
“ lagi baca apa sih, serius banget kayaknya.” Tanya Rachel pada Glen yang terlihat sedang asyik membaca novel.
“ kepo banget sih.” Ucap Glen tanpa mengalihkan pandangannya ke arah buku yang sedang ia baca.
“ ish, Glen mah.” Ucap Rachel memanyunkan bibirnya.
“ sini.” Ucap Glen menggeser dikir tubuhnya agar Rachel bisa membaringkan tubuhnya di samping Glen.
“ ngapain?” Tanya Rachel heran.
“ rebahin tubuh lo di samping gue, gue tau pasti lo pegel.” Ucap Glen menatap Rachel datar.
“ hm, ok.” Ucap Rachel lalu membaringkan tubuhnya di samping Glen.
“ ooh, ternyata lo juga suka baca novel.” Ucap Rachel setelah melihat buku yang sedang Glen baca.
“ gue masih punya satu, mau baca?” Tanya Glen menawarkan.
“ boleh.” Jawab Rachel.
“ nih.” Ucap Glen menyodorkan novelnya yang lain pada Rachel.
“ makasih.” Sahut Rachel dengan senyum manisnya.
Saat mereka berdua sedang asyik membaca novel, tiba – tiba saja rasa kantuk pun menyerang Rachel, Rachel pun tanpa sadar sudah tertidur pulas. Glen yang menyadari itu pun langsung mengambil buku yang menutupi wajah cantik Rachel dan menaruh buku tersebut di tasnya kembali. Akhirnya Glen pun memutuskan untuk menyusul Rachel yang sudah berada di alam mimpi.
Cahaya yang masuk melalui celah – celah jendela kamar rumah sakit pun mengusik sepasang sepupu yang sedang tertidur pulas sambil memeluk satu sama lain itu. Saat mereka berdua membuka mata mereka secara bersamaan, mereka pun tak berkedip sama sekali sampai akhirnya Glen pun mengalihkan pandangannya ke arah lain.
“ maaf gk sengaja.” Ucap Glen lalu melepaskan pelukannya dengan Rachel.
Sontak Rachel pun ikut melepaskan pelukannya dengan Glen.
“ maaf gue juga gk sadar.” Ucap Rachel canggung.
“ lo mandi sana. Dikit lagi suster dateng buat ngecek gue.” Ucap Glen memulai percakapan terlebih dahulu.
“ eh iya, tapi gue kan gk bawa baju.” Ucap Rachel tersadar bahwa ia tidak membawa apapun lagi selain hotpants.
“ di tas gue ada sweater, pake itu aja dulu sambil nunggu Chelsea bawain baju ganti buat lo.” Ucap Glen.
“ tapi bawahannya?” Tanya Rachel lagi.
“ gue bawa celana training, lo pake aja.” Jawab Glen.
“ oh ok deh, kalo gitu gue mandi dulu ya.” Ucap Rachel lalu mengambil sweater dan celana training di tas Glen dan masuk ke dalam kamar mandi.
Selang beberapa menit setelah Rachel masuk ke kamar mandi, suster pun datang membawa nampan dan memeriksa keadaan Glen, setelah itu suster tersebut pun keluar dari kamar Glen. Tak lama kemudian Rachel pun keluar dari kamar mandi dengan sweater yang agak kebesaran di tubuhnya dan celana training yang sangat pas di kakinya.
“ susternya udah dateng Glen?” Tanya Rachel setelah keluar dari kamar mandi.
“ udah.” Jawab Glen singkat.
“ oh, yaudah kalo gitu sekarang kita sarapan dulu yuk.” Ucap Rachel setelah duduk di kursi sebelah ranjang Glen.
“ kita beli di kantin aja ya.” Ucap Glen lalu berusaha mendudukkan dirinya.
“ eh jangan, kan lu baru aja kemaren operasi.”cegah Rachel sambil membantu Glen duduk.
“ tadi gue udah Tanya suster, katanya gk kenapa – kenapa. Mending lu ambilin gue kursi roda deh sekarang.” Ucap Glen pada Rachel.
Tak lama kemudian Rachel pun kembali ke kamar membawa kursi roda untuk Glen. Setelah itu, mereka pun pergi ke kantin untuk membeli makanan.
