
“ hehehe…maaf ya.” Ucap Rachel sambil menampilkan deretan giginya yang putih.
“ wah jangan – jangan kalian pacaran dulu nih ya?” goda Steven, sebelum Rachel menjawab, Reza langsung melontarkan pertanyaan lain pada mereka.
“ trus yang di sebelah Glen siapa?” tanya Reza yang membuat semuanya tersadar jika ada orang asing yang duduk di antara mereka.
“ oh, perkenalkan namaku Natasha, aku temen barunya Glen.” Jawab Natasha sambil memeluk pinggang Glen.
“ ihh, jangan sentuh abeng gue!” ucap Steven langsung menghampiri mereka berdua untuk melepaskan pelukan Natasha di pinggang Glen.
“ jangan sentuh sepupu gue.” Ucap Rachel dingin langsung melepas pelukan Natasha di pinggang Glen sebelum Steven yang melakukannya. Sontak ucapannya tersebut membuat sepupu – sepupunya dan Glen tersentak.
“ hm, maaf.” Lirih Natasha.
“ lebih baik lo cari temen lain aja deh, gue sama sepupu gue gk boleh di ganggu.” Ucap Steven mendadak ketus.
“ hm, tapi–“ ucap Natasha terpotong dengan ucapan Rasya.
“ maaf, tapi sebaiknya kamu cari teman lain untuk diajak istirahan bersama.” Ucap Rasya terlihat tegas.
“ iya.” Ucap Natasha memaksakan senyumnya langsung bergegas pergi meninggalkan mereka semua.
“ eh, gimana Glen, rasanya di peluk cewek?” Tanya Alka menggoda Glen.
“ bacot lu.” Ucap Glen kesal yang membuat semuanya tertawa.
“ udah – udah woi, perut gue sakit… jangan ketawa mulu.” Ucap Reza sambil memengang perutnya geli.
“ mampus.” Ucap Glen dingin namun terdengar lucu oleh para sepupunya itu. Reza yang tadinya tertawageli berubah menjadi kesal karna para sepupunya itu malah menertawainya bailk.
“ udah woi cukup.” Ucap Rachel berusaha menghentikan tawanya.
“ ok,ok,ok, mending kita pesen makanan aja yuk, nanti keburu masuk.” Ucap Dylan menengahkan.
“ eh, biar gue sama Reza aja ya yang mesen makanannya, kalian mau nitip apa aja?” Tanya Steven.
“ loh kok lu ngajaknya gue sih?” ucap Reza tidak terima. Yang diikuti tawaan para sepupunya itu.
“ hahah, gue bakso aja deh sama es teh manis.” Ucap Dylan berusaha menghentikan tawanya.
“ gue samain kayak Dylan aja.” Ucap Rasya setelah tawanya berhenti.
“ gue juga sama kayak Dylan.” Ucap Reyhan.
“ gue nasi goreng aja, tapi minumannya samain aja ya.” Ucap Rachel.
“ gue sama Aurel samain kayak Rachel aja.” Tambah Chelsea.
“ gue samain.” Ucap Glen.
“ samain kayak siapa?” Tanya Steven bingung karna abangnya itu sangat suka sekali menyingkat omongan.
“ Rachel” tambah Glen lagi.
“ kalo gue mah batagor aja ya, minumnya es jeruk.” Ucap Alka beda sendiri.
“ ok deh, itu aja kan ya… kalo gitu gue pesen dulu ya.” Ucap Steven langsung pergi memesan makanan bersama Reza.
Tak lama kemudian, pesanan mereka pun datang. Tanpa menunggu apapun lagi, mereka langsung memakan makanan mereka masing – masing.
uhuk…uhukk…uhukk… Glen dan Rachel terbatuk bersamaan secara spontan karena nasi goreng yang mereka makan terasa sangat pedas, sehingga membuat tenggorokan mereka sangat panas dan perih.
“ gila pedes banget woii!!” omel Rachel panik, tanpa sengaja salah mengambil minuman, ia malah minimum milik Glen, dan Glen juga malah meminum punya Rachel. Para sepupu mereka berdua langsung kaget mendengar omelan Rachel yang sedang kepedasan.
“ kalo gk salah sih 8, trus si Glen 15. Iya gk si?” Tanya Reza kepada Steven untuk memastikan.
“ iya bener, heheh…. Maaf ya.” Ucap Steven sambil menggaruk rambutnya yang sama sekali tidak gatal.
“ what?!” ucap Rachel tak percaya dengan ucapan Steven dan Reza barusan. Bukan hanya Rachel yang tak percaya, para sepupunya dan Glen juga membelalakkan mata mereka tak percya.
