Undesirable Relationship

Undesirable Relationship
SIAPA NAMA LO?



Setelah selesai menyiapkan mata pelajaran untuk besok, Chelsea langsung menyiapkan diri untuk tidur.


“ lah, masih belum tidur?” tanya Dylan yang baru saja masuk ke dalam kamar dan mendapati Chelsea yang masih memegang ponsel.


“ ini mau tidur kok, Cuma mau ngecek notif yang belum gue buka dari pagi.” Jawab Chelsea lalu menaruh ponselnya kembali di atas meja kecil yang berada di samping ranjangnya.


“ ayo cepet tidur, bsk ngantuk lagi lo” ucap Dylan lalu membaringkan tubuhnya di atas ranjangnya.


“ iya, good night Lan.” Ucap Chelsea sambil tersenyum lalu mulai memejamkan matanya.


“ good night too Salsa.” Balas Dylan ikut tersenyum sambil memejamkan matanya.


Tak lama kemudian, akhirnya mereka berdua pun sudah tertidur pulas di ranjang mereka masing – masing.


Steven POV.


Hm, malam ini kayaknya gue harus bergadang lagi deh. Soalnya mata gue segerr bangett inii


Seperti biasanya, dirumah kami memang terdapat rooftop yang sudah kami hias senyaman mungkin agar jika kami semua susah tidur atau ingin menyendiri kami bisa berada di tempat itu dengan nyaman.


Dan pada saat gue naik ke rooftop, gue melihat sosok perempuan cantik yang sedang melamun menatap indahnya langit malam. Tanpa berpikir panjang, gue pun menghampiri perempuan tersebut dan duduk di sebelahnya.


“ Lo ngapain Steve?” tanya perempuan tersebut ke gue.


“ lagi apa ya?? Aku… lagi nemenin kamu lahh…” Jawabku sambil mengedipkan sebelah mataku ke Rachel, ya… perempuan itu memang Rachel.


“ Jayus…kenapa? Gk bisa tidur juga?” tanyanya pada gue.


“ iya nih… biasalah…” Jawab gue yang diberi anggukan dari Rachel.


“ udaranya lagi dingin Chel, mending lo masuk deh.” Ucap gue pada Rachel.


“ ish, enak tau malahan… sejuuukkk,” balas Rachel sambil tersenyum.


“ Yayaya… terserah lo deh ya… tapi kalo lo masuk angin jangan salahin gue yaa…” ucap gue mengingatkan.


“ Iya deh iya… gue masuk…” Balasnya malas lalu masuk ke dalam rumah dan meninggalkan gue yang masih duduk menatap langit malam.


Setelah kepergian Rachel, gue membuka ponsel gue dan memainkan game favorit gue yaitu… mobil lejen.


Alka POV.


Malam ini setelah gue selesai main game bareng sepupu – sepupu… Gue langsung pamit pada Rachel untuk keluar dengan alasan ingin membeli kuota yang tadi habis dipakai untuk bermain game.


Setelah diizinkan, gue pun langsung mengambil jaket dan kunci motor dan sedikit berlari menuju garasi.


Sesampainya di garasi, gue pun langsung menaiki motor kesayangan gue dan mulai menghidupkan mesinnya. Lalu, gue langsung mengendarai motor gue dengan kecepatan yang bisa dibilang seperti pembalap……… menuju tempat yang selalu gue kunjungi setiap malam.


Setelah kurang lebih 30 menit gue mengendarai motor… akhirnya gue pun sampai pada tempat tujuan.


Tak menunggu lama lagi, gue langsung memikirkan motor gue dan masuk ke dalam tempat tersebut.


Saat gue masuk, terdengar dentuman musik clubbing dan bau alkohol yang tercium sangat khas di penciuman ku. Dapat kulihat semua orang yang berada di tempat ini tampak menikmati semua aktivitas mereka saat ini.


Gue berjalan menuju bartender dengan susah payah. Kenapa? Karena saat gue melewati para wanita – wanita yang sedang mabuk, gue selalu diajak untuk memuaskan mereka. Dan seperti biasanya, gue selalu menolak ajakan tersebut. Di Club ini, gue memang sudah terkenal, terkenal dengan ketampanannya dong jelas… semua wanita yang berada di club ini, selalu saja memohon agar gue menyentuh mereka. Bahkan pernah ada yang ingin membayar ku miliaran hanya untuk menyentuhnya.


Dan, tentu saja gue menolaknya. Gini – gini gue masih perjaka loh. Ingat itu!


Setelah sampai di bartender, gue langsung memesan pesanan biasa gue.


Saat gue sedang asyik menikmati minuman, mata gue tiba – tiba saja tertuju pada satu wanita, ralat, gadis yang sedang di paksa oleh laki – laki yang sedang mabuk. Dapat gue lihat raut wajahnya yang polos terlihat ketakutan saat lelaki tersebut mulai mencumbu leher jenjangnya. Entah mengapa, kaki gue terasa ingin sekali berjalan ke arahnya. Dan tanpa ragu lagi, gue pun menghampiri gadis tersebut.


“ Lepasin pacar gue.” Ucap gue pada lelaki tersebut dengan nada dingin.


“ Sorry, tapi pacar lo ini akan jadi milik gue malam ini juga.” Balas lelaki mabuk tersebut pada gue.


“ Lo pergi, atau berurusan sama gue.” Ucap gue dengan tatapan tajam.


“ Ck, ok. Kali ini lo lolos karena pacar lo ini. Tapi lain waktu, gue gk pernah lepasin lo.” Bentak lelaki tersebut pada gadis itu.


“ cepat pergi dari hadapan gue.” Ucap gue pada lelaki tersebut. Setelah lelaki tadi pergi, gue langsung mendekat ke arah gadis itu.


“ Lo gk kenapa – kenapa kan?” tanya gue sambil berjongkok ajar dapat melihat wajahnya dengan jelas.


“ a-aku g-gk kenapa – kenapa kok, Terima kasih telah membantuku.” Jawabnya sambil mendongakkan kepalanya menatap gue. Dan dapat kulihat matanya yang sembab dan rambutnya yang berantakan. Gadis tersebut terlihat sangat cantik dan manis.


“ Siapa nama lo?” tanya gue padanya.