Undesirable Relationship

Undesirable Relationship
MESRA?!



“ Lan, kayaknya taksi gk lewat – lewat deh dari tadi. Kalo kita naik bus aja mau gk?” tanya Chelsea yang semakin bosan karena daritadi tak ada satupun taksi ya lewat.


“ Yaudah, kita naik bus aja. Udah sore banget ini tambah gelap takutnya malah gk kedapetan bus nanti. Ayo cepet kita ke halte bus sana.” Jawab Dylan lalu menarik tangan Chelsea untuk mengikutinya menuju halte bus yang letaknya cukup jauh dari sekolah.


“ p-pelan – pelan dong Dylan, nanti kita jatuh.” Ucap Chelsea dengan pipinya yang sedikit memerah. Chelsea menubruk punggung bidang Dylan saat sangat empunya berhenti mendadak.


“ kenapa berhen—eh?” ucap Chelsea terpotong karena heran Dylan berjongkok di hadapannya.


“ ngapain sih?” tanya Chelsea lagi sambil mengerutkan keningnya tak paham.


“ cepet naik, nanti kita terlambat naik busnya.” Jawab Dylan yang membuat Chelsea salah tingkah.


“ eh, g-gk usah…. Gue bisa sendiri.” Elak Chelsea gugup.


“ ck, lama lo.” ucap Dylan lalu menggendong paksa Chelsea di punggungnya.


“ Iihh, jangan main angkat aja dongg…” protes Chelsea dengan rona merah padam di pipi putihnya.


Dylan tidak menanggapi omongan Chelsea, ia langsung berjalan menuju halte dengan langkah cepat.


Sesampainya di halte, mereka menunggu 5 menit untuk mendapatkan bus, setelah bus datang, mereka pun langsung masuk dan bergegas mencari kursi karena cukup banyak penumpang saat itu.


Dan benar saja, hanya tersisa satu bangku di sana. Dylan pun dengan sigap duduk di bangku tersebut sebelum ditempati oleh orang lain.


Chelsea yang bingung pun hanya celingak – celinguk mencari tempat duduk lain karena tempat tersebut sudah diduduki oleh Dylan.


Dylan yang melihat raut wajah Chelsea yang lucu tersebut pun lantas terkekeh manis lalu memanggil Chelsea untuk mendekat.


“ sini Sal.” Ucap Dylan sambil melambaikan tangannya ke Chelsea. Chelsea yang melihat dan mendengar pun langsung menghampiri Dylan yang tengah tersenyum kepada nya.


“ kenapa? Gue belum dapet bangku masa?” ucap Chelsea lucu sambil mengerucutkan bibirnya yang membuat Dylan gemas, lantas lagi – lagi ia pun terkekeh.


“ Uuuhhh kasian banget sepupu gue yang imut ini, sini – sini. Gue pangku aja ya.” Ucap Dylan langsung menarik pinggang Chelsea hingga terjatuh di pangkuannya.


“ Memangnya gk berat? Lagian kita diliatin orang tau.” Ucap Chelsea dengan rona pipinya yang sudah memerah padam.


“ santai aja.” Balas Dylan lalu meletakkan dagunya di pundak Chelsea.


“ Dylan, gue maluu.” Ucap Chelsea saat Dylan merengkuh tubuhnya dan meletakkan dagu di pundaknya yang membuat orang – orang menatap mereka dengan tatapan mencibir.


“ maaf Bu, dia adik saya.” Ucap Dylan sangat sopan pada ibu – ibu di sebelahnya yang sedang mencibir mereka. Sontak ibu – ibu tersebut pun tersentak lalu mengucapkan maaf pada Chelsea dan Dylan.


“ oh, maaf dek… saya sudah salah sangka. Sekali lagi maaf ya.” Ucap salah satu ibu – ibu tersebut pada Dylan dan Chelsea.


“ lagian kayak mesra banget gitu sih, sayang banget ya sama adeknya. Kakak yang baik.” Ucap salah satu ibu – ibu lain pada Dylan.


