
Tentang ucapan Rachel semalam memang benar, menurutnya Glen memang sangat sempurna. Bagaimana tidak? Bulu matanya yang lentik, kulitnya yang putih bersih, postur tubuhnya yang tinggi, rambutnya yang berwarna hitam kecoklatan secara alami, dan warna kelabu matanya yang memberikan kesan dingin, tajam, dan menusuk.
“ udah puas ngeliatin guenya?” Tanya Glen membuka matanya perlahan yang membuat Rachel tersentak dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang milik Glen yang menurutnya sangat nyaman.
“ ngapain sih lo ngumpet – ngumpet gitu?” Tanya Glen berniat menggoda Rachel.
“ ish, malu tau.” Jawab Rachel sambil mencari posisi ternyaman di dada bidang Glen.
“ apaan dah malu – malu gini.” Ucap Glen mengusap lembut rambut Rachel lalu memeluknya yang dibalas oleh Rachel.
“ ih Glen modus.” Ucap Rachel yang membuat Glen menyernyitkan kedua alisnya bingung.
“ modus apanya?” Tanya Glen heran.
“ modus meluk – meluk gue mulu.” Jawab Rachel yang mendapat kekehan dari Glen.
“ lah, lo juga ya.” Ucap Glen sambil terkekeh.
“ ih enggak ya.” Sahut Rachel merasa benar.
“ iyalah, buktinya sekarang tangan lo kenapa ada di disini?” Tanya Glen sambil menunjuk tangan Rachel yang melingkar di pinggangnya.
“ tapi kan lo duluan.” Jawab Rachel sambil melepaskan pelukannya dengan Glen.
“ loh, tadi siapa yang ngumpet – ngumpet gitu di dada gue?” Tanya Glen meledek Rachel.
“ ish bodo amat, gue mau mandi. Lepasin tangan lo.” Balas Rachel malu sambil berusaha melepaskan tangan Glen dari pinggangnya.
“ muka lo merah gitu, lucu banget deh, kayak badut ancol.” Ucap Glen terkekeh sambil melepaskan tangannya dari pinggang Rachel.
“ sialan lo ah.” Balas Rachel berjalan menuju kamar mandi sambil menghentakkan kakinya kesal. Sedangkan Glen yang melihat tingkah Rachel pun tertawa kecil melihatnya.
Rachel POV.
Sumpah gue malu banget tadi. Tapi emang bener sih, kan gue duluan yang pake acara ngumpet – ngumpet gitu di dadanya Glen. Ahkk, sumpah jantung gue kayaknya bermasalah deh, dari tadi udah kayak lagi disko soalnya.
Setelah gue selesai mandi, gue baru tersadar kalo gue gk bawa baju ganti pas kesini. Hm, mana gk ada bathrobe lagi, duh mas ague telanjang gitu pas keluar, nanti kalo masi ada Glen gimana. Mau gk mau gue harus minjem bajunya Glen, mudah – mudahan sih si Glen masih ada di kamar.
“ Glen?!” teriak gue dari dalem kamar mandi.
“ apasih?!” sahut Glen.
“ boleh minjem baju lo gk?” Tanya gue lagi, tapi gk ada sahutan dari dia.
“ nih.” Sahut Glen setelah beberapa menit kemudian. Hm, mungkin tadi dia lagi nyari baju yang cocok kali buat gue.
“ jangan ngintip.” Peringat gue sebelum membuka pintu kamar mandi.
“ iya.” Balas Glen, setelah itu gue buka pintu kamar mandi sedikit agar tangan gue bisa keluar dan bisa ngambil baju yang Glen kasih.
“ makasih.” Ucap gue setelah mengambil baju dari tangan Glen dan menutup pintu kamar mandi lagi.
Author POV.
Setelah Rachel selesai dengan ritual mandinya, ia keluar dan segera ke dapur untuk menyiapkan sarapannya dengan Glen pagi ini. Sedangkan Glen, ia sedang mandi sekarang setelah Rachel tadi.
“ masak apa ya kira – kira.” Gumam Rachel berfikir.
“ ah, iya tau!” ucap Rachel setelah menemukan ide untuk memasak sarapan pagi ini. Ia pun dengan segera menyiapkan bahan – bahan dan alat yang ia butuhkan untuk memasak.
Tak lama kemudian, sarapan yang Rachel masak dari tadi pun sudah siap, semua sudah ditata rapih di atas meja makan. Setelah semuanya siap, Rachel pun memanggil Glen yang sedang berada di balkon kamar untuk sarapan bersama.
“ Glen, sarapannya udah siap…ayo makan.” Ucap Rachel di depan pintu kamar.
“ iya.” Sahut Glen yang berada di balkon kamar.
Setelah Glen keluar, mereka berdua pun segera menuju ke meja makan untuk sarapan bersama.
