Undesirable Relationship

Undesirable Relationship
TIDUR SERANJANG?!



“ berempat juga bisa kali Za.” Sahut Aurel.


“ gini aja, Aurel, Rachel, Reza, ama Glen di ruang utama. Gue, Steven, Alka, ama Chelsea di kamar gue. Rasya, Lauren ama Reyhan di kamar Aurel.” Usul Dylan.


“ berarti kamar sisa 5 dong?” Tanya Steven.


“ iya, kamar kosongnya buat sepupu – sepupu lain yang mau nginep.” Jelas Dylan yang diangguki semua sepupu – sepupunya.


Setelah berunding, akhirnya mereka pun kembali menghabiskan makanan mereka masing – masing. Setelah makan malan selesai, mereka pun kembali dengan kesibukan mereka masing – masing. Tetapi, saat mereka sedang dengan kesibukan masing – masing, mereka mendengar ketukan keras dari luar rumah.


“tok….toktoktokkk…”


“ tolong bukain Chel, gue lagi sibuk nih.” Ucap Dylan, dengan malas Rachel pun membuka pintu dan kaget dengan kedatangan Reyhan, Lauren, Rasya, dan Alka.


“ loh, kok kalian datengnya malem – malem gini, bukan besok?” ucap Rachel setelah mendudukkan dirinya di sofa.


“ kan besok kita udah mulai sekolah lagi, jadi mau gk mau kita ke sininya ya malem – malem gini.” Ucap Rasya.


“ oh gitu, yaudah langsung masuk aja.” Ucap Dylan.


“ eh kita tidur di kamar yang mana aja nih?” ucap Reyhan.


“ khusus lu mah di kolong jembatan aja kali rey.” Ucap Alka yang diangguki semuanya.


“ jahad banget sih lu pada ama orang ganteng kayak gue.” Ucap Reyhan duduk di sofa.


“ bodo dah rey, eh iya nih kita tidur di kamar mana aja?” ucap Rasya.


“ ok gini… Aurel, Rachel, Reza, ama Glen di ruang utama. Gue, Steven, Alka, ama Chelsea di kamar gue. Rasya, Lauren ama Reyhan di kamar Aurel.” Ucap Dylan yang diangguki semuanya.


“ Alka, ayo gue tunjukkin kamar kita.” Ucap Steven menarik tangan Alka.


“ kalian bertiga ikut gue.” Ucap Aurel pada Rasya, Lauren, dan reyhan.


“ eh gue ke kamar duluan ya.” Ucap Rachel menuju kamar utama.


Tak lama kemudian, Reza pun masuk ke kamar utama yang sekarang menjadi kamarnya.


“ eh, lu kok belum tidur sih Chel?” Tanya Reza sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur.


“ gue gk bisa tidur.” Ucap Rachel masih membaca novelnya,


“ yaudah kalo gitu gue tidur duluan ya, good night.” Ucap Reza langsung memejamkan matanya.


“ night too.” Ucap Rachel kecil, tapi masih terdengar oleh Reza. Reza yang mendengar perkataan Rachel itu pun tak bisa menahan senyumnya.


Selang beberapa menit, Aurel pun masuk ke kamar utama dan langsung merebahkan tubuhnya di samping Rachel.


“ tidur, udah malem…. Masih aja baca novel… dasar kutu buku.” Ucap Aurel langsung memejamkan matanya dan menyusul Reza di alam mimpi.


Rachel pun tidak memperdulikan ucapan Aurel yang menyuruhnya untuk tidur, ia malah pergi ke tempat biasanya berkumpul dengan sepupu – sepupunya jika sedang ada masalah yang ada di rooftop rumah.


Saat Rachel sampai, ia melihat Glen yang sedang tiduran dengan santainya dengan earphone di telinganya. Rachel pun mencari tepat yang nyaman untuknya.


“ huhhh… udaranya lagi bagus, nyaman jadinya.” Guman Rachel setelah mencari tempat yang pas untuknya.


“ woi Glen, lo tidur?” Tanya Rachel dengan wajah polosnya.


“ enggak.” Jawab glen singkat, padat, dan jelas.


“ huhh… yaudah gue boleh duduk di samping lu kan?” Tanya Rachel pada Glen yang sedang memejamkan mata dengan earphone yang berada di telinganya.


“ langitnya lagi indah banget ya.” Ucap Rachel menatap langit malam.


“ hm.” Sahut Glen yang masih setia memejamkan matanya.


“ eh, buka dong mata lu. Liat deh bintangnya… indah banget tau.” Ucap Rachel yang membuat Glen membuka matanya.


“ nah gitu dong…. Indah kan?” Tanya Rachel masih menatap langit.