“ iya dong bu, adik imut dan cantik gini masa gk di sayang kakak.” Balas Dylan sambil tersenyum lalu mengecup pipi Chelsea gemas yang membuat sangat empunya terbelalak tak percaya.


“ iihhh kalian manis sekali. Yaudah sekali lagi kita minta maaf ya dek.” Ucap ibu yang tadi sambil terkekeh melihat keduanya.


Jalanan sekarang mengalami kemacetan, sudah satu jam mereka berdua berada di mobil. Namun sampai saat ini masih sangat jauh dari rumah mereka.


“ Sal, masih lama ya.” Ucap Dylan masih meletakkan dagunya di pundak Chelsea.


“ Iya…” Balas Chelsea sambil mengerucutkan bibirnya lalu menyenderkan kepalanya ke bahu Dylan.


“ masih 1 atau 2 jam lagi kayaknya.” Ucap Dylan yang dibalas anggukan oleh Chelsea.


“ ngantuk gk?” tanya Dylan yang lagi – lagi dibalas anggukan oleh Chelsea.


“ bangun,” titah Dylan yang membuat Chelsea mengerutkan keningnya bingung.


“ orang ngantuk kok malah disuruh bangun sih.” Ucap Chelsea sambil mengerucutkan bibirnya kesal.


“ bangun dulu ya adikku sayang,” ucap Dylan yang lagi – lagi membuat pipi Chelsea merona.


“ Iya udah nih. Terus mau ngap—” kalimat Chelsea terpotong karena Dylan menarik pinggangnya hingga Chelsea pun lagi – lagi jatuh kepangkuan Dylan, namun sekarang Chelsea menghadap Dylan yang membuat Chelsea sangat sangat dan sangat malu.


“ kenapa kayak gini, kayak tadi aja.” Cicit Chelsea sambil menundukkan kepalanya malu.


“ katanya ngantuk, cepet tidur dulu. Masih lama ini kan nyampenya.” Ucap Dylan lalu melingkarkan tangan Chelsea ke pinggangnya dan mendorong punggung Chelsea agar memeluk tubuhnya.


“ gk kenapa – kenapa kan?” tanya Chelsea sebelum merengkuh tubuh Dylan lebih erat.


“ iya, udah cepet tidur.” Jawab Dylan sambil mengelus lembut rambut Chelsea.


“ makasih ya.” Ucap Chelsea lalu mulai membenamkan kepalanya ke curug leher Dylan yang membuat sangat empunya terkekeh geli.


Tak lama kemudian, Dylan mendengar dengkuran halus milik Chelsea yang menandakan sangat empunya sudah tertidur pulas. Dylan tersenyum di sela – sela kegiatannya mengelus rambut Chelsea lembut.


“ selamat tidur shizuka-ku sayang.” Ucap Dylan lalu memejamkan matanya sejenak tetapi tetap tidak tertidur karena berjaga – jaga jika mereka sudah sampai.


Satu setengah jam berlalu, perjalanan ke rumah mereka sudah hampir dekat. Dylan mengbangunkan Chelsea yang masih terlelap di pelukannya guna bersiap – siap karena sebentar lagi mereka akan sampai di halte dekat rumah mereka.


“ Sal, Salsa…bangun, dikit lagi kita sampe.” Ucap Dylam lembut sambil mengusap pungunggung Chelsea gue membangunkannya.


“ eughh…” lenguh Chelsea saat tidurnya merasa terusik.


“ sebentar lagi kita sampe, ayo bangun,” ucap Dylan sambil mendorong bahu Chelsea agar berhadapan dengannya.


“ gue udah tidur lama banget ya?” Tanya Chelsea sambil mengucek matanya yang masih sipit.


“ hm, gk tau deh… gue gk sadar juga udah berapa lama.” Jawab Dylan sambil merapikan rambut Chelsea yang berantakan sehabis tidur.


“ lo pasti pegel ya, maaf.” Ucap Chelsea tak enak karena dia terlalu lama bersender di tubuh Dylan.