“ habis ini minum obat ya Glen, nih gue udah bawa sekalian kok.” Ucap Rachel sambil menaruh obat di atas meja.
“ iya, udah lanjut makan.” Ucap Glen yang dibalas anggukan oleh Rachel.
Setelah makanan mereka habis, mereka memutuskan untuk berkeliling taman sebentar karena mereka sama – sama bosan selama di kamar.
“ sebentar aja ya Glen, abis itu kita balik ke kamar lagi.” Ucap Rachel sambil mendorong kursi roda Glen berkeliling taman.
“ kita duduk disitu aja ya.” Ucap Rachel yang dibalas anggukan oleh Glen.
“ gimana Glen, lambung lo masih perih gk?” Tanya Rachel setelah dirinya dan Glen duduk di salah satu bangku taman.
“ udah gk terlalu perih.” Jawab Glen sambil mengusap pelan perutnya.
“ oh iya Glen gue boleh Tanya sesuatu gk?” Tanya Rachel pada Glen.
“ Tanya aja.” Jawab Glen asal.
“ hm, kemaren kata dokter lu itu sebenernya udah punya luka di lambung dari dulu ya, tapi lu itu Cuma minum obat pereda nyeri lambung doang kalo lagi kambuh. Apa bener?” Tanya Rachel sambil menatap Glen dengan detail.
“ iya.” Jawab Glen singkat membalas tatapan Rachel.
“ sejak kapan?” Tanya Rachel menyelidik.
“ sejak gue kelas 3 SD.” Jawab Glen enteng.
“ hah?! Kok lu gk pernah cerita ke kita semua sih?” Tanya Rachel heran.
“ buat apa?” Tanya Glen balik.
“ ya biar kejadian kayak gini tuh gk terjadi lah.” Jawab Rachel mantap.
“ jadi, kalo misalnya gue kasih tau ke kalian soal ini, kalian gk bakal berbuat kayak gini ke gue gitu?” Tanya Glen dengan seringai meremehkan.
“ ya iya lah Glen, kalo kita tau lo punya luka di lambung kayak gitu, Steven sama Reza gk mungkin ngerjain lo dengan cara yang kayak gitu.” Jawab Rachel yang membuat Glen terkekeh pelan.
“ berarti kalo kalian gk tau, Steven dan Reza boleh ngelakuin hal bodoh kayak sekarang?” Tanya Glen meremehkan.
“ ya gk gitu juga sih harusnya.” Jawab Rachel sambil menunduk.
“ kalo mereka peduli sama gue, mereka gk bakal ngelkuin hal bodoh kayak kemarin ke gue. Muskipun mereka gk tau kalo gue punya luka di lambung, tapi mereka harusnya mikir kalo lambung atau usus gue bisa aja luka karena makan makanan yang terlalu pedas kan? Dari kejadian kemaren, gue menyimpulkan kalo mereka semua itu gk perduli sama gue.” Ucap Glen panjang lebar yang membuar Rachel diam tak berkutik, omongan Glen tidak sepenuhnya salah dan tidak sepenuhnya benar. Glen salah jika berpikiran bahwa mereka semua tidak perduli dengan Glen dan Glen benar bahwa tidak seharusnya Steven dan Reza melakukan hal bodoh seperti itu walaupun mereka tak tau kalau Glen mempunyai luka di lambung.
“ oh iya, lo gk kenapa – kenapa kan? Kemaren kan lu juga di kerjain sama mereka.” Tanya Glen pada Rachel yang masih diam mematung.
“ gu-gue gk kenapa – kenapa kok.” Jawab Rachel gugup karena baru tersadar dari lamunannya.
“ hm, baguslah kalo gitu.” Ucap Glen yang dibalas anggukan oleh Rachel.
“ oh iya, soal biaya rumah sakit kemaren, gue akan ganti setelah gue pulang dari rumah sakit. Jadi lo tenang aja.” Ucap Glen yang membuat Rachel sadar bahwa ia telah melupakan soal biaya tersebut.
“ gk usah di ganti gk kenapa – kenapa kok.” Ucap Rachel jujur karna ia tak masalah jika uang nya tidak diganti oleh Glen.
“ gk usah sok kebanyakan duit, gue tau kalo itu uang tabungan lo yang mau dipake buat bangun rumah lo sendiri kan?” Tanya Glen santai.