
“ hm, gk tau deh… gue gk sadar juga udah berapa lama.” Jawab Dylan sambil merapikan rambut Chelsea yang berantakan sehabis tidur.
“ lo pasti pegel ya, maaf.” Ucap Chelsea tak enak karena dia terlalu lama bersender di tubuh Dylan.
“ gk pegel kok, orang badan lo aja enteng banget kayak kerupuk.” Balas Dylan yang membuat Chelsea mengerucutkan bibirnya lalu memeluk Dylan lagi sebentar yang membuat sang empunya terkekeh geli.
“ manja ya?” ucap Dylan meremehkan.
“ biarin,” sahut Chelsea masa bodo. Ia langsung turun dari pangkuan Dylan setelah melihat bangku di sebelahnya kosong.
“ kok pindah?” Tanya Dylan sedikit kecewa karena Chelsea pindah disebelahnya.
“ kalo ada yang kosong kenapa enggak, nanti malahan di dudukin setan tau.” Jawab Chelsea sekenanya.
“ iyain deh.” Ucap Dylan lalu melirik jamnya.
“ Sal, kayaknya kita pulang kemaleman deh. Di rumah juga pasti udah pada makan. Nanti mau makan dulu gk?” tanya Dylan pada Chelsea.
“ Boleh, gue juga udah laper pake banget nih.” Jawab Chelsea antusias.
“ ok.” Ucap Dylan sambil menepuk pelan puncak kepala Chelsea.
Tak lama kemudian, bus pun berhenti di halte tujuan. Chelsea dan Dylan pun bergegas turun agar tidak terdesak oleh orang – orang.
Setelah mereka berdua sudah turun dari bus, mereka pun langsung menuju restoran terdekat dari rumah mereka.
“ yakin disitu Lan?” tanya Chelsea memastikan.
“ ya gk masalah kan? Yang penting kita makan.” Jawab Dylan cuek.
“ hm, terserah.” Ucap Chelsea pasrah.
Akhirnya mereka berdua pun sampai di depan restoran mewah dekat rumah mereka yang terkenal akan desain – desain restorannya yang sangat terlihat romantis dan nyaman.
Biasanya, restoran tersebut sering dikunjungi oleh para pasangan yang menginginkan suasana romantis saat makan bersama. Saat jam malam, biasanya restoran tersebut akan lebih menciptakan suasana romantis dengan adanya musik – musik, lampu sorot, bahkan menyediakan ruang rooftop bagi pengunjung yang ingin menikmati keindahan langit malam bersama pasangan mereka.
“ Selamat datang di Luxuryllie restaurant. Silakan masuk.” Sambut pelayan penjaga pintu dengan sopan.
“ Terima kasih.” Ucap Dylan lalu masuk ke dalam bersama Chelsea.
“ kita di rooftop aja yuk Lan,” ujar Chelsea sambil menatap mohon ke Dylan.
“ serius nih? Yaudah ayo.” Balas Dylan yang yang membuat Chelsea tersenyum senang.
“ maaf, kakak – kakak mau pesan apa?” tanya waiter tersebut sopan.
“ Saya pesan beef teriyaki with rice sama Milkshake coklat ya.” Jawab Dylan.
“ Kalo aku chicken teriyaki with rice sama Milkshake strawberry ya.” Sambung Chelsea ikut memesan.
“ Baik kak, mohon ditunggu pesanannya. Saya permisi.” Ujar waiter tersebut setelah mencatat pesanan Dylan dan Chelsea.
“ Oh iya Sal, besok kan ada acara pendaftaran OSIS baru. Nah tadi, gue ditunjuk sama guru gue buat jadi calon OSIS. Menurut lo, gue daftar atau enggak ya?” tanya Dylan pada Chelsea.
“ hm, itu sih terserah lo ya. Tapi saran gue lo harus pikirin baik – baik soal kedepannya, Kegiatan – kegiatannya nanti bakal bikin waktu belajar lo terganggu atau enggak.” Jawab Chelsea.
“ Hm, kalo masalah belajar sih masih bisa gue atur,,” ucap Dylan menggantung.
“ oh yaudah, terus apalagi masalahnya? Kalo gk ada ya besok daftar aja.” Balas Chelsea agak sedikit ketus.
“ itu, maksudnya kalo misalkan kedepannya gue bakalan sibuk banget,,, gue jadi gk bisa ngajarin lo.” Ucap Dylan yang membuat jantung Chelsea berdegup kencang.
“ e-eh, kenapa jadi gue? Santai aja kali ah… gue bisa minta ajarin Rachel nanti.” Balas Chelsea dengan pipi semerah tomat.
“ beneran nih gk kenapa – kenapa klo gue gk bisa ngajarin lo lagi?” Tanya Dylan lagi memastikan.
“ Iya, santai aja sih Lan.” Jawab Chelsea yang membuat Dylan tersenyum senang.
Tak lama kemudian, hidangan mereka pun sampai. Tanpa menunggu lagi mereka pun langsung memakan makanan mereka karena sedaritadi para cacing sudah berdemo di perut mereka masing – masing.
“ Restorannya bener – bener romantis ya.” Ucap Chelsea dengan mata berbinar setelah menghabiskan makan malamnya yang membuat Dylan tersedak seketika.
“ uhuk… uhuk… aihh perih tenggorokan gue…” Ucap Dylan yang membuat Chelsea panik.
“ Lo kenapa sih Lan, minum aja bisa keselek gitu.” Ujar Chelsea sambil mengelap bibir basah Dylan menggunakan tisu.
“ bisa lah, ini buktinya gue keselek.” Balas Dylan sinis.
“ Ish, lagian kenapa tiba – tiba sih? Memangnya gue salah ngomong ya?” tanya Chelsea heran.
“ e-eh, enggak… tadi Cuma lagi kebetulan keselek aja kok.” Jawab Dylan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali.
“ hm, makanya kalo minum tuh pelan – pelan biar gk keselek.” Ucap Chelsea.
“ iya – iya deh, lain kali minumnya pelan – pelan…” Pasrah Dylan pada akhirnya.