“ gila lo berdua, kalo si Rachel sama si Glen kenapa – kenapa gimana?!” omel Dylan kesal dengan mereka berdua.
“ maafin kita ya, pliss.” Ucap Steven memohon.
“ janji gk bakal gitu lagi deh.” Tambah Reza mengikuti Steven yang sedang memohon dengan wajah melasnya.
“ huaaa!!! Ini pedes banget lohh!!! Aaahhh…..” ucap Rachel kepedesan dengan mata yang berkaca – kaca.
“ loh, kamu kenapa Glen?” Tanya Natasha yang tiba – tiba saja datang dan mencari kesempatan untuk memegang Glen.
“ modus aja sih lo ah.” Ucap Lauren yang kesal melihat kelakuan cewek yang sedang mengelap keringat di wajah Glen.
“ jangan sentuh gue bastard!” bentak Glen yang merasa risih dengan perlakuan Natasha terhadapnya.
“ m-maaf Glen, aku kan Cuma mau ngelap keringat kamu doang.” Ucap Natasha yang masih saja membela diri.
“ duh… mending lo diem aja deh ya.” Ucap Chelsea memberikan tatapan tajamnya ke Natasha. Natasha yang mendapat tatapan tersebut hanya bisa diam tak berkutik lagi.
“ ahk gila!!” ucap Glen yang membuat semuanya merasa takut. Bagaimana tidak, wajahnya merah padam, tatapan matanya yang benar – benar terlihat sangat tajam dan menusuk, suaranya yang bertambah berat dan serak. hal – hal tersebut sudah dapat disimpulkan bahwa saat ini Glen benar – benar sangat marah. Orang – orang yang melihat kondisi Glen saat ini hanya bisa diam tak berkutik.
“ nyari ribut lo sama gue?!” Tanya Glen menarik dasi Steven dan Reza sangat kuat, sehingga membuat mereka tercekik tidak bisa bernafas.
“ udah Glen, maafin aja.” Ucap Rachel berusaha menenangkan Glen. Bagaimana dengan kondisi kantin? Tentu saja sangat riuh, para murid berkumpul mengitari meja mereka.
“ gk usah ikut campur deh lo!” omel Glen menghempaskan tangan Rachel dengan kasar lalu berlari ke sembarang arah.
“ Glen lo mau kemana?!” teriak Rachel melihat Glen lari ke sembarang arah.
“ kalian diem disini!” perintah Rachel lalu ia langsung bergegas mengejar Glen yang hampir sudah tidak terlihat. Dylan pun dengan segera, menyuruh murid – murid untuk bubar. Mereka pun akhirnya kembali ke kelas masing – masing karena bel masuk sudah berbunyi.
Rachel POV.
Gue berusaha ngejar Glen yang berlari ke sembarang arah. Jujur gue kejar dia kayak gini, karna gue Cuma takut dia kenapa – kenapa.
Saat gue kehilangan jejak Glen, tiba – tiba gue denger suara rintihan seseorang yang kayaknya gue kenal sama suara tersebut. Tanpa berpikir panjang, gue langsung mencari asal suara rintihan itu, dan ternyata benar bahwa itu suara rintihan Glen. Gue langsung menghampiri dia yang sedang meringis sambil meraba – raba dinding untuk berjalan.
Author POV.
“ ahkk, lambung gue perih banget, sial!” gerutu Glen sambil meraba – raba dinding untuk berjalan.
“ Glen!!” teriak Rachel yang masih terdengar samar di telinga Glen. saat Glen berbalik, jarak mereka berdua sangatlah dekat. Tak lama kemudian Glen pun ambuk menimpa tubuh Rachel.
“ aaww, Glen lu kenapa?” tanya Rachel tidak memperdulikan tubuhnya yang terasa sangat sakit akibat jatuh tertimpa Glen.
“ ahhkk, gu-gue…g-gk…tahan…lagi…” lirih Glen yang sangat sulit mengeluarkan suaranya.
“ Glen, lu kenapa sihhh?! Jangan bikin gue panik kayak gini dong Glenn, gue gk tau harus ngapain sekarang.” ucap Rachel panik tanpa sadar ia langsung duduk dan memeluk tubuh Glen dengan erat. Glen yang merasa sangat nyaman dipelukan Rachel pun membalas pelukannya.
“ sakit….” Ringis Glen yang sedang merasakan sakit luar biasa di dalam tubuhnya, ia semakin mengeratkan pelukan Rachel.
“ gue cari bantuan ya Glen.” Ucap Rachel semakin panik karna kondisi Glen sudah semakin memburuk.