Undesirable Relationship

Undesirable Relationship
PERASAAN... APA?!



“ ANJIR INI LEBIH SEREM GOB*OK! WOI CHELSEA CEPET SINI!” pekik Dylan sambil menutup matanya ngeri.


“ Apa sih?” tanya Chelsea lalu sedikit berlari ke depan pintu kamarnya.


“ AHHKK! MATA GUE ZINA ADUHH…STEVEN – ALKA KOK GITU AHHH!!” histeris Chelsea setelah melihat kedua sepupu laki – lakinya berpelukan sangat erat melebihi Reza dan Aurel tadi.


“ Kayaknya sepupu kita gk ada yang bener deh, kecuali Glen sama Rachel.” Ucap Dylan dramatis.


“ iyaa… eh btw Alka kan harusnya di bawah. Trus kalo gini lo tidur di mana?” Tanya Chelsea lalu masuk ke dalam kamar dan disusul oleh Dylan.


“ ya di bawah lah. Emang resek tuh si Alka. Gara – gara dia gue jadi harus tidur di bawah.” Gerutu Dylan lalu mengambil kasur lipat untuk ia tidur.


“ Lah, bukannya lo gk bisa tidur di lantai ya? Nanti lo bakal kedinginan dan sesak nafas. Mending gue aja yang di bawah lo tidur di kasur gue aja.” Cegah Chelsea saat Dylan ingin merebahkan tubuhnya di atas kasur lipat.


“ gk usah, gue gpp. Udah lo tidur aja. tapi ganti baju dulu sana, gatel kan pasti?” tanya Dylan pada Chelsea lalu mulai merebahkan tubuhnya di kasur lipat.


“ Hm, bener nih?”


“ iya.”


“ serius?”


“ Iya.”


“ Yaudah deh kalo gitu gue ganti baju dulu, nanti kalo sekiranya lo mulai sesak, lo bangunin gue aja.” Putus Chelsea pada akhirnya.


“ iya…” Sahut Dylan mulai berusaha memejamkan matanya.


Setelah itu, Chelsea pun langsung mengambil baju ganti dan langsung mengganti pakaiannya dengan piyama tidur.


Setelah selesai berganti pakaian, Chelsea keluar dari kamar mandi dan mendapati Dylan yang sedang meringkuk di bawah selimut tebal. Namun, Chelsea tak menyadari bahwa Dylan sedang panas dingin di bawah selimut tebal tersebut.


“ pliss badan, lo gk usah gelisah… ntar Chelsea curiga…” Batin Dylan memohon.


Namun sayang, Chelsea ternyata terlalu peka untuk menyadari bahwa Dylan sedang gelisah.


Dylan yang mengetahui bahwa Chelsea sedang mendekat pun buru – buru memejamkan matanya dan berusaha mengatur nafasnya agar terdengar lebih teratur.


Chelsea mengusap kening Dylan pelan, “ ini beneran tidur kan ya?” tanya Chelsea pelan.


“ mudah – mudahan aja beneran tidur deh.” Ucap Chelsea lagi yang masih di dengar oleh Dylan yang sebenarnya belum tidur.


Tunggu, berarti…Chelsea tidak mengetahui jika Dylan sedang gelisah saat ini? Lantas… untuk apa Chelsea mengusap kening Dylan?


“ Hm, nafasnya pasti sesak… badannya sampe keringat dingin gini nahan sesak.” Ucap Chelsea lagi bermonolog.


Chelsea membaringkan tubuhnya di samping Dylan dan langsung memeluknya. Dylan yang merasakan pelukan Chelsea pun tersentak kaget, tubuhnya menegang begitu saja. Namun iya tetap memejamkan matanya.


“ kapan lagi ya gue bisa meluk lo kayak gini. Gue berterima kasih banget nih sama Alka. Gara – gara dia… lo jadi tidur di bawah. Tapi, gara – gara dia juga… lo jadi tersiksa gini…”


“ yaallah… mudah – mudahan aja Dylan beneran tidur… aku gk mau dia tau yaallah… aku Cuma pengen kayak gini doang sama Dylan. Tolong kasih aku sekalii aja kesempatan…” Chelsea semakin mengeratkan pelukannya dengan Dylan.


“ maaf yaallah, aku tau ini salah… tapi perasaan gk bisa di salahkan kan?”


“ Tunggu, perasaan? Apa ini maksudnya?” Batin Dylan yang masih mendengar curhatan Chelsea dari tadi.


“ Apa mungkin....” Batin Dylan mulai bergejolak tak karuan.


“ meskipun nanti kalo Dylan tau semuanya… dan bakal memandang aku jijik… aku bakal Terima dengan ikhlas. Dan… perasaan aku ke dia akan tetap sama kok…” Ucap Chelsea lagi yang membuat Dylan ingin sekali membuka matanya.


“ gk mungkin…. Ini gk mungkin….” Batin Dylan lagi tak percaya.