“ banyak banget.” Ucap Glen saat melihat berbagai masakan yang berada di depan matanya. Hari ini Rachel memasak banyak makanan karena ia tak tahan melihat segala macam bahan masakan yang lengkap dan sangat segar di kulkas tadi, akhirnya ia pun memasak semua masakan yang ia bisa hingga bahan makanan di kulkas Glen yang tadinya lengkap dan berlimpah, menjadi sepi.
“ trus, lo bakal makan semuanya sampai habis?” Tanya Glen meremehkan.
“ heheh…enggak sih.” Jawab Rachel sambil nyengir.
“ yaudah, nanti lo masukin makanan – makanan yang kita gk makan ke dalam rantang ya.” Ucap Glen lalu memangambil nasi untuknya.
“ buat apa?” Tanya Rachel heran.
“ udah lakuin aja, tapi jangan masukin yang sisa ya, masukinnya yang masih utuh dan belum kita sentuh sama sekali aja.” Jawab Glen lalu mengambil rendang yang berada di depannya.
“ hm, ok.” Balas Rachel lalu mulai mengambil nasi dan lauk untuknya.
Setelah mereka berdua menyelesaikan sarapan mereka pagi ini dan Rachel pun sudah memasukkan makanan – makanan yang mereka tidak makan tadi ke dalam rantang, karena tersisa banyak makanan yang mereka tidak makan, Rachel pun membutuhkan 6 rantang untuk memasukkan makanan – makanan tersebut. Tanpa menunggu lagi, Glen pun langsung mengajak Rachel ke suatu tempat dengan membawa rantang – rantang yang mereka bawa menggunakan mobil.
“ Glen, sebenernya kita mau kemana sih?” Tanya Rachel bingung.
“ nanti juga lo tau.” Jawab Glen yang membuat Rachel menutup mulutnya tak berkomentar lagi.
“ ih mau kemana?!” Tanya Rachel lagi kesal.
“ bawel banget sih.” Jawab Glen gusar.
“ awas aja ya kalo lu bawa gue ke tempat yang macem – macem.” Ucap Rachel yang membuat Glen memutar kedua bola matanya malas.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, Glen dan Rachel pun sampai di tempat tujuan. Rachel yang masih bingung dimana ia saat ini pun hanya bisa mengikuti kemana pun Glen pergi.
“ turun.” Ucap Glen mematikan mesin mobil dan melepas seat belt nya.
“ kita di mana?” Tanya Rachel lagi.
“ ayo cepet keluar.” Ucap Glen sambil menarik tangan Rachel agar cepat keluar dari mobil.
“ selamat pagi abang Glen!!!” sapa seorang gadis kecil dengan raut wajah imutnya.
“ selamat pagi juga Luna.” Balas Glen dengan senyum manisnya.
“ Luna kangen banget sama abang Glen!!” ucap Luna memeluk Glen dengan erat yang dibalas oleh Glen.
“ abang juga kangen kok sama luna.” Balas Glen sambil mengelus rambut Luna dengan lembut. Rachel yang melihat interaksi keduanya hanya bisa diam mematung, pasalnya iya memang tidak pernah melihat perlakuan manis Glen selama ini.
“ oh iya, kakak cantik ini siapa bang?” Tanya Luna setelah melepaskan pelukannya dengan Glen.
“ oh iya, abang lupa. Kenalinnya bareng temen – temen kamu yang lain aja ya, biar sekalian.” Jawab Glen lembut yang di balas anggukan oleh Luna.
“ ayo bang, ka, temen – temen ada di taman.” Ucap Luna sambil menarik pelan tangan Glen dan Rachel menuju taman.
“ selamat pagi semuanya!!” sapa Glen dengan senyum indahnya kepada seluruh anak – anak yang sedang bermain di taman.
“ selamat pagi juga kakak Glen!!” jawab semua anak – anak dengan gembira.
“ gk ada yang kangen ya sama kakak?” Tanya Glen memanyunkan bibirnya sambil melebarkan tangannya untuk dipeluk. Sontak semua anak – anak langsung memeluk Glen sangat erat hingga Glen tidak bisa bernafas.
“ aku kangen banget kak!” ucap salah satu gadis kecil berambut pirang setelah kegiatan pelukan mereka semua selesai.
“ aku juga bang!” tambah salah satu bocah laki – laki yang berada di sebelah gadis berambut pirang tadi.
“ abang juga kangen kok sama Vero dan Vera.” Balas Glen sambil terkekeh pelan.
“ terus kakak cantik ini siapa bang?” Tanya Vero sambil menunjuk Rachel yang diam mematung dari tadi.
“ oh iya, semuanya… bisa duduk dulu sebentar gk, abang mau kenalin kakak cantik ini dulu ke kalian.” Ucap Glen. Lalu, semua anak – anak pun duduk dengan tertib.
“ Chel.” Gumam Glen memberi kode untuk Rachel agar ia mengenalkan dirinya di depan anak – anak.
“ hai adik – adik, nama kakak Rachel, salam kenal ya semuanya!” ucap Rachel sambil menampilkan senyum indahnya.