor kepala Chelsea pelan.


“ iya – iya gue gk bakal ke sini kalo gk ngajak lo.” Sambung Dylan yang tadinya menoyor kepala Chelsea kini malah mengacak rambut tersebut.


“ Demen banget sih ngacak – acak rambut orang.” Kesal Chelsea sambil mendengus pelan.


“ biarin. Orang gue Cuma ngacak rambut lo doang sih. Gk pernah tuh rambut orang lain. Jadi, Cuma rambut lo doang yang acak – acakan. Orang lain mah enggak.” Balas Dylan enteng.


“ ish, dasar lo ya. Lo kira Rachel enggak?” tanya Chelsea sambil berkacak pinggang.


“ Enggak lah, gue mah seringnya tuh ngelus rambut dia.” Jawab Dylan yang langsung mendapat cubitan pedas dari Chelsea.


“ Parah lo ya! Giliran rambut gue aja di acak – acak terus. Giliran Rachel malah di elus – elus kayak anak kucing. Lo dendam apa ama gue? Awas ya lo, sampe rumah nanti gue jambak – jambakin tuh rambut lo.” Kesal Chelsea yang membuat Dylan lagi – lagi terkekeh dan mengacak – acak rambut panjangnya.


“ Imut banget sih sepupuku yang satu ini…” Ucap Dylan lalu mencium puncak kepala Chelsea dengan gemas.


Sontak Chelsea yang mendapat ciuman mendadak itu pun terbelalak kaget. Tubuhnya mematung. Nafasnya tercekat. Dan jantungnya berdebar kencang seketika. Ia merasakan sesuatu yang aneh. Sesuatu yang membuatnya nyaman.