“ iya.” Jawab Glen ikut menatap langit malam yang sangat indah itu.


“ lu gk bosen apa, kayak gini terus?” Tanya Rachel yang kini menatap Glen.


“ maksudnya?” ucap Glen membalas menatap mata Rachel yang sekarang mereka berdua pun terpaku.


“ eemm, maksudnya tuh lu gk bosen jadi orang dingin kayak gini terus? Lu gk takut nanti di sekolah gk punya temen? Atau mungkin kalo lu kayak gini terus lu bakal gk punya pacar loh?” Tanya Rachel yang masih menatap Glen.


“ gue gk butuh temen, apalagi pacar.” Jawab Glen tak perduli dengan omongan Rachel barusan.


“ lu yakin? Katanya pacaran itu enak loh.” Ucap Rachel.


“ kata siapa? Emangnya lu udah pernah ngerasain?” Tanya Glen balik.


“ belum sih, tapi kata orang – orang tuh enak.” Jawab Rachel yang membuat Glen kesal.


“ bodo, gue ke kamar duluan.” Ucap Glen meninggalkan Rachel sendirian.


“ eh tungguin gue dong.” Ucap Rachel menyusul Glen.


Saat sampai di kamar mereka berdua pun bingung harus tidur dimana, karena sebelum Rachel meninggalkan kamar, Reza dan Aurel tidur dengan ranjang terpisah namun sekarang mereka berdua tidur di ranjang yang sama. Namun masalahnya ranjang di kamar tersebut hanya terdapat dua berarti mereka berdua harus tidur seranjang juga?! Mereka pun saling bertatapan tak percaya.


“ kita tidur bareng.” Ucap Glen berusaha menyembunyikan kegugupannya di depan Rachel.


“ hah? B..ba..bareng?” Tanya Rachel gugup, ia tak percaya bahwa Glen mau tidur seranjang dengannya.


“ gk, kalo lo mau tidur di bawah.” Ucap Glen dingin langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


“ yaudah deh gue tidur di bawah aja.” Ucap Rachel mengalah dan langsung mengambil selimut dan bantalnya.


Glen yang mendengar perkataan Rachel barusan sedikit kaget. Apa Rachel tidak suka dengannya, sampai tidur seranjang pun ia memilih tidur dibawah daripada tidur dengannya. Setelah Rachel tertidur pulas, ia pun langsung memindahkan Rachel untuk tidur di kasur, dan ya! Mereka berdua pun akhirnya tidur seranjang.


Sinar matahari yang masuk ke dalam kamar pun mengusik tidur Glen dan Rachel yang sangat nyenyak. Rachel yang terbangun lebih dulu pun kaget dengan posisinya sekarang yang sangat dekat dengan Glen, ia bisa melihat dengan intens wajah Glen saat sedang tertidur pulas. In juga merasakan pinggangnya terasa berat yang ternyata disebabkan karena tangan Glen melingkar pas ditubuhnya. Jantungnya pun berdetak tak beraturan ia sangat gugup sekarang, ditambah dengan wajahnya yang sudah memerah seperti tomat. Ia pun tersentak saat Glen membuka matanya.


“ apa?” Tanya Glen dengan suara serak khas bangun tidur, sebenarnya ia juga gugup karena jaraknya dengan Rachel sangat dekat, jantungnya pun juga berdetak sangat cepat. Namun ia berusaha menyembunyikan kegugupannya di depan Rachel.


“ g..gue m..mau ke kamar mandi.” Ujawab Rachel gugup.


“ harus pake izin dulu ke gue?” Tanya Glen dengan nada tak percaya.


“ bukan gitu… tapi tangan lo…” Jawab Rachel sedikit gugup.


“ hah? Oh sorry.” Ucap Glen segera melepaskan tangannya dari pinggang Rachel.


“ ok gpp, gue ke kamar mandi dulu.” Ucap Rachel langsung pergi meninggalkan Glen ke kamar mandi.


Saat Rachel masuk ke dalam kamar mandi, Rachel langsung mengelus dadanya. Ia merasa lega karena sudah tidak melihat Glen lagi, kegugupannya terlihat jelas saat ia bersama Glen. Sama halnya dengan Glen, ia juga merasa sangat gugup jika sedang bersama Rachel, namun ia berusaha mati matian untuk menyembunyikan kegugupannya. Ia tidak mau Rachel tau jika ia sedang gugup, bisa – bisa reputasinya sebagai cool prince bisa hancur jika semua orang tau bahwa ia selalu gugup jika sedang bersama Rachel.


“ apaan sih gue, gk jelas banget.” Batin Glen.


Saat Rachel keluar dari kamar mandi, ia terkejut karena Glen sudah menunggunya di depan pintu kamar mandi.