Undesirable Relationship

Undesirable Relationship
PULANGNYA RACHEL DAN GLEN!!!



Setelah itu Rachel pun langsung mengambil apa saja yang ia butuhkan untuk rumah. Ia mengambil sayuran - sayuran, buah – buahan, roti, selain, berbagai macam seafood, dan lain – lain. Setelah semua keperluan rumah sudah ia beli menggunakan uang Glen, ia tak lupa untuk membelikan makanan untuk sepupu – sepupunya di rumah.


Setelah selesai, mereka pun langsung menuju mobil dan pulang ke rumah yang sudah mereka tinggalkan kurang lebih 5 hari lamanya.


“ Assalamu’alaikum, kami pulangg!!” pekik Rachel setelah membuka pintu rumah.


Reza, Steven, Dylan, Chelsea, Aurel, Alka, dan semua penghuni rumah pun tersentak kaget melihat kedatangan orang yang sudah beberapa hari ini menghilang.


“ RACHELLL!!!” pekik Chelsea kegirangan lalu berlari memeluk Rachel erat.


“ CHELSEA YAAMPUN GUE KANGEN BANGETT AMA LO.” Balas Rachel membalas pelukan Chelsea tak kalah erat.


“ WOI LO SEMUA GK KANGEN SAMA GUE APA?!” gerutu Rachel pada sepupunya yang masih menatap Rachel tak percaya.


“ Serius Rachel?” tanya Steven memastikan.


“ Iya lah b*go.” Jawab Rachel.


“ AAAA!!! AKHIRNYA RACHEL KU PULANG JUGAA…” heboh Steven lalu berlari ke arah Rachel dan bergabung dengan Chelsea memeluk Rachel.


“ gue kangen kaliaan…” Ucap Rachel yang membuat semuanya tersenyum.


“ Gue juga kangen lo Chel.”


“ iya, gue juga.”


“ lo betah banget ngilangnya sih.”


“ Pokoknya kita semua juga kangen lo sama Glen-” ucap Dylan terputus saat pintu kembali terbuka dan menampakkan Glen yang sedang membawa makanan – makanan untuk mereka semua.


Saat Glen masuk ke dalam rumah, semuanya hening. Namun, bukan karena takut ataupun bagaimana. Mereka hening menatap Glen sambil tersenyum.


Glen masuk sambil membawa makanan untuk mereka semua dan meletakkannya di meja ruang tamu tepat di sebelah Reza.


“ B-butuh bantuan Glen?” tanya Reza gugup. Ia masih mengingat saat tubuhnya dibanting bagaikan bantal oleh Glen pada saat itu. Makanya, sampai saat ini, Reza masih takut pada Glen.


“ Ok deh.” Balas Reza sambil tersenyum.


Semua ikut tersenyum saat mengetahui bahwa Glen sudah tidak marah lagi pada Reza dan Steven juga pastinya. Reza langsung bergegas menuju bagasi untuk mengambil sisa barang – barang.


“ Woi, tolong bantuin Reza tuh. Gue belanja buat keperluan rumah soalnya. Masih banyak banget.” Ucap Rachel yang di balas anggukan oleh para sepupunya.


“ Ayo ke kamar gue aja dulu. Gue masih mau kangen – kangenan nih sama lo.” Ucap Chelsea sambil menarik tangan Rachel menuju kamarnya.


Keadaan rumah sudah berjalan seperti semula. Steven pun juga sudah mulai mengeluarkan lelucon – leluconnya lagi yang pastinya akan membuat suasana rumah menjadi ceria.


“ Chel, lo kemana aja sama Glen selama 5 hari ini?” tanya Alka kepo.


“ Kepo banget deh, yang penting kan sekarang gue udah pulang.” Jawab Rachel cuek.


“ Ish, anjir lo.” Balas Alka sebal.


“ ahh, gue ngantuk… gue duluan ke kamar ya.” Pamit Chelsea sambil menguap.


Saat Chelsea masuk ke dalam kamar, ia mendapati Dylan yang sedang fokus mengerjakan PR nya dengan kacamata yang selalu bertengger di hidung mancungnya itu.


“ udah malem woi, masih belajar aja.” Tegur Chelsea lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur.


“ Iya ini juga udah mau selesai.” Balas Dylan masih fokus ke PR nya.


“ Kali – kali gitu ngerjain PR gue kek.” Ucap Chelsea sambil mencari posisi nyaman untuk tidur.


“ yee… enak di lu mah itu.” Balas Dylan lalu merapihkan alat tulis dan buku – bukunya seperti semula.


“ Ayo kita tidur barengan. Siapa tau kita bisa ketemu di mimpi.” Ucap Chelsea dengan mata terpejam.


“ lah apa hubungannya Sal?” tanya Dylan heran.


“ gk tau, pokoknya sih kita harus ketemu di mimpi.” Jawab Chelsea masih dengan mata tertutup.