Undesirable Relationship

Undesirable Relationship
SEBUAH KECURIGAAN.



“ Eh, kok vampir gantengnya ditinggalin sihhh!!!” ucap Rasya lalu ikut berlari untuk mengejar Lauren.


“ stay away from me, vampir handsome.” Peringat Lauren yang membuat Rasya tertawa geli.


“ tapi aku ingin mendekatimu gadis cantik.” Goda Rasya semakin mendekat yang membuat Lauren terpojok ke tembok.


“ ampuni aku tuan Vampir, aku janji tidak akan menggigit perut buncit mulai itu.” Ucap Lauren dengan tatapan memelas nya.


“ Apa?! Mana mungkin vampir seganteng aku punya perut buncit. Dasar,” balas Rasya sebal yang membuat Lauren terkekeh lalu kembali menggigit perut Rasya dan segera kabur ke kamarnya.


“ akhh, kamu mengingkari janjimu Lauren. Awas saja ya kamu.” Ucap Rasya lalu kembali mengejar Lauren yang sudah masuk ke dalam kamar.


“ dimana kamu Lauren, keluarlah… jangan menjadi pengecut yaa..” ucap Rasya setelah masuk ke dalam kamar.


“ Kalau kamu tidak juga keluar,, maka aku akan menggigit lehermu lebih keras.” Ancam Rasya sambil mencari Lauren. Tunggu, ah sepertinya Rasya menemukan sesuatu… ia melihat rambut yang bergerak – gerak di bawah ranjang milik Lauren.


“ hayoo, ketangkap kamu!” kaget Rasya pada Lauren yang sedang bersembunyi di bawah ranjangnya.


“ aw!” Pekik Lauren yang kepalanya terbentur bawah ranjang karena kaget


“ eh, sakit ya?” tanya Rasya khawatir yang mendapat lirikan tajam dari Lauren.


“ ya sakit lah Sya, kamu masih bisa menanyakannya.” Jawab Lauren ketus setelah keluar dari kolong ranjang.


“ ouhh sakit ya, sini mendekat biar aku lihat kepala mu.” Ucap Rasya yang membuat Lauren mendekat yang berpikir panjang.


“ sepertinya tidak ada luka.” Ucap Rasya lalu mengecup pencak kepala Lauren dan memeluk tubuhnya erat.


“ e-eh, mau apa?” tanya Lauren saat Rasya tersenyum devil.


“ lupa bahwa aku vampir, cantik?” goda Rasya lalu menggigit leher Lauren dengan cukup kuat.


“ Aahh, sakit ihh…” Ringis Lauren sambil mengerucutkan bibirnya sebal.


“ Mau lagi?” tanya Rasya sambil menaik turunkan alisnya.


“ T-tidak! Tidak mau! Aku ingin tidur saja.” Jawab Lauren spontan lalu sedikit berlari menuju ranjangnya dan membungkus tubuhnya dengan selimut tebal yang terlihat lucu di mata Rasya.


Rachel POV.


Aku, Steven, Glen, dan Reza sedang berada di rooftop saat ini. Glen yang sedang mendengarkan musik lewat earphone di pojok menyendiri, Reza yang sibuk menelpon, sedangkan aku dan Steven yang sedang menerangkan bersamaan, sesekali kami berdua juga bercerita.


“ Chel, ini udah malem banget… emangnya lo belum ngantuk?” tanya Steven padaku.


“ Belum sih, tapi kalo gue gk tidur… pasti besok bakalan ngantuk.” Jawabku jujur.


“ tidur yok, gue ngantuk nih.” Ajak Steven sambil menguap lebar yang membuatku terkekeh.


“ ah, ayo… udah kemaleman juga guenya.” Ucapku lalu berdiri bersamaan dengan Steven.


“ Glen, Za, kita berdua ke kamar duluan ya.” Pamitku lalu turun bersama Steven dari rooftop menuju kamar.


“ Chel, lo ngerasa ada yang beda gk dari Chelsea sama Dylan?” tanya Steven yang saat ini berada di kamarku.


“ beda gimana maksudnya?” tanyaku heran.


“ ya gitu… kayaknya mereka berdua jadi tambah deket deh, gue bingung juga jelasinnya.” Jawab Steven.


“ ya bagus dong kalo mereka makin deket, secara kan sebelumnya Dylan cenderung pendiem dan mereka jarang banget saling berkomunikasi.” Ucapku yang membuat Steven sedikit merenung.


“ Tapi,,, ada yang aneh sumpah.” Balasnya keras kepala.


“ lo berpikir kalo Dylan sama Chelsea punya hubungan tersembunyi gitu?” tanyaku tak percaya.


“ eh, ya gk gitu juga sih… tapi kan,” jawabnya menggantung.


“ udah lah, gk usah mikir yang macem – macem, mending sekarang lo balik gih ke kamar… udah malem, gue juga mau tidur.” Ucapku yang mendapat anggukan darinya.


“ iya, yaudah kalo gitu gue keluar ya.” Balasnya lalu keluar dari kamar.


Chelsea dan Dylan mempunyai hubungan lain? Itu tidak mungkin, aku yakin mereka tidak mempunyai hubungan tersembunyi. Bukankah wajar jika sesama sepupu dekat satu sama lain? Memang harusnya seperti itu kan? Lagipula, Dylan yang tadinya pendiam sekarang lebih sedikit berekspresi saat bersama Chelsea… dan itu adalah hal baik.


Ah, sudahlah… mending sekarang aku tidur karena besok aku juga harus bangun pagi untuk membuat sarapan.