Undesirable Relationship

Undesirable Relationship
PERASAAN YANG SEBENARNYA??



“ Tunggu, perasaan? Apa ini maksudnya?” Batin Dylan yang masih mendengar curhatan Chelsea dari tadi.


“ Apa mungkin....” Batin Dylan mulai bergejolak tak karuan.


“ meskipun nanti kalo Dylan tau semuanya… dan bakal memandang aku jijik… aku bakal Terima dengan ikhlas. Dan… perasaan aku ke dia akan tetap sama kok…” Ucap Chelsea lagi yang membuat Dylan ingin sekali membuka matanya.


“ gk mungkin…. Ini gk mungkin….” Batin Dylan lagi tak percaya.


“ perasaan sizuka gk bakalan berubah kok ke nobita….kalaupun nati nobita gk mau ketemu Sizuka lagi… Sizuka gk mau jujur karena Sizuka masih belum siap di buang. Sizuka masih mau liat wajah Nobita. Abisnya Nobita manis sih…”


“ udah lah, aku ngantuk banget deh hari ini….capek… tapi seneng banget tadi bisa jalan – jalan sama Nobita.”


“ Selamat malam Nobita manis.” Ucap Chelsea lalu menggesekkan hidungnya dengan hidung Dylan gemas, setelah itu ia kembali ke kasurnya dan mulai memejamkan matanya.


Setelah dirasa Chelsea sudah benar – benar tertidur, Dylan langsung membuka matanya dan menyibak selamat yang sedaritadi membungkusnya.


“ Nafas gue kok gk sesak lagi… tapi, jantung gue….ahkk gk mungkin Chelsea kayak gitu….pasti dia lagi ngayal karna kebanyakan nonton drama.” Ucap Dylan pelan agar tidak terdengar Chelsea.


“ Gk mungkin banget Chelsea punya perasaan lebih ke gue.”


“ Mungkin gue mimpi.”


“ Pokoknya anggep aja gk terjadi apa – apa.”


“ gue harus bersikap biasa besok sama Chelsea.”


“ tapi… gue… gue nyaman di peluk Chelsea… dan kenapa tadi Chelsea gesekin hidungnya ke hidung gue… kan gue jadi….ah anjir kok gue jadi alay gini… bodo amat… gue ngantuk….tidur! Tidur! Tidurrrrrrr!!!!!” ucap Dylan frustasi lalu mulai memejamkan matanya untuk tidur.


Cahaya yang masuk lewat jendela kamar mengusik dua pemuda yang saling berpelukan itu, siapa lagi kalau bukan Steven dan Alka.


Alka yang lebih dulu bangun pun mulai mengerjapkan matanya pelan. Ia tersentak kaget saat melihat Steven yang jaraknya sangat dekat dengannya.


“ Aaaa!!!” teriak Alka histeris yang membuat Steven, Chelsea, dan Dylan langsung terbangun dari tidur nyenyak mereka.


“ Iiiiii!” sambung Steven saat menyadari bahwa ia dan Alka sedang berpelukan.


“ Berisik bang*at!” kesal Dylan lalu mengambil jam weker di atas meja dan langsung melemparkannya ke arah Steven dan Dylan.


“ AW!” ringis keduanya bersamaan.


“ ihh….jijik bangettt….lo ngapain peluk gue Ka, kalo mau nge-gay jangan sama gue dong!!! Aku bukan gay Alka… huuuu…” Histeris Steven nangis tersedu – sedu sambil bergidik ngeri.


Alka, Chelsea, dan Dylan memandang jijik ke arah Steven.


“ LEBAY LO!” ucap Dylan, Chelsea, dan Alka bersamaan.


Setelah itu, mereka pun bergantian memakai kamar mandi untuk mandi. Dan melakukan aktivitas mereka masing – masing seperti biasa.


Rachel POV.


Aku dan Glen saat ini sedang berada di meja makan. Kami sedang sarapan bersama. Setelah sarapan selesai kami duduk di sofa dan membicarakan sesuatu.


“ Glen, kita pulang aja yuk. Gue takut nanti malah kita ketauan sama orang tua kita kalau kita gk ada di rumah.” Ucap Rachel membuka pembicaraan.


“…” Tak ada balasan dari Glen, ia masih sibuk menonton televisi.


“ Glen, ayolah… maafin mereka. Steven kan kembaran lo. Sedangkan Reza kan sepupu lo. Masa lo gk mau maafin mereka.” Bujuk Rachel pada Glen yang dibalas helaan nafas berat dari Glen.


“ lo pulang duluan deh, gue masih mau disini untuk beberapa hari lagi.” balas Glen.


“ kita juga harus sekolah Glen.” Ucap Rachel lagi.


“ ok, hari ini kita pulang. Mending lo siap – siap sekarang.” Putus Glen pada akhirnya lalu pergi meninggalkan Rachel yang masih duduk di sofa menuju kamarnya.


Rachel yang mendengar balasan Glen seperti itu pun langsung bergegas ke kamarnya untuk bersiap – siap. Setelah itu, Glen dan Rachel keluar dari rumah Glen dan langsung bergegas menuju mobil.


“ Glen, nanti mau mampir beli makanan buat di rumah gk? Kalo soal uang… nanti gue ganti kok di rumah.” Ucap Rachel saat keduanya sudah berada di dalam mobil yang hanya dibalas anggukan oleh Glen.


Setelah itu, Glen mulai melakukan mobilnya dengan kecepatan normal. Di dalam mobil, kedua fokus dengan aktivitas masing – masing. Glen yang fokus mengendarai mobil, dan Rachel yang fokus membaca novel fantasi yang ia pinjam dari Glen. Dan sampai pada akhirnya, mereka pun sampai di tempat tujuan.


“ Gue belajarnya agak banyak gpp kan ya? Tapi janji kok bakal gue ganti.” Izin Rachel sebelum mengambil sesuatu yang ia butuhkan.


“ ya.” Sahut Glen dingin.


Setelah itu Rachel pun langsung mengambil apa saja yang ia butuhkan untuk rumah. Ia mengambil sayuran - sayuran, buah – buahan, roti, selain, berbagai macam seafood, dan lain – lain. Setelah semua keperluan rumah sudah ia beli menggunakan uang Glen, ia tak lupa untuk membelikan makanan untuk sepupu – sepupunya di